Graphika Temukan Bukti Disinformasi Anti-Falun Gong dan Shen Yun yang Terhubung dengan Tiongkok

Visualisasi Komprehensif Ekosistem Domain dan Bisnis Tiongkok (Sumber: Graphika)

Visualisasi Komprehensif Ekosistem Domain dan Bisnis Tiongkok (Sumber: Graphika)

UNTUK DISIARKAN SEGERA

WASHINGTON — Laporan terbaru dari Graphika mengungkap keberadaan jaringan yang terdiri dari 43 domain dan 37 subdomain yang digunakan untuk menyebarkan pesan pro-Beijing. Jaringan ini beroperasi dengan cara menyamar sebagai media besar Barat, termasuk The New York Times, The Guardian, The Wall Street Journal, United Nations News, dan media lainnya. Didirikan pada tahun 2013, Graphika merupakan perusahaan analisis jejaring sosial asal Amerika Serikat yang dikenal luas dalam melacak disinformasi daring.

Laporan bertajuk “Glass Onion: Peeling Back the Layers of a Pro-China Online Ecosystem” mendokumentasikan bagaimana Spamouflage—sebuah operasi pengaruh yang berafiliasi dengan pemerintah Tiongkok, yang juga dikenal sebagai “Taizi Flood” dan “DRAGONBRIDGE”—menyebarkan tautan ke situs berita palsu. Situs-situs tersebut mempublikasikan artikel yang menargetkan Falun Gong dalam apa yang dinilai Graphika sebagai upaya terkoordinasi untuk menyemai dan menyebarkan disinformasi di platform Barat. Laporan tersebut mencatat bahwa kelompok spiritual Falun Gong, Shen Yun, dan pendiri Falun Gong, Li Hongzhi (李洪志), merupakan “target tetap dari operasi pengaruh yang didukung oleh pemerintah Tiongkok (PRC) dan penindasan lintas negara.”

Visualisasi metode yang digunakan Graphika dalam mengidentifikasi, menginvestigasi, dan menghubungkan infrastruktur digital. Dalam beberapa kasus, kontrak antara organisasi pemerintah daerah Tiongkok dengan firma Humas (PR) Tiongkok dapat dikaitkan dengan artikel-artikel spesifik (atas). Sementara dalam kasus lain, artikel tersebut tidak memberikan sinyal yang dapat ditindaklanjuti untuk menghubungkan aktivitas tersebut dengan entitas pemerintah atau korporasi tertentu secara jelas (bawah). (Sumber: Graphika)

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual damai yang berakar pada tradisi Buddhis yang telah mengalami penganiayaan di Tiongkok sejak tahun 1999. Dalam beberapa tahun terakhir, Pusat Informasi Falun Dafa telah mendokumentasikan bagaimana penindasan oleh Beijing semakin meluas ke luar Tiongkok melalui propaganda, disinformasi, serta aktivitas pengaruh terkoordinasi yang bertujuan untuk menstigma Falun Gong dan merusak reputasi Shen Yun Performing Arts—sebuah perusahaan tarian klasik Tiongkok yang didirikan dan dijalankan oleh para praktisi Falun Gong yang berlatih di Amerika Serikat.

“Ini bukan sekadar disinformasi daring biasa. Kampanye yang kita saksikan hari ini adalah sebuah cetak biru mengenai bagaimana operasi pengaruh bermusuhan yang dijalankan oleh Beijing dapat melakukan pencucian propaganda melalui merek-merek ‘berita’ palsu, untuk kemudian menggunakan akun-akun tidak autentik yang terkoordinasi guna mendorong narasi tersebut ke dalam ekosistem informasi Barat,” ujar Levi Browde, Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa.

“Ketika aktor-aktor jahat memalsukan saluran media terpercaya dan memperkuat narasi fitnah melalui jaringan yang terkoordinasi, hal itu mengikis kepercayaan publik dan dapat membantu melegitimasi penindasan lintas negara. Taktik ini juga dapat membantu merekrut sekutu yang tidak sadar di Barat dengan cara menghasut sentimen berdasarkan narasi palsu untuk merendahkan Falun Gong dan Shen Yun. Ini adalah cara nyata bagaimana PKT membentuk pemikiran dan perasaan masyarakat Amerika. Platform, pembuat kebijakan, dan peneliti harus memperlakukan temuan ini sebagai tanda peringatan yang jelas, serta seruan untuk memperkuat deteksi dan akuntabilitas,” ungkap Browde lebih lanjut.

Temuan Utama Investigasi

Analisis Graphika dimulai saat memantau aktivitas yang terkait dengan jaringan Spamouflage. Peneliti mengidentifikasi 41 akun Spamouflage yang secara berulang mengunggah tautan ke dua artikel yang dimuat di situs alpeninsulatv[.]top dan weeklytimesnet[.]com. Kedua artikel tersebut memuat judul bombastis: “Breaking News: Falun Gong’s Shen Yun Art Troupe Under Investigation by U.S. Government” (Berita Sela: Grup Seni Shen Yun Milik Falun Gong Sedang Diselidiki Pemerintah AS). Laporan tersebut menjelaskan bagaimana domain-domain ini menyajikan konten campuran, mulai dari promosi komersial hingga tema-tema pro-Beijing. Di saat yang sama, situs-situs tersebut berfungsi sebagai kendaraan untuk menyebarkan narasi anti-Falun Gong dan anti-Shen Yun.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa konten yang menargetkan Falun Gong tersebut juga muncul di delapan domain tambahan yang menyamar sebagai media berbahasa Inggris, antara lain: globalviewlife[.]com, uaenewsnet[.]com, uswiredmagazine[.]com, worldnewstimesnet[.]com, ukguardiannet[.]com, newyorkdailynet[.]com, losangelestimesnet[.]com, dan wallstreet-daily[.]com

Studi kasus yang menunjukkan penempatan dan penyebaran artikel yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun, yang diamplifikasi oleh akun-akun yang kemungkinan besar terkait dengan jaringan Spamouflage. (Sumber: Graphika)

Situs-situs palsu tersebut juga memuat berbagai klaim palsu tambahan, termasuk pernyataan bahwa kasus praktisi Falun Gong yang tewas terkait dengan keyakinan “pseudosains” yang melarang perawatan medis; bahwa Falun Gong sedang “runtuh”; serta bahwa pertunjukan Shen Yun utamanya bertujuan untuk memajukan “agenda ideologis tertentu.” Klaim-klaim ini identik dengan pernyataan tanpa bukti yang dikeluarkan oleh sumber-sumber pemerintah Tiongkok, termasuk situs-situs web konsulat Tiongkok.

Dalam berbagai kasus, domain-domain palsu ini disajikan secara bersamaan seolah-olah sebagai saluran media luar negeri yang “terpercaya”. Salah satu contohnya adalah artikel pada Januari 2025 dari sebuah lembaga riset budaya teh Tiongkok yang mengklaim bahwa “media resmi luar negeri” telah menyiarkan sebuah wawancara, dengan menyertakan tautan ke beberapa domain palsu tersebut. Artikel itu juga memuat tautan ke berbagai tulisan palsu yang merendahkan Falun Gong.

Infrastruktur terkoordinasi sejak tahun 2020

Graphika mengidentifikasi klaster domain yang meniru media internasional arus utama dan menemukan indikator teknis yang serupa, termasuk tumpang tindih pada alamat IP, informasi pendaftar, serta Nomor Sistem Otonom (ASN) yang terhubung dengan perusahaan teknologi dan infrastruktur besar Tiongkok.

Untuk satu set domain media arus utama palsu, Graphika mengamati beberapa situs yang berbagi alamat IP yang sama, yaitu 47.254.83.83, dengan Nomor Sistem Otonom (ASN) 45102 yang dialokasikan untuk anak perusahaan Alibaba di Amerika Serikat, serta lokasi pendaftar yang tercatat di Beijing, Tiongkok. Beberapa dari domain ini dibuat dalam rentang waktu yang sangat singkat pada tanggal 15–16 Desember 2020, dengan pendaftaran tambahan pada September 2022. Sebanyak 58 domain yang tercantum dalam laporan tersebut—termasuk situs web palsu dari The New York Times, The Los Angeles Times, The Wall Street Journal, Wired, The Guardian, New York Daily, dan UAE News—terbukti memiliki keterkaitan dengan infrastruktur Alibaba.

Tangkapan layar dari situs losangelestimesnet[.]com palsu yang terkait dengan Tiongkok, terhubung ke alamat IP dan ASN yang berafiliasi dengan Alibaba, serta meniru tampilan Los Angeles Times. (Sumber: Graphika)

Lebih lanjut, Graphika mengidentifikasi jaringan lain yang saling terhubung dari domain “berita” bertema negara, seperti canannews[.]com, yang tertaut melalui alamat IP dan ASN yang sama yang berafiliasi dengan Tencent. Domain-domain ini dibuat sekitar tanggal 27–28 Juni 2022. Setidaknya terdapat 99 domain yang tampak meniru saluran media internasional, termasuk BBC, yang di-hos pada alamat IP yang sama ini.

Temuan ini sejalan dengan investigasi Biro Investigasi Kriminal (CIB) Taiwan pada tahun 2025, yang menemukan bahwa sumber dari berbagai ancaman bom yang menargetkan pertunjukan Shen Yun berasal dari Institut Riset Huawei di Xi’an, Provinsi Shaanxi.

Pencucian Konten dan Penyamaran

Menurut laporan tersebut, kode sumber dasar untuk situs-situs yang diidentifikasi menunjukkan bahwa banyak gambar yang ditampilkan pada domain “berita” palsu tersebut tidak di-hos pada domain itu sendiri. Sebaliknya, gambar-gambar tersebut ditarik dari penyedia hos konten eksternal. Pengaturan ini dapat mempersulit pelacakan siapa yang mengunggah dan mengelola konten tersebut, serta dapat mengindikasikan bahwa beberapa administrator memiliki akses ke jaringan yang lebih luas.

Untuk artikel-artikel yang diamplifikasi oleh jaringan Spamouflage yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun, Graphika menemukan bahwa gambar-gambar di dalamnya di-hos pada server pribadi Alibaba Cloud di Hangzhou. Lembaga riset tersebut menilai bahwa hal ini kemungkinan merupakan upaya untuk mengaburkan asal-usul konten serta infrastruktur terkait. Namun, penggunaan infrastruktur Alibaba Cloud itu sendiri tidak serta-merta membuktikan bahwa Alibaba yang membuat konten tersebut atau mengarahkan operasi pengaruh tersebut secara langsung.

Amplifikasi media sosial yang terkoordinasi

Graphika menilai dengan tingkat keyakinan menengah bahwa sekumpulan 41 akun X dan tiga halaman Facebook yang terkait dengan jaringan Spamouflage berkoordinasi untuk membagikan tautan ke domain-domain palsu tersebut. Graphika mencatat bahwa akun-akun ini menunjukkan indikator yang selaras dengan perilaku tidak otentik, termasuk nama pengguna yang dibuat secara acak, stok foto profil, jaringan pengikut yang minimal, serta pengunggahan konten identik secara serempak, yang semuanya berfokus untuk menyudutkan Falun Gong dan Shen Yun. Pada tahun 2025, platform X telah menghapus ribuan akun bot yang melakukan serangan terhadap Falun Gong.

Contoh dari dua akun yang kemungkinan besar terkait dengan jaringan Spamouflage yang membagikan tautan ke sebuah artikel yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun, yang diunggah di weeklytimesnet[.]com, salah satu saluran media arus utama palsu. Allistir Meadows (kiri) adalah satu dari ratusan akun X yang jelas dibuat secara acak, termasuk dengan penggunaan nama Skotlandia palsu. (Sumber: Graphika)

Selain itu, para peneliti mencatat bahwa Mandiant (sekarang Google Threat Intelligence Group) sebelumnya telah mengamati adanya tumpang tindih antara domain media palsu dan aktivitas Spamouflage dalam kampanye HaiEnergy. Gabungan indikator-indikator ini menunjukkan bahwa konten anti-Falun Gong tersebut kemungkinan besar ditempatkan atas nama aktor terselubung, yang kemungkinan berafiliasi dengan Beijing.

“Partai Komunis Tiongkok telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk melakukan demonisasi terhadap Falun Gong dengan kebohongan yang nyata di dalam negeri Tiongkok,” tambah Browde. “Apa yang didokumentasikan oleh Graphika adalah bagaimana narasi serupa dapat dikemas ulang untuk audiens global. Temuan ini seharusnya menjadi perhatian bagi siapa pun yang peduli terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, serta integritas ruang informasi demokratis.”

Tentang Pusat Informasi Falun Dafa

Pusat Informasi Falun Dafa adalah organisasi riset dan advokasi yang berbasis di New York yang mendokumentasikan penganiayaan terhadap Falun Gong serta penindasan lintas negara yang menargetkan para praktisi. Sejak tahun 2000, Pusat Informasi ini telah menyediakan pelaporan, analisis, dan pengarahan kepada para pembuat kebijakan, media, serta pemangku kepentingan masyarakat sipil untuk mendukung akuntabilitas dan perlindungan kebebasan beragama atau berkeyakinan.

Kontak Media:
Levi Browde, Direktur Eksekutif
Pusat Informasi Falun Dafa
Email: [email protected]

Share