“Anggota Kongres AS Mendesak Departemen Luar Negeri Merilis Informasi tentang Pengambilan Organ di Tiongkok”
Over 100 representatives sign bi-partisan letter asking for details divulged by Wang Lijun
“WASHINGTON DC – Sebagai langkah luar biasa mengungkap penyalahgunaan transplantasi organ di Tiongkok, 106 anggota Kongres AS mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pada 3 Oktober. Surat ini meminta perilisan informasi milik pemerintah AS terkait penyalahgunaan transplantasi di Tiongkok, termasuk rincian yang diduga kuat diserahkan oleh mantan wakil walikota Chongqing, Wang Lijun, selama berada di Konsulat AS pada bulan Februari.
‘Para dokter di Amerika Serikat dan di seluruh dunia semakin khawatir atas dugaan praktik pengadaan organ tidak etis serta penyalahgunaan medis transplantasi di luar negeri. Hal ini sangat nyata terjadi di Tiongkok, di mana dugaan serius menunjukkan terjadinya penyalahgunaan tak terbayangkan,’ bunyi surat tersebut.”
“Selama berada di Konsulat AS, Wang Lijun diduga membocorkan informasi mengenai pengambilan organ dari para praktisi Falun Gong yang masih hidup. Jika bukti tersebut diterima dan diungkap ke publik, berbagai langkah dapat diambil untuk membantu menghentikan penyalahgunaan keji ini. Oleh karena itu, kami meminta Departemen Luar Negeri merilis informasi apa pun miliknya terkait penyalahgunaan transplantasi di Tiongkok, termasuk dokumentasi apa pun yang kemungkinan diberikan oleh Wang Lijun kepada Konsulat kami di Chengdu.”
Surat Rekan Sejawat (Dear Colleague Letter) ini menindaklanjuti sidang dengar pendapat tentang pengambilan organ dari tahanan agama dan politik di Tiongkok yang diadakan pada 12 September. Surat tersebut menyatakan bahwa kesaksian yang dihadirkan melibatkan “rumah sakit dan dokter Tiongkok dalam praktik pengambilan organ paksa dari para tahanan, diduga dari para praktisi gerakan spiritual Falun Gong yang masih hidup, warga Uighur, warga Tibet, dan umat Kristen Rumah.”
“Surat tersebut diajukan dengan dukungan lintas partai (bipartisan), disponsori bersama oleh Anggota Dewan Robert Andrews (D-NJ) dan Chris Smith (R-NJ), serta ditandatangani oleh 106 anggota dari kedua partai. Teks lengkap surat tersebut tersedia di sini.”
“Warga Tiongkok Dibunuh, Organ Diambil untuk Menyokong Bisnis Transplantasi yang Menguntungkan”
“Tiongkok kini melakukan jumlah transplantasi tertinggi kedua per tahun setelah Amerika Serikat, yaitu sekitar 10.000 menurut statistik resmi. Pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa lebih dari 90 persen organ berasal dari terpidana mati yang dieksekusi. Namun, para ahli medis dan aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa angka-angka tersebut tidak cocok, dan logistik pelaksanaan transplantasi menunjukkan bahwa pengaturan seperti itu tidak layak dilakukan.
Beberapa investigasi menunjukkan bahwa kesenjangan angka tersebut dipenuhi oleh tahanan hati nurani, terutama para praktisi Falun Gong yang ditahan. Puluhan ribu praktisi Falun Gong ditahan, diperiksa terlebih dahulu (untuk golongan darah dan kualitas lain yang diperlukan agar cocok dengan pasien), dan dilaporkan dibunuh sesuai permintaan demi diambil organnya untuk menyokong industri transplantasi di Tiongkok, yang menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar.”
“Bukti yang tersedia untuk publik menunjukkan bahwa Wang—yang pelariannya ke konsulat AS memicu skandal politik besar dan jatuhnya Kepala Partai Komunis Chongqing Bo Xilai—terlibat dalam transplantasi organ dari para tahanan. Wang mengaku dalam sebuah upacara penghargaan tahun 2006 bahwa dirinya telah hadir di ribuan operasi pengambilan dan transplantasi organ saat menjabat sebagai kepala polisi di Jinzhou, Liaoning. Dalam wawancara media pemerintah sebelumnya, ia menyebut pengalaman melihat seseorang dieksekusi dan ‘dalam hitungan menit’ melihat organ mereka berada di tubuh orang lain sebagai hal yang ‘menggetarkan jiwa’.”
Lihat di sini untuk kesaksian tertulis dari sidang dengar pendapat tanggal 12 September.
Lihat di sini untuk lembar fakta Falun Dafa Information Center yang merangkum sejarah dan bukti pengambilan organ dari para praktisi Falun Gong yang menjadi tahanan hati nurani.










