Hari Hak Asasi Manusia 2024: Bantu Selamatkan Kerabat Warga Amerika

(Foto atas izin Minghui, disunting oleh Faluninfo)

(Foto atas izin Minghui, disunting oleh Faluninfo)

Hari ini, 10 Desember, menandai Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Saat orang-orang di seluruh dunia memperingati momen ini, Pusat Informasi Falun Dafa mengajak Anda untuk bertindak membantu menyatukan kembali keluarga yang terkoyak oleh penganiayaan di Tiongkok. Ibu yang terpisah dari anak perempuannya, suami yang terpisah dari istrinya, dan anak-anak yang menjadi yatim piatu—kenyataan yang memilukan ini adalah akibat dari penganiayaan keyakinan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang menyasar praktisi Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang damai.

Kampanye rezim Tiongkok untuk melenyapkan Falun Gong tetap menjadi salah satu krisis hak asasi manusia terbesar—namun juga kurang diberitakan—di dunia. Pengalaman masa lalu telah berulang kali menunjukkan bahwa perhatian internasional terhadap tahanan politik dan agama (keyakinan) di Tiongkok dapat memperbaiki perlakuan terhadap mereka dan bahkan menyelamatkan nyawa.

Berikut adalah dua kasus orang-orang tidak bersalah yang dipenjara di Tiongkok karena melakukan latihan atau menyebarkan informasi tentang Falun Gong dan hak asasi manusia. Kerabat mereka di Amerika Serikat sedang bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penderitaan mereka. Mohon luangkan waktu sejenak untuk membaca kisah mereka dan berikan dukungan Anda dengan menandatangani petisi mereka.

Keluarga Lydia Wang: Seorang Ibu yang Dipisahkan dari Anak-anaknya

Lydia Wang dan ibunya, Aihua LiuLiu

Ibunya Lydia Wang, Aihua Liu, telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara di Tiongkok karena advokasi yang dilakukannya. Sebagai ibu dari dua warga negara AS yang tinggal di New York, ketiadaannya meninggalkan kekosongan yang sangat menyakitkan dalam hidup mereka. Terlepas dari berbagai tantangan, Lydia dan saudara laki-lakinya telah meluncurkan petisi yang tulus, memohon kepada masyarakat dunia untuk bersuara melawan ketidakadilan ini. Dengan menandatangani petisi Lydia, Anda dapat bergabung dengan lebih dari 11.000 penandatangan lainnya dan memperkuat seruan mereka untuk pembebasannya.

Kisah Karen Kang: Seorang Keponakan dalam Bahaya

Hou Lijun (Tengah) bersama mendiang ibunya, Kang Shuqin, dan ayahnya.

Keponakan Karen Kang, Hou Lijun, menghadapi nasib serupa, namun ia juga sangat membutuhkan perawatan medis segera. Ditangkap di Tiongkok karena melakukan latihan Falun Gong, ia menanggung kenyataan kelam dari sistem yang menindas kebebasan spiritual, di mana penindasan tersebut juga telah menewaskan ibunya karena berlatih Falun Gong. Permohonan Karen untuk mendapatkan pembebasan bersyarat medis bagi keponakannya menyoroti betapa buruknya perlakuan kejam PKT terhadapnya. Petisinya mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk menuntut pembebasannya kepada pejabat Tiongkok. Dukung upaya Karen dengan menandatangani di sini.

Share