Warga Shanghai Meninggal pada Malam Natal, Dipenjara karena Mencetak Uang Kertas dengan Informasi Falun Gong

Jiang Linying

Jiang Linying

Seorang warga Shanghai dan mantan pekerja pabrik tekstil, Jiang Linying meninggal di pusat penahanan pada tanggal 24 Desember 2022. Ia berusia 69 tahun. Ia ditahan dengan hukuman empat tahun karena berlatih Falun Gong. Rezim komunis Tiongkok telah menganiaya para pengikut ajaran spiritual Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, sejak tahun 1999.

Pada sore hari tanggal 24 Desember 2022, suami Jiang menerima telepon dari Pusat Penahanan Distrik Baoshan. Ia diberitahu bahwa istrinya dalam kondisi kritis dan telah dibawa ke rumah sakit. Ia menanyakan tentang kondisi istrinya dan rumah sakit tempat ia dibawa. Penelepon menolak untuk menjawab, mengatakan bahwa itu bersifat rahasia, dan menolak permintaannya untuk mengunjungi istrinya.

Beberapa jam kemudian, seorang petugas keamanan lain menelepon dari ponsel (+86-18100051158) dan mengatakan bahwa Jiang mengalami kesulitan bernapas dan dokter mengeluarkan pemberitahuan kondisi kritis untuknya. Petugas keamanan tersebut tetap menolak hak kunjungan keluarga dan mengatakan bahwa memberi tahu mereka tentang kondisinya sudah cukup. Pihak keluarga marah, menuntut untuk menemuinya, tetapi sia-sia. 

Pada pukul 22.29, petugas keamanan yang sama menelepon dari nomor ponsel yang sama dan memberi tahu keluarga bahwa Jiang telah meninggal. Belum dipastikan apakah keluarga diizinkan untuk menemuinya setelah kematiannya.

Riwayat Penahanan dan Penyiksaan

Jiang, seorang pensiunan pekerja pabrik tekstil, mulai berlatih Falun Gong pada Februari 1999. Lima bulan kemudian, ketika Partai Komunis Tiongkok mulai menganiaya Falun Gong, ia dipenjara dua kali, dengan hukuman 3,5 tahun dan 5 tahun, dan ditahan di kamp kerja paksa selama 15 bulan.

Saat berada di penjara, Jiang disiksa dengan berbagai metode seperti: suntikan obat paksa yang merusak sistem saraf pusat, pemukulan fisik brutal, dipaksa berdiri atau duduk di bangku kecil dalam waktu lama, dilarang menggunakan toilet, kekurangan makanan, dan dipaksa makan berlebihan.

Pada tanggal 25 Oktober 2018, sekelompok petugas mendatangi rumah Jiang untuk memperingatkannya agar tidak meninggalkan rumah selama Pameran Impor Internasional Tiongkok di Shanghai yang akan diadakan dari tanggal 5 hingga 10 November 2018. Mereka mengancam akan menahannya jika ia keluar dan berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. Mereka berkata kepadanya, “Jika kamu ingin merawat ibumu yang sudah tua, tetaplah di rumah! Jika kamu tidak mendengarkan kami, bersiaplah untuk masuk penjara!”

Pada tanggal 3 Februari 2021, polisi melecehkan Jiang di rumahnya dan memerintahkannya untuk menandatangani pernyataan yang menolak Falun Gong. Ketika ia menolak, mereka menangkapnya dan menggeledah rumahnya, menyita buku-buku Falun Gong dan komputernya. Polisi juga menyita 274 lembar uang kertas senilai total 2.900 yuan, yang dicetak dengan informasi tentang Falun Gong sebagai cara untuk menghindari sensor. Ibu Jiang sangat terpukul oleh penganiayaan tersebut dan meninggal tak lama kemudian.

Jiang ditahan di Pusat Penahanan Baoshan. Sementara itu, polisi mendatangi toko-toko di dekat rumahnya dan menanyai para pedagang apakah Jiang telah menggunakan uang kertas yang bertuliskan informasi tentang Falun Gong. Empat saksi memberikan kesaksian yang memberatkan dirinya, mengklaim bahwa ia menggunakan uang kertas bertanda tersebut untuk membeli sayuran antara akhir Januari dan awal Februari 2021.

Jiang ditangkap pada tanggal 9 Maret tahun itu. Beberapa minggu kemudian, pada tanggal 26 Maret, ia mengalami serangan asma dan menderita demam serta batuk yang terus-menerus. Para penjaga pusat penahanan tidak membawanya ke dokter hingga tanggal 2 April, ketika dokter menemukan bahwa ia menderita pneumonia.

Polisi menyerahkan kasus Jiang ke Kejaksaan Distrik Baoshan pada awal Mei 2021. Khawatir akan kesehatannya, keluarganya menuntut pembebasannya, namun sia-sia. Setelah lebih dari setahun ditahan, Jiang dijatuhi hukuman empat tahun oleh Pengadilan Distrik Jing’an pada 8 September 2022. Ia mengajukan banding, tetapi pengadilan tingkat menengah setempat memutuskan untuk mempertahankan putusan semula. Tiga bulan dan dua minggu kemudian, pada 24 Desember 2022, ia meninggal dalam tahanan.

Informasi kontak pelaku:

  • Pusat Penahanan Distrik Baoshan: +86-21-28959537
  • Petugas penjaga pusat penahanan yang memberi tahu keluarga tentang meninggalnya Ibu Jiang: +86-18100051158
  • Tang Min (唐敏), kepala Pusat Penahanan Distrik Baoshan: +86-21-28959530
Share