Ibu dari Penduduk California Ditahan, Departemen Luar Negeri Menanggapi
Pembaruan dengan informasi tambahan pada 8 Mei 2024.
Meng Zhaohong, ibu dari seorang penduduk Amerika Serikat, ditangkap pada 9 Mei 2023 karena berbicara kepada orang-orang mengenai penganiayaan Falun Gong di sebuah pasar lokal di Provinsi Hebei.
Putri Meng yang berada di California, Ding Yue, menyerukan pembebasannya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kevin Kiley telah bergabung bersamanya dengan menyurati Departemen Luar Negeri atas namanya. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri menanggapi surat tersebut dengan menegaskan komitmen untuk menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua tahanan hati nurani, termasuk para praktisi Falun Gong.
Setelah persidangan pada 22 Agustus 2023, hakim Pengadilan Distrik Funing menjatuhkan hukuman yang tidak diketahui jangka waktunya kepada Meng. Bandingnya kemudian ditolak oleh pengadilan menengah.
Penangkapan Ibu Meng dan Penganiayaan dalam Tahanan
Meng ditangkap bersama praktisi Falun Gong lainnya, Yuan Xinhua, setelah mereka dilaporkan ke polisi karena menyebarkan informasi di sebuah pasar lokal di Provinsi Hebei mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh para praktisi Falun Gong.
Polisi membawa kedua praktisi tersebut ke Kantor Polisi Anziling untuk diinterogasi. Karena menolak menjawab pertanyaan, polisi memukuli kedua wanita tersebut. Pemukulan itu begitu parah hingga mereka harus dirawat di rumah sakit. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Keamanan Publik Kota Qinhuangdao (秦皇岛公安医院) dan ditahan di sana selama lebih dari dua bulan.
Saat masih di rumah sakit, Kejaksaan Kabupaten Qinglong secara resmi menyetujui penangkapan mereka pada 23 Mei.
Keluarga kedua praktisi tersebut dilarang menjenguk, meskipun keluarga Meng berhasil menyewa seorang pengacara yang bisa mengunjunginya pada 30 Juni. Pengacara tersebut memberi tahu keluarga Meng bahwa leher dan telinganya masih mengalami luka akibat pemukulan yang terjadi hampir dua bulan sebelumnya. Ia juga menderita tekanan darah tinggi dan penyumbatan arteri. Polisi sempat mencoba membawa kedua wanita tersebut ke Pusat Penahanan Kota Qinhuangdao, namun pihak pusat penahanan menolak menerima mereka karena kondisi kesehatannya, sehingga mereka dibawa kembali ke rumah sakit.
Menurut putri Meng, ibunya menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Funing di Qinhuangdao pada 22 Agustus. Pengacaranya mengajukan pembelaan tidak bersalah dan berargumen bahwa tidak ada hukum yang mengkriminalisasi Falun Gong. Meskipun tidak ada dasar hukum untuk mendakwa Meng, jaksa merekomendasikan hukuman 4-5 tahun penjara. Hakim tidak mengumumkan vonis pada akhir persidangan tersebut.
Pejabat Pemerintah Amerika Serikat Menyerukan Pembebasan Ibu Meng
Sebagai tanggapan atas advokasi Ding Yue untuk ibunya, Anggota Kongres California Kevin Kiley mengirimkan surat kepada Departemen Luar Negeri yang mendesak Duta Besar AS untuk Tiongkok agar mengangkat kasus Ibu Meng kepada rekan-rekan sejawatnya di Tiongkok. Surat Kiley menekankan pentingnya bagi masyarakat internasional untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil sikap melawan pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap para praktisi Falun Gong.
Menanggapi surat tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri, Philip Laidlaw, menyampaikan kepada Anggota DPR Kiley, “Kami merasakan keprihatinan mendalam yang sama dengan Anda mengenai kasus Meng dan kampanye penindasan yang terus dilakukan oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap gerakan Falun Gong serta jutaan praktisinya, para pembela mereka, dan pejuang hak asasi manusia yang bekerja demi kepentingan mereka.” Laidlaw selanjutnya menegaskan kembali komitmen Departemen Luar Negeri untuk membela kebebasan beragama di Tiongkok dan menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat bagi para tahanan hati nurani.









