Pria Duda Dijatuhi Hukuman 3,5 Tahun Penjara Setelah Istrinya Tewas dalam Tahanan karena Memiliki Buku ‘Sembilan Komentar’
Dua puluh tahun lalu, buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis diterbitkan dan membongkar kenyataan pahit kekuasaan Komunis di Tiongkok. Hingga sekarang, pesan buku ini terus menginspirasi banyak orang. Namun, mereka yang menyebarkannya harus menghadapi risiko berat akibat tindakan kejam rezim yang berusaha membungkamnya.
Zhang Aiquan, seorang mantan komisaris polisi yang kini menjadi praktisi Falun Gong, sedang berjuang untuk mengajukan banding atas hukuman 3,5 tahun penjara yang diterimanya. Ia ditangkap dalam penggerebekan besar-besaran terhadap para praktisi Falun Gong di Kota Dongying, Provinsi Shandong, pada November 2023. Pihak berwenang telah memantau Zhang dan sedikitnya 18 praktisi lainnya selama berbulan-bulan sebelum penangkapan dilakukan. Pada Juli 2024, Pengadilan Distrik Dongying menjatuhkan hukuman kepadanya, dan hingga kini ia masih ditahan di Pusat Penahanan Binhai.
Zhang sudah berulang kali mengalami penganiayaan. Sejak penindasan PKT terhadap Falun Gong dimulai tahun 1999, ia dipecat dari pekerjaannya, dihukum kerja paksa, dan terus-menerus diawasi. Zhang kehilangan jabatannya sebagai komisaris polisi lalu lintas di Binhai. Pada Juli 2000, puluhan polisi menggerebek rumahnya dan menangkapnya. Tak lama kemudian, ia dihukum tiga tahun penjara di kamp kerja paksa.
Penderitaannya bertambah parah akibat tragedi pribadi: pada tahun 2013, istrinya meninggal dunia hanya tiga bulan setelah bebas dari penjara. Istrinya dihukum karena memiliki buku Sembilan Komentar. Selama di penjara, ia mengalami penganiayaan berat berupa kerja paksa, dilarang tidur, hingga dicekoki paksa dengan zat-zat kimia misterius.
Penangkapan pasangan tersebut karena memiliki buku Sembilan Komentar
Zhang bebas dari kamp kerja paksa pada awal 2000-an, polisi terus mengawasinya dan sering menelepon rumahnya untuk mengancam. Saat memantau Zhang, polisi mendapati bahwa ia menyebarkan buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis serta materi lain yang membongkar fakta penganiayaan terhadap Falun Gong.
Buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis adalah kritik dalam sembilan bagian terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang mengulas sejarah, ideologi, dan cara mereka mengendalikan rakyat. Buku ini memaparkan rekam jejak PKT dalam merusak masyarakat Tiongkok, termasuk penghancuran budaya dan nilai-nilai tradisional. Buku tersebut berpendapat bahwa rezim otoriter ini pada dasarnya bertentangan dengan warisan budaya Tiongkok. Selain itu, buku ini juga membahas topik-topik seperti kebangkitan kekuasaan PKT yang penuh kekerasan, penganiayaan sistematis terhadap berbagai kelompok—termasuk para praktisi Falun Gong—serta kampanye partai melawan agama dan kepercayaan tradisional.
Sejak buku tersebut diterbitkan, Sembilan Komentar telah menginspirasi sebuah gerakan besar yang disebut “Tuidang” (退党), (keluar dari partai). Dengan gerakan ini, jutaan warga Tiongkok secara terbuka menyatakan keluar dari keanggotaan mereka di PKT. Tulisan-tulisan ini dianggap telah memberikan sudut pandang baru mengenai sejarah kekerasan dan manipulasi partai, sehingga mendorong banyak orang untuk meninjau kembali pandangan mereka terhadap PKT. Buku ini menegaskan bahwa memutuskan hubungan dengan partai adalah sebuah kewajiban moral karena rekam jejak mereka yang panjang dalam hal penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Pemenjaraan dan penganiayaan dalam tahanan
Pada 13 Mei 2005, polisi menyita buku-buku tersebut dan menangkap Zhang beserta istrinya, Wang Mingyun. Saat penangkapan, polisi memukuli Zhang hingga bajunya bersimbah darah. Ia dibawa ke pusat penahanan ilegal di sebuah hotel, di mana ia diborgol pada kursi besi dan diinterogasi selama sembilan hari. Polisi menyetrumnya dengan tongkat listrik dan melarangnya tidur agar ia mau buka suara soal buku Sembilan Komentar. Pada 22 Mei 2005, ia dipindahkan ke pusat penahanan lain dan diikat di rangka tempat tidur selama lebih dari sebulan.
Pada 28 Juli 2006, hakim pengadilan di Kota Dongying menjatuhkan hukuman berat kepada pasangan ini: delapan tahun untuk Zhang, tujuh setengah tahun untuk Wang. Zhang menjalani hukumannya di Penjara Provinsi Shandong, di mana penganiayaan terhadap dirinya terus berlanjut. Ia sering dipukuli dan dilarang tidur oleh penjaga maupun narapidana lain yang diperintahkan untuk mengganggunya. Ia pernah dipukuli oleh delapan narapidana selama dua hari berturut-turut hingga mengalami syok. Luka-lukanya sangat parah sehingga ia tidak mampu berjalan selama berminggu-minggu. Rasa sakit di lengan kanan, kaki kanan dan punggungnya terus terasa hingga beberapa tahun setelah ia dibebaskan. Selama masa tahanan, pihak penjara melarang keluarga Zhang untuk menjenguknya.
Kematian Wang setelah mengalami penganiayaan dalam tahanan

Sementara itu, Wang mengalami perlakuan serupa di Penjara Wanita Provinsi Shandong. Salah satu teknik penyiksaan yang umum digunakan terhadap praktisi Falun Gong di tahanan adalah memaksa mereka berdiri dalam posisi yang sama untuk waktu yang sangat lama, yang mengakibatkan nyeri sendi hebat dan luka yang membusuk. Wang dipaksa berdiri berjam-jam setiap hari selama lebih dari 40 hari, dan hanya diizinkan tidur selama dua hingga tiga jam setiap malam. Di saat yang sama, penjaga memicu narapidana lain untuk memukuli dan mengganggunya. Penjaga juga melarang kunjungan keluarga dan membatasi dirinya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Selain itu, penjaga mencekoki paksa Wang dengan obat-obatan yang tidak dikenal.
Rambut Wang memutih dengan cepat, gigi-giginya mulai tanggal, benjolan gatal bermunculan di sekujur tubuhnya, dan tekanan darahnya naik sangat tinggi hingga membahayakan nyawa. Beberapa kali ia dikirim ke rumah sakit penjara. Petugas medis menyatakan kondisinya dalam keadaan kritis. Pihak keluarga meminta agar ia dibebaskan dengan jaminan medis, namun permintaan ditolak. Pihak penjara malah berulang kali menghubungi keluarga dan menuntut agar mereka membayar biaya pengobatan Wang.
Masa hukuman penjara Wang berakhir pada 19 November 2012, ia pun dibebaskan. Namun, saat itu kondisinya sudah sangat buruk. Hanya tiga bulan setelah bebas, ia meninggal dunia pada 11 Februari 2013, di usia 52 tahun.










