Hakim Federal Membatalkan Gugatan Tak Berdasar terhadap Falun Gong dan Kampus Shen Yun

Taktik lawfare (perang hukum) merupakan bagian dari strategi rezim Tiongkok yang lebih luas untuk memfitnah dan membungkam suara di tanah Amerika Serikat.

Gedung Federal dan Gedung Pengadilan Hon. Charles L. Brieant Jr. di White Plains, New York (Tangkapan layar melalui Google Maps)

Gedung Federal dan Gedung Pengadilan Hon. Charles L. Brieant Jr. di White Plains, New York (Tangkapan layar melalui Google Maps)

New York—Dalam sebuah keputusan yang menjadi benteng penting melawan taktik penindasan transnasional Partai Komunis Tiongkok (PKT), seorang hakim pengadilan distrik New York membatalkan gugatan yang diajukan oleh sebuah kelompok lingkungan lokal yang punya hubungan dengan Tiongkok.

Gugatan ini adalah yang terbaru dari rangkaian keluhan yang diajukan oleh Mid-New York Environmental and Sustainability Promotion Committee (NYenvironcon). Meskipun terlihat seperti kelompok masyarakat lokal biasa, pendiri kelompok ini terbukti memiliki hubungan dengan Tiongkok. Gugatan berupa tuduhan keliru bahwa Dragon Springs membuang limbah ke perairan di sekitar propertinya, ini melanggar izin resmi dan Undang-Undang Air Bersih (Clean Water Act).

Dalam putusan pengadilan tersebut, hakim menolak gugatan penggugat dan menyatakan bahwa keluhan mereka “penuh dengan kekurangan”. Kekurangan ini termasuk kegagalan dalam menjelaskan apa “kesalahan” yang dilakukan Dragon Springs, tuduhan yang terus berubah-ubah, dan bahkan gagal mengidentifikasi sumber polutan yang dituduhkan. Di sepanjang surat keputusannya, Hakim Karas menggunakan istilah-istilah seperti “tidak jelas”, “tidak logis”, dan “kontradiktif” untuk menggambarkan tuduhan dalam gugatan tersebut.

Selain menolak gugatan saat ini, hakim memutuskan untuk membatalkannya “dengan prasangka” (with prejudice). Ini berarti kelompok tersebut dilarang mengajukan kembali tuntutan atas tuduhan pembuangan limbah yang sama di masa mendatang. Hakim mencatat bahwa ini adalah “tindakan hukum kedua dan upaya keempat untuk mengajukan klaim Undang-Undang Air Bersih (CWA)” tanpa pernah memperbaiki kekurangan yang telah ditunjukkan oleh hakim-hakim sebelumnya dalam pemberitahuan mereka.

“Sejak awal, sudah jelas bagi setiap insinyur dan pengacara pihak ketiga yang memeriksa tuduhan tersebut bahwa semuanya tidak masuk akal,” kata Dr. George Xu, Presiden Dragon Springs. “Namun, jelas juga bahwa para penggugat tidak mengajukan gugatan untuk menang. Mereka mencoba menguras tenaga dan biaya kami dan menciptakan berita buruk. Itulah alasan utama dari tuntutan-tuntutan hukum ini.”

Gugatan-gugatan semacam itu tidak muncul begitu saja secara terpisah. Hal ini merupakan bagian dari taktik yang lebih luas dan sudah dikenal umum, yang digunakan oleh PKT dan kaki tangannya untuk menargetkan para aktivis dan pengkritik mereka di luar negeri.

Dalam contoh lain dari taktik ini yang tidak terkait dengan Falun Gong, sebuah dakwaan yang diungkap oleh Departemen Kehakiman AS pada Oktober 2022, yang mendakwa enam orang karena bertindak secara ilegal sebagai agen RRT. Mereka terlibat dalam skema untuk memaksa seorang warga negara Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat agar kembali ke negaranya.

Di antara taktik yang mereka gunakan adalah gugatan perdata yang diakui oleh terdakwa Quanzhong An, tidak memiliki dasar hukum dan diajukan atas perintah pemerintah Tiongkok. Dia memberi tahu korbannya bahwa rezim tersebut “akan terus mengganggumu melalui tuntutan hukum” karena biayanya “sangat kecil bagi sebuah negara untuk menghabiskan $1 miliar atau $0,8 miliar demi memenuhi tugas politik yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.” Ia juga menyatakan bahwa pejabat pemerintah RRT “tidak peduli apakah mereka bisa memenangkan kasus di sini, itu bukan intinya; niat mereka adalah untuk mempersulit hidupmu.”

Jenis lawfare (perang hukum) seperti ini digunakan untuk menguras keuangan organisasi masyarakat di luar negeri dan merusak reputasi pihak-pihak yang menjadi target PKT. Caranya adalah dengan menyebarkan berita negatif di media lokal saat gugatan diajukan. Inilah yang menjadi modus operandi kelompok NYenvironcon dan Deerpark Rural Alliance—yang pendirinya juga terlibat dalam gugatan ini—yang telah berulang kali mereka gunakan dalam kampanye menyerang Dragon Springs dan Falun Gong.

Hubungan penggugat dengan Tiongkok dan PKT

Meskipun tampak seperti kelompok lokal yang peduli pada lingkungan, pemeriksaan lebih dalam terhadap kegiatan dan latar belakang anggota utamanya menunjukkan adanya hubungan dengan Tiongkok. Hal ini memicu kecurigaan bahwa keluhan mereka yang “tidak jelas” dan “tidak logis” bukanlah suatu kebetulan. Sebagai contoh, Alex Scilla, sosok sentral dalam tuntutan hukum ini, pernah tinggal di Tianjin, Tiongkok, selama lebih dari 15 tahun sebelum pindah ke New York. Di sana, ia menjabat di Kamar Dagang Amerika dan rutin berhubungan dengan pejabat pemerintah lokal. Menurut profil LinkedIn-nya, Scilla pernah menjadi manajer umum di sebuah perusahaan daur ulang Tiongkok yang, meski disebut sebagai perusahaan “terkemuka”, nyaris tidak memiliki jejak digital di internet.

Tangkapan layar akun LinkedIn Alex Scilla

Baru pada November 2018 ia mulai terlibat dalam advokasi lokal untuk menolak pembangunan di kampus Dragon Springs. Pada Januari 2019, ia mendirikan NYenvironcon dengan alamat di New Paltz—sekitar 64 kilometer dari Dragon Springs. Anehnya, kegiatan kelompok ini hampir sepenuhnya hanya berfokus menyerang Dragon Springs dan aset-aset lain yang berafiliasi dengan Falun Gong di Orange County. Sebulan setelah mendirikan kelompok tersebut, Scilla juga mendaftarkan sebuah perusahaan di Tiongkok dengan modal awal sebesar $120.000—padahal tidak ada bukti bahwa perusahaan itu menjalankan bisnis apa pun.

Kampanye yang lebih luas untuk menyabotase Shen Yun

Kecurigaan terhadap motif NYenvironcon dalam mengajukan gugatan-gugatan palsu semakin kuat karena adanya kampanye yang jauh lebih besar dari PKT untuk menyabotase Shen Yun dan melenyapkan Falun Gong di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat. Sebagai contoh, saat membahas “perjuangan luar negeri” melawan Falun Gong, sebuah dokumen bocor tahun 2017 dari Komite Provinsi Henan secara khusus menginstruksikan para kadernya untuk menargetkan “markas besar” Shen Yun, yaitu Dragon Springs. Terkait Falun Gong, dokumen tersebut memerintahkan: “Fokuslah secara ketat pada tokoh-tokoh kunci di luar negeri, pangkalan markas besar, dan tokoh politik asing, atur strategi dengan cermat untuk memukul dan memecah belah mereka.” Dokumen bocor sebelumnya juga telah lama menunjukkan bahwa PKT menganggap serangan terhadap Shen Yun sebagai “bagian penting dari perjuangan saat ini melawan Falun Gong.”

Faktanya, sebuah laporan dari FDIC yang diterbitkan pada bulan Januari mendokumentasikan 135 insiden di 38 negara. Baru-baru ini, memo yang bocor dari pertemuan internal aparat keamanan Tiongkok dan lembaga pemikir (think tank) milik negara menunjukkan adanya perhatian dan sumber daya baru yang dikerahkan untuk merusak reputasi Falun Gong di Amerika Serikat. Mereka bahkan mencoba untuk menghasut pemerintah AS agar berbalik melawan Falun Gong dan Shen Yun.

“Dari dokumen internal dan insiden-insiden yang terjadi baru-baru ini, jelas bahwa PKT sedang memperkuat kampanye penindasan transnasional dan fitnah terhadap Falun Gong sebagai bagian dari rencana yang lebih besar untuk ‘melenyapkan’ Falun Gong di seluruh dunia,” kata Levi Browde, Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa. “Di masa kritis ini, sangat melegakan melihat seorang hakim AS menegakkan hukum dan mampu melihat kejanggalan serta ketidaklogisan dari keluhan yang diajukan terhadap entitas terkait Falun Gong seperti Dragon Springs.”

Share