Pusat Penahanan Chaoyang

Pusat Penahanan Chaoyang berjarak 10 mil dari Stadion Nasional yang digunakan selama Olimpiade, tempat upacara pembukaan dan penutupan diselenggarakan pada tahun 2008 dan 2022.

Beroperasi sejak awal penindasan pada 1999, polisi di sini sangat brutal terhadap praktisi Falun Gong. Wanita ditelanjangi secara paksa, tua dan muda sama-sama dipukuli hingga berdarah, banyak pria keluar dari pusat penahanan ini dengan tulang patah, dan hampir semuanya dilarang menggunakan kamar mandi. Sebaliknya, sipir menggunakan metode penyiksaan yang disebut “papan besar”, memaksa para praktisi melepas celana lalu mengikat mereka pada papan kayu. Seorang praktisi mendapati “darah haid dan urine” mengalir di papan kayu yang terikat di kakinya, sementara seorang polisi wanita menyumbat mulutnya dengan kaus kaki kotor dan memplesternya rapat-rapat.

Praktisi yang tidak menyebutkan nama dipukuli secara kejam hingga tubuh mereka penuh lebam. Wajah beberapa praktisi dipukuli sampai tidak dapat dikenali lagi, dan ada praktisi yang disiram air dingin lalu ditempatkan di luar ruangan hingga membeku. Beberapa lainnya dikirim ke kantor polisi untuk dipukuli sampai penuh luka, hanya untuk dikembalikan lagi kemudian. Sejumlah polisi bahkan membakar kitab suci dan gambar-gambar spiritual mereka. Saat para praktisi menerjang api untuk memadamkannya demi menyelamatkan gambar-gambar tersebut, mereka dipukuli dengan sangat kejam.


Tahanan Hati Nurani yang Disorot

Zhai Zihui, wanita warga asli Kabupaten Faku, Provinsi Liaoning, adalah seorang guru tari di Beijing sejak 2013. Dia mulai berlatih Falun Gong pada 2019 dan dipanggil oleh polisi beberapa bulan kemudian, yakni pada bulan Agustus, karena mengirim pesan kepada seorang teman tentang Falun Gong melalui WeChat.

Pada 17 April 2021, rumah Gu Xiaohua (wanita) digeledah oleh polisi dan mereka menyita buku-buku Falun Gong miliknya beserta belasan ponsel.


Warga Beijing berusia 72 tahun tersebut diadili oleh Pengadilan Distrik Chaoyang pada 19 April 2021 karena keyakinannya terhadap Falun Gong. Pengacaranya tidak diizinkan untuk membelanya di pengadilan.


Selama lebih dari setahun, Pusat Penahanan Distrik Chaoyang menolak memberikan izin kepada pengacara Gu untuk menjenguknya. Pengacara tersebut mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan kepada pengadilan beberapa kali, namun ditolak oleh hakim.

Share