Warga Shandong Berusia 76 Tahun Dipenjara untuk Ketiga Kalinya karena Keyakinannya pada Falun Gong
yi xiangyang(minghui.org/disunting-oleh-faluninfo)
Yi Xiangyang (juga dikenal sebagai Yin Xiangyang), seorang petani berusia 76 tahun dari Desa Liujia, Kota Longkou, Provinsi Shandong, mulai menjalani hukuman di Penjara Provinsi Shandong pada 11 Juni 2025. Menurut laporan dari Minghui.org dan Weiquanwang—situs yang menghimpun laporan pelanggaran terhadap pembela hak asasi manusia di seluruh Tiongkok—Yi saat ini menjalani hukuman lima setengah tahun penjara. Ia dijatuhi hukuman tersebut setelah menyebarkan informasi mengenai penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang telah mengalami penindasan secara brutal di Tiongkok sejak tahun 1999.
Ditangkap dan Dipenjarakan dalam Waktu 3 Bulan
Yi ditangkap pada pagi hari tanggal 5 Maret oleh petugas dari Kantor Polisi Xinjia dan dibawa ke Pusat Tahanan Kota Longkou pada sore harinya. Di hari yang sama, petugas berupaya menggeledah kediamannya, namun tidak ada orang yang membukakan pintu.
Delapan hari kemudian, pada 13 Maret, lima petugas berpakaian sipil kembali mendatangi kediamannya—kali ini dengan membawa seorang tukang kunci. Tanpa memperkenalkan diri, mereka melepas lubang kunci pada pintu dan memasukkan batang besi panjang untuk membobol kunci. Terkejut dan mengira hal itu sebagai aksi perampokan, istri Yi yang berusia 75 tahun, Wu Manping, merasa sangat ketakutan. Setelah itu akhirnya para petugas baru mengaku diri mereka dan memerintahkan tukang kunci untuk membongkar paksa sepenuhnya kunci pintu tersebut.
Selama penggeledahan berlangsung, dua petugas menahan Wu sementara yang lainnya menggeledah rumah tersebut. Mereka menyita tiga alat pemutar musik dan beberapa medali kecil Falun Gong. Dalam kesempatan tersebut, Wu baru diberitahu bahwa suaminya telah resmi ditahan sehari sebelumnya, yakni pada 12 Maret.
Yi kemudian menjalani persidangan jarak jauh melalui panggilan video ponsel oleh Pengadilan Kota Longkou. Meski tanggal persidangan tidak jelas, ia dijatuhi hukuman lima setengah tahun penjara. Pada 11 Juni, ia dipindahkan ke Penjara Pria Provinsi Shandong (yang juga dikenal sebagai Penjara Provinsi Shandong).
Rentetan penganiayaan sebelumnya
Vonis terbaru terhadap Yi merupakan bagian dari sejarah panjang penganiayaan yang dialaminya. Selama dua dekade terakhir, ia telah ditangkap setidaknya 18 kali dan telah menjalani dua masa hukuman penjara masing-masing selama lima tahun, yakni pada periode Oktober 2004 hingga Oktober 2009, serta Agustus 2014 hingga Agustus 2019. Istrinya, Wu, juga kerap menjadi sasaran penangkapan. Menyusul sebuah insiden pada 27 Oktober 2014, ia dijatuhi hukuman tiga tahun empat bulan penjara dan baru dibebaskan pada Februari 2018.
Pasangan tersebut beserta putra mereka ditangkap pada Oktober 1999 karena melakukan perjalanan ke Beijing untuk mengajukan permohonan damai bagi Falun Gong. Wu dan putranya ditahan selama satu bulan dan didenda lebih dari 4.000 yuan. Pada Februari 2000, menjelang Tahun Baru Imlek, pasangan ini kembali ditangkap di Beijing. Di kantor perwakilan Longkou, mereka diikat di kursi selama dua hari.
Yi telah mengalami pemukulan, kurang tidur, serta berbagai bentuk penyiksaan selama berada dalam tahanan. Pada Oktober 2000, pihak kepolisian setempat melakukan pemukulan yang menyebabkan gigi depannya rontok

Selama menjalani masa hukuman pada tahun 2005 di Penjara Pria Provinsi Shandong, ia dilarang menggunakan toilet, dicekoki air pedas secara paksa, dan mengalami penyiksaan menggunakan sikat gigi yang diputar. Pada tahun 2006, ia dipaksa berjongkok selama hampir 20 jam setiap hari selama berminggu-minggu. Ia kemudian menjadi sasaran penyiksaan tanpa henti selama hampir 100 jam, yang mengakibatkan patah tulang dan luka lebam di sekujur tubuhnya.
Pada Juli 2014, ia ditahan dan dipukuli karena menyebarkan materi informasi mengenai Falun Gong. Ia kembali ditangkap pada Agustus 2014 dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.
Penjara Pria Provinsi Shandong
Penjara Pria Provinsi Shandong, tempat Yi ditahan saat ini, dikenal kejam dalam memperlakukan para praktisi Falun Gong. Bangsal Kesebelas di penjara tersebut dikenal sebagai salah satu unit yang paling brutal. Otoritas penjara telah menerapkan taktik ‘transformasi’ kekerasan untuk memaksa para praktisi melepaskan keyakinan mereka. Metode ini meliputi pemukulan, perampasan waktu tidur yang berkepanjangan, paksaan duduk di bangku kecil, serta berbagai bentuk pelecehan psikologis.

Seorang praktisi, Wang Zhongshi ( laki-laki ) dari Kota Zibo, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan dipindahkan ke Bangsal Kesebelas pada November 2021. Ia meninggal dunia dalam tahanan pada 22 Juli 2024 di usia 71 tahun..
Pemenjaraan Yi menambah deretan bukti mengenai penganiayaan agama yang terus berlanjut di Tiongkok, yang secara khusus menyasar para praktisi lansia Falun Gong. ‘kesalahan’ mereka hanyalah keyakinan damai pada prinsip sejati, baik, dan sabar









