Ibu dari Alisa Zhou

Wang Youmei, ibu dari seorang akuntan asal Maryland, telah ditempatkan di bawah penahanan kriminal di Wuhan, Provinsi Hubei, karena advokasi Falun Gong yang dilakukannya. Kami menyerukan pembebasannya segera.

(Foto: Alisa Zhou dan ibunya, Wang Youmei.)

Ringkasan Kasus

Wang Youmei / 王友梅 – Jenis Kelamin: Perempuan, Tahun Lahir: 1965.

Status Saat Ini: Ditempatkan di bawah penahanan kriminal pada 30 April 2026.

Alasan: Alasan resmi tidak diungkapkan kepada anggota keluarga.

Penahanan Sebelumnya: Tahun 2000 (tiga kali); tahun 2004.

Laporan Penyiksaan: Ya.

Lokasi Saat Ini: Rumah Tahanan No. 1 Wuhan, Provinsi Hubei.

Kediaman Keluarga: Amerika Serikat (AS).

Latar Belakang Keluarga

Wang Youmei: Lahir pada tahun 1965, berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei. Beliau mulai ikut latihan Falun Gong pada tahun 1999, dan sejak itu kesehatan fisiknya membaik secara signifikan. Pada tahun 2007, beliau terpaksa keluar dari pekerjaannya di Perusahaan Pemeringkatan Biji-bijian Xinzhou Yangluo akibat penganiayaan yang terus berlangsung terhadap Falun Gong. Sejak penganiayaan tersebut dimulai, beliau aktif melakukan berbagai kegiatan advokasi, termasuk membagikan materi-materi informasi terkait Falun Gong.

Sang Anak – Alisa: Lahir di Provinsi Hubei; saat ini bekerja sebagai akuntan di Maryland, Amerika Serikat. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Tiongkok sebelum pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini, Alisa sedang aktif menyuarakan desakan agar ibunya segera dibebaskan.

Linimasa Kasus

  • 15 April 2026: Ditangkap dan Ditahan
    Pada 15 April 2026, Biro Keamanan Publik Kawasan Baru Sungai Yangtze Wuhan mengerahkan sejumlah besar petugas dan menangkap sekitar 17 praktisi Falun Gong dari Kelurahan Yangluo dan daerah sekitarnya. Wang termasuk di antara mereka yang ditangkap setelah polisi melakukan pengintaian secara rahasia selama berbulan-bulan terhadap dua kelompok belajar Falun Gong. Beliau dijatuhi hukuman 15 hari penahanan administratif di Rumah Tahanan No. 1 Wuhan, terhitung dari 16 April hingga 1 Mei 2026. Aparat juga menggeledah rumahnya dan menyita tiga laptop, buku-buku Falun Gong, serta materi-materi terkait.
  • 30 April 2026: Dipindahkan ke Penahanan Kriminal
    Setelah masa penahanan administratifnya yang selama 15 hari selesai, Wang, bersama dengan dua praktisi lainnya, langsung dimasukkan ke dalam penahanan kriminal. Hal ini memperpanjang masa pemenjaraan sewenang-wenang terhadap dirinya.
  • 2007: Dipaksa Keluar dari Pekerjaan
    Kantor 610 di Kelurahan Xinzhou, Kota Wuhan, menekan tempat kerja Wang agar memecatnya, yang mengakibatkan beliau dipaksa keluar dari pekerjaannya.
  • Maret 2004: Ditahan secara Ilegal di Pusat Cuci Otak
    Pada 10 Maret 2004, polisi setempat menjemput paksa Wang dari tempat kerjanya dan menahannya secara ilegal di sebuah pusat cuci otak. Di sana, ia mengalami penyiksaan fisik dan mental, seperti dipaksa begadang (tidak diizinkan tidur), dipaksa berdiri atau berlutut dalam waktu yang sangat lama, diborgol, hingga dikurung di sel isolasi.
  • Maret 2003: Upaya Penculikan Gagal
    Delapan petugas dari kantor polisi setempat dan biro keamanan publik menerobos masuk ke rumah Wang untuk membawanya pergi tanpa prosedur hukum yang sah. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan berkat desakan dan protes dari warga sekitar.
  • Oktober 2000: Satu Tahun di Kamp Kerja Paksa
    Polisi setempat mengirim Wang untuk menjalani hukuman satu tahun “pembinaan kembali melalui kerja” di sebuah Kamp Kerja Paksa di Wuhan, Provinsi Hubei.
  • Mei 2000: Ditahan Lebih dari 3 Bulan
    Wang sempat ditahan selama lebih dari 60 hari di Pusat Cuci Otak Liuji, Wuhan, dan dipaksa mendengarkan propaganda-propaganda sepihak. Karena ia tetap teguh dan menolak melepaskan keyakinannya, masa penahanannya diperpanjang selama 30 hari lagi di pusat penahanan Wuhan sebelum akhirnya dibebaskan.
  • Januari 2000: Penahanan Pertama
    Polisi setempat menangkap Wang di jalan dan menahannya selama 15 hari di pusat penahanan Wuhan. Akibat peristiwa ini, ia kehilangan pekerjaannya sebagai wakil manajer di Perusahaan Perdagangan Biji-Bijian Xinzhou Yangluo.

Berita & Aksi

  • 12 Mei 2026: Alisa Bertemu dengan Dustin DeGrande, Pejabat Dinas Luar Negeri di Departemen Luar Negeri AS
    Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Senator Van Hollen di Washington D.C. Dalam pertemuan itu, Alisa menceritakan tentang penahanan ibunya dan meminta bantuan untuk menyusun surat yang ditujukan kepada Xi Jinping, duta besar Tiongkok, Gubernur Provinsi Hubei, atau Wali Kota Wuhan, guna mendesak pembebasan ibunya.
  • 9 Mei 2026: Alisa Diwawancarai oleh Epoch Times
    Dalam wawancara tersebut, Alisa mengenang kembali bagaimana ia sejak kecil menyaksikan keluarganya berulang kali dipisahkan dan d tercerai-berai oleh PKT karena melakukan latihan Falun Gong. Ia mengetuk hati masyarakat Amerika untuk membantu membebaskan ibunya serta dua praktisi Falun Gong lainnya yang saat ini ditahan di Tiongkok.
  • 1 Mei 2026: Alisa Mengirim Surat kepada Senator Maryland Chris Van Hollen dan Angela Alsobrooks, serta Anggota DPR Jamie Raskin
    Alisa menceritakan kembali bagaimana keluarganya mulai melakukan latihan Falun Gong saat ia masih berusia enam tahun, dan bagaimana latihan tersebut membawa perubahan yang sangat baik bagi kesehatan mereka. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi ketakutan pada tahun 1999. “Saya sangat mencemaskan keselamatan mereka karena saya tahu banyak praktisi Falun Gong di Tiongkok yang mengalami penganiayaan hingga tewas demi mempertahankan keyakinan mereka,” tulis Alisa dalam suratnya. “Ayah dan saudara laki-laki saya juga sangat mengkhawatirkan arah perkembangan situasi ini.” Alisa mengungkapkan rasa syukurnya bisa tinggal dan menetap di Maryland, serta mendesak para wakil rakyatnya tersebut untuk mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ secara Paksa (S.4009) di Kongres.


Mari Bertindak

Kirim surat dukungan langsung untuk Ibunda Alisa

Bagikan Halaman Ini ke Media Sosial

Share