Ancaman Pembunuhan Terkoordinasi Tiongkok Targetkan Penayangan Film Taiwan dan Pejabat Pemerintah

Pesan ancaman tersebut menggunakan alamat surel yang sama, yakni twwar888888@gmail.com, dan menargetkan Dewan Kota Tainan di Taiwan—lokasi pemutaran film State Organs—serta Pusat Seni Pertunjukan San Jose di Amerika Serikat, yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun.

Pesan ancaman tersebut menggunakan alamat surel yang sama, yakni [email protected], dan menargetkan Dewan Kota Tainan di Taiwan—lokasi pemutaran film State Organs—serta Pusat Seni Pertunjukan San Jose di Amerika Serikat, yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun.

Antara Oktober 2024 hingga Januari 2025, media Taiwan dan produser film dokumenter mencatat lebih dari 80 ancaman tewas yang ditujukan kepada berbagai lembaga di Taiwan terkait penayangan dokumenter State Organs. Film pemenang penghargaan yang dirilis pada 2024 ini menginvestigasi praktik perampasan organ paksa yang disetujui negara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Praktik ini telah didokumentasikan secara luas oleh investigasi independen, termasuk China Tribunal tahun 2019 yang diketuai oleh Sir Geoffrey Nice QC. Tribunal tersebut menyimpulkan bahwa perampasan organ paksa dari tahanan hati nurani—terutama mereka praktisi Falun Gong—telah terjadi secara nyata “melampaui keraguan yang beralasan.”

Pusat Informasi Falun Dafa (FDIC) telah meninjau catatan surat-surat ancaman tersebut dan mencatat adanya kemiripan yang mengerikan dengan taktik penindasan lintas negara yang digunakan di Amerika Serikat terhadap Shen Yun, sebuah perusahaan tarian klasik Tiongkok asal Amerika yang didirikan oleh mereka yang berlatih Falun Gong. Berdasarkan Transnational Repression Incident Tracker (Pelacak Insiden Penindasan Lintas Negara) milik FDIC, PKT telah terlibat dalam kampanye ancaman, pelecehan, dan intimidasi berkelanjutan yang menyasar mereka yang berlatih Falun Gong serta lembaga-lembaga afiliasinya di seluruh dunia.

Ancaman Terdokumentasi Terkait Penayangan ‘State Organs’ antara Oktober 2024 – Januari 2025. Media Taiwan dan produser Cindy Song telah mencatat lebih dari 80 ancaman yang menyasar individu serta lembaga yang berafiliasi dengan film dokumenter tersebut hingga 20 Februari 2024. Pola pelecehan ini selaras dengan taktik penindasan lintas negara yang lebih luas oleh PKT, sebagaimana didokumentasikan dalam Transnational Repression Incident Tracker (Pelacak Insiden Penindasan Lintas Negara). Jumlah ini diperkirakan dapat berubah seiring dengan perkembangan insiden di lapangan.

Email Identik Digunakan dalam Ancaman

Bukti menunjukkan adanya kampanye ancaman terkoordinasi yang melanda berbagai negara, di mana para pelaku menggunakan alamat email yang sama dan bahasa yang hampir identik. Ancaman yang menargetkan pemutaran film State Organs di Taiwan serupa dengan ancaman yang diarahkan pada pertunjukan Shen Yun di Amerika Serikat, mengikuti pola penindasan lintas negara yang terkait dengan taktik intimidasi lebih luas oleh PKT.

Di Taiwan, sejumlah bioskop yang menyelenggarakan penayangan State Organs, instansi pemerintah, serta anggota legislatif setempat menerima email ancaman dalam bahasa Mandarin. Beberapa di antaranya secara terang-terangan mengancam akan melakukan penembakan massal, pengeboman, hingga serangan siber guna menghentikan distribusi film tersebut. Salah satu pesan yang sangat mengerikan berbunyi:

“Perintahkan pembatalan seluruh pemutaran State Organs di masa mendatang di Tainan sebelum jam 3 sore besok, batalkan semua kerja sama dengan Lion Film and Television Culture Co. [perusahaan distribusi State Organs]! Dan perintahkan semua anggota legislatif untuk mengunggah pernyataan publik di Facebook; jika saya tidak melihat pernyataan tersebut besok sore, saya akan menyusup ke gedung legislatif Tainan di Jalan Yonghua No. 2, Seksi 2, Distrik Anping, Tainan, lalu tiba-tiba mengeluarkan senjata dan menembak siapa pun yang terlihat!!!”

Email yang dikirim dari alamat [email protected] ini disertai dengan foto peluru dan pistol, serta ditujukan kepada Dewan Kota Tainan menjelang jadwal penayangan film pada Desember 2024. Ancaman serupa juga dikirimkan ke Biro Kepolisian Kriminal, Dewan Kota Taipei, dan berbagai institusi publik lainnya.

Insiden serupa terjadi di Amerika Serikat pada pagi hari tanggal 11 Desember 2024, ketika sebuah email ancaman pembunuhan dikirimkan kepada Asosiasi Falun Dafa Atlanta, penyelenggara lokal pertunjukan Shen Yun di Atlanta Symphony Hall selama pekan Natal mendatang. Menggunakan alamat email yang sama, pengirim mengancam akan melakukan penembakan massal jika pertunjukan Shen Yun tetap digelar di gedung tersebut. Dalam waktu 30 menit, ancaman yang hampir identik juga dikirimkan ke layanan tiket wilayah San Francisco Bay Area, yang mengelola penjualan tiket Shen Yun untuk San Jose Performing Arts Center.

Selain ancaman langsung, para pelaku juga memalsukan identitas sejumlah tokoh terkemuka untuk meningkatkan ketakutan dan kebingungan. Sebuah email ancaman bom yang dikirim ke Rumah Sakit Kristen Changhua di Taiwan dan ancaman serupa ke Tobin Center for the Performing Arts di San Antonio, Texas, keduanya secara sepihak mengatasnamakan Guan Jianzhong, pimpinan Lion Film and Television Culture Co., perusahaan yang mendistribusikan State Organs di Taiwan.

(Kiri) Email ancaman bom yang dikirim ke Rumah Sakit Kristen Changhua di Taiwan. (Kanan) Email ancaman lainnya yang dikirim ke Tobin Center for the Performing Arts di San Antonio, Texas. Kedua ancaman tersebut secara sepihak mengatasnamakan Guan Jianzhong, distributor film State Organs di Taiwan.

Ancaman Terkoordinasi Targetkan Tokoh Dunia

Sebuah pola yang mengkhawatirkan telah muncul, di mana ancaman terkoordinasi menargetkan para pejabat tinggi terpilih di Taiwan maupun Amerika Serikat. Di antara lebih dari 80 ancaman yang terdokumentasi di Taiwan, setidaknya empat di antaranya secara eksplisit menyebutkan serangan terhadap Kantor Kepresidenan, dan dua lainnya secara langsung mengancam akan membunuh Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Satu email peringatan berbunyi:

“Jika penayangan State Organs terus berlanjut di Taiwan, Lai Ching-te akan ditembak dari jarak jauh oleh penembak jitu, dan anggota pemerintahan kepresidenan akan terus berada dalam bahaya!”

Hal serupa juga terjadi di Amerika Serikat setelah masa jabatan kedua Presiden Trump dimulai pada Januari 2025. Ancaman yang tercatat mencakup pesan-pesan yang bersumpah akan membunuh Presiden dan membakar habis Dragon Springs, markas besar Shen Yun Performing Arts. Ancaman-ancaman ini, yang menggunakan bahasa yang sama dan berasal dari alamat email yang serupa, menunjukkan adanya kampanye global yang terencana untuk mengintimidasi dan mengguncang institusi-institusi Amerika melalui penyebaran rasa takut.

Kampanye Penindasan PKT yang Lebih Luas

Biro Investigasi Kriminal Taiwan telah meluncurkan penyelidikan dan memperketat langkah-langkah keamanan di seluruh rangkaian acara terkait. Meskipun otoritas berwenang belum mendeteksi keberadaan bahan peledak fisik atau ancaman keselamatan langsung, mereka mengidentifikasi adanya pola jelas yang konsisten dengan kampanye pelecehan yang terkait dengan taktik penindasan ala PKT.

PKT memiliki rekam jejak panjang dalam melakukan penindasan lintas negara, menggunakan ancaman, serangan siber, dan pemaksaan untuk membungkam para kritikus di luar perbatasan Tiongkok—termasuk satu-satunya penyintas perampasan organ paksa yang diketahui. Investigasi terbaru oleh Pusat Informasi Falun Dafa mengungkap adanya kampanye global untuk menyabotase pertunjukan Shen Yun melalui ancaman bom, intimidasi terhadap lokasi acara, dan gangguan siber. Taktik tersebut sangat mirip dengan ancaman yang kini menargetkan pemutaran film State Organs di Taiwan.

Ancaman tewas yang terkoordinasi terhadap pemutaran film State Organs di Taiwan—dan kemiripannya yang mencolok dengan taktik intimidasi yang diarahkan pada Shen Yun di Amerika Serikat—menunjukkan adanya pola penindasan lintas negara yang konsisten dengan operasi PKT di masa lalu. Dengan memanfaatkan ancaman siber, taktik penyamaran, dan kekerasan langsung, para pelaku ancaman yang selaras dengan tujuan PKT berupaya membungkam perbedaan pendapat dan mengendalikan narasi global mengenai perampasan organ paksa.

Seiring dengan meningkatnya pengawasan internasional, sangat penting bagi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil untuk bersatu dalam membela kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, guna memastikan kebenaran menang atas ketakutan serta penyensoran.

Untuk konteks tambahan mengenai taktik yang kian meningkat ini, silakan lihat analisis mendalam terkait upaya penindasan yang terkait dengan PKT dalam laporan-laporan berikut:

Share