Jelang Peringatan Penindasan, 40 Anggota Parlemen Kanada Desak Perdana Menteri Perjuangkan HAM Falun Gong
Pada 19 Juli 2022, sebanyak 40 anggota parlemen Kanada menandatangani surat bersama yang ditujukan kepada Perdana Menteri Trudeau dan Menteri Luar Negeri Mélanie Joly. Mereka mendesak pemerintah untuk mengakui urgensi terkait penganiayaan terhadap Falun Gong serta mengambil langkah-langkah kebijakan diplomatik guna mengakhiri penindasan tersebut.
OTTAWA—Hari ini, melalui surat bersama, 40 anggota parlemen mendesak Perdana Menteri Trudeau dan Menteri Luar Negeri Mélanie Joly agar memasukkan isu Falun Gong ke dalam kebijakan luar negeri Kanada. Mereka juga menyerukan agar penganiayaan terhadap kelompok spiritual tersebut di Tiongkok segera dihentikan. Surat ini dikirim menjelang 20 Juli, hari yang menandai 23 tahun dimulainya kampanye kekerasan oleh PKT untuk membasmi Falun Gong.
Surat tersebut diprakarsai oleh Judy Sgro dari Partai Liberal dan Garnett Genuis dari Partai Konservatif, yang merupakan ketua bersama dari kelompok Sahabat Parlemen untuk Falun Gong. Surat ini ditandatangani oleh para anggota parlemen dari kedua pihak di DPR.


Surat tersebut menyatakan: “Kami, para anggota parlemen yang bertanda tangan di bawah ini, mendesak pemerintah untuk memasukkan Falun Gong secara eksplisit ke dalam Kerangka Kebijakan Tiongkok pada Urusan Global Kanada (sebagaimana kelompok teraniaya lainnya telah dicantumkan), mengutuk serangan PKT yang terus berlanjut terhadap keyakinan damai ini, serta menyerukan agar penganiayaan di Tiongkok segera dihentikan.”
Telah menjadi perhatian kami bahwa terdapat bukti yang sangat kuat, terverifikasi, dan melimpah yang membuktikan bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong tetap menjadi kampanye terbesar dan paling kejam yang menyasar rakyat Tiongkok, tidak hanya secara regional, tetapi juga secara nasional di daratan Tiongkok saat ini.
Selama 23 tahun, PKT telah melakukan penangkapan sewenang-wenang secara besar-besaran, penyiksaan, pembunuhan, serta perampasan organ secara paksa dalam skala luas terhadap para tahanan keyakinan Falun Gong di seluruh Tiongkok. Tindakan ini telah menghancurkan kehidupan puluhan juta orang yang tidak bersalah beserta keluarga mereka.
Hal ini mencakup kampanye propaganda yang menghancurkan untuk menyebarkan kebencian dan kefanatikan terhadap Falun Gong di dalam negeri Tiongkok maupun di komunitas internasional.”
Surat tersebut juga melampirkan bukti dari laporan pihak ketiga—termasuk pelapor khusus PBB, Freedom House, Amnesty International, DPR Amerika Serikat, serta para pakar—yang menyatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi.
Para anggota parlemen mencatat bahwa: “Sangat disayangkan, belum pernah ada kesenjangan yang begitu besar antara sebuah krisis kemanusiaan dengan sikap diam dunia internasional sebagaimana yang terlihat dalam penindasan terhadap Falun Gong selama dua dekade terakhir. Sudah saatnya kita bersuara membela mereka.”
Ditandatangani oleh:
Ziad Aboultaif, Anggota Parlemen (AP); Mel Arnold, AP; Yvan Baker, AP; Bob Benzen, AP; James Bezan, AP; Colin Carrie, AP; Michael Cooper, AP; Marc Dalton, AP; Raquel Dancho, AP; Ted Falk, AP; Garnett Genuis, AP; Angelo Iacono, AP; Tom Kmiec, AP; Robert Kitchen, AP; Damien Kurek, AP; Stephanie Kusie, AP; Mike Lake, AP; Melissa Lantsman, AP; Ron Liepert, AP; Elizabeth May, AP; Larry Maguire, AP; John McKay, AP; Richard Martel, AP; Kelly McCauley, AP; Dan Muys, AP; Rick Perkins, AP; Anna Roberts, AP; Scott Reid, AP; Kyle Seeback, AP; Judy Sgro, AP; Warren Steinley, AP; Shannon Stubbs, AP; Rachael Thomas, AP; Ryan Turnbull, AP; Arnold Viersen, AP; Brad Vis, AP; Cathay Wagantall, AP; Michael L. MacDonald, Senator; Kim Pate, Senator; Don Plett, Senator.






