Komunitas Falun Gong di Seluruh AS Ikut Rayakan 4 Juli, Sampaikan Terima Kasih kepada Amerika
Tian Guo Marching Band, yang beranggotakan praktisi Falun Gong, tampil di depan Independence Hall pada 3 Juli. (Foto: Dai Bin)
Praktisi Falun Gong berpartisipasi dalam parade dan festival Hari Kemerdekaan di berbagai kota di AS sepanjang akhir pekan 4 Juli. Mereka bergabung dengan warga Amerika merayakan hari jadi ke-250 negara tersebut sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas perlindungan kebebasan berkeyakinan.

Dari pesisir timur hingga California, kelompok praktisi—yang menampilkan marching band, tim gendrang pinggang, formasi latihan, dan kendaraan hias—mendapat sambutan hangat dari penonton, yang banyak di antaranya bersorak dan menyampaikan terima kasih.
Washington, DC
Pada 4 Juli, hampir 200 praktisi Tian Guo Marching Band dan tim gendrang pinggang tetap tampil di dekat Capitol Hill meski gelombang panas 102°F (38,8°C) memaksa pembatalan parade resmi. Wisatawan dari berbagai daerah berhenti untuk menyaksikan dan mengabadikan pertunjukan tersebut.
Diana, seorang pengunjung asal Texas, menyatakan bahwa setelah 250 tahun, nilai terpenting negara ini tetaplah kebebasan. Mengetahui bahwa beberapa pemain Tian Guo Marching Band dan tim gendrang pinggang pernah mengalami penganiayaan di Tiongkok karena keyakinan mereka, ia menyebutnya sebagai “hal yang sangat disayangkan dan sungguh menyedihkan,” serta mengatakan kepada para praktisi, “Kalian benar-benar diterima di Amerika.”
Douglas, seorang veteran Angkatan Laut asal Naples, Florida, mengatakan banyak orang tewas dalam perang demi menjaga kebebasan. Ia berharap rakyat Tiongkok segera terbebas dari kendali Partai Komunis dan dapat menikmati kebebasan yang sama.
California
Di Pesisir Barat, praktisi Falun Gong tampil di parade Huntington Beach, California—parade Hari Kemerdekaan terbesar di barat Sungai Mississippi yang menarik lebih dari 500.000 penonton pada tahun ke-122 penyelenggaraannya. Kendaraan hias mereka yang bernuansa merah, putih, dan biru bertuliskan “God Bless America”, diiringi spanduk bertajuk “Terima Kasih Amerika atas Kebebasan Kami”.
Seorang warga bernama Sherry, mengaku senang melihat para praktisi setiap tahun. Ia menambahkan bahwa keyakinan adalah fondasi Amerika dan nilai Sejati-Baik-Sabar bersifat universal. Senator Negara Bagian California, Tony Strickland, mendukung perjuangan para praktisi dalam membela keyakinan mereka, menyebut kebebasan beragama sebagai hak mendasar yang “tidak boleh dilanggar,” serta mengucapkan selamat ulang tahun ke-250 bagi bangsa Amerika.

Di San Diego County, para praktisi berpartisipasi dalam parade Hari Kemerdekaan ke-77 di Coronado, parade terbesar di wilayah tersebut, dan meraih juara kedua untuk kendaraan hias mereka. Pembawa acara, Kimberly King, menyebut mereka sebagai kelompok paling damai dan berterima kasih atas partisipasi sukarela mereka selama bertahun-tahun.
Mike Tuck, pensiunan veteran Angkatan Laut yang bertugas selama dua dekade di pangkalan Coronado, memimpin barisan dengan membawa bendera Amerika. “Sebagai veteran, saya dulu membawa bendera sebagai wujud komitmen melayani negara,” ujarnya. “Memimpin kelompok Falun Dafa di parade ini terasa seperti kelanjutan perjalanan itu—hanya saja kini, kami mengikuti prinsip universal Sejati, Baik, dan Sabar.” Ia menambahkan bahwa militer mengajarinya tentang tugas, ketangguhan, dan pengorbanan, sementara Falun Dafa memberinya pemahaman yang lebih dalam akan prinsip-prinsip tersebut.
Para praktisi juga mengumpulkan tanda tangan di pameran komunitas untuk mendukung RUU S.4009, yaitu Falun Gong and Forced Organ Harvesting Victims Protection Act (Undang-Undang Perlindungan Praktisi Falun Gong dan Korban Perampasan Organ) yang kini sedang diajukan ke Senat AS. Seorang warga lokal bernama David menandatanganinya setelah mengetahui adanya penindasan tersebut. Ia mengatakan tidak ingin melihat pemerintah mana pun merampas kebebasan dan hak rakyatnya—”yang justru menjadi hal utama yang dirayakan hari ini.”
Perayaan berlangsung di seluruh negeri

Di wilayah Chicago, para praktisi turut serta dalam parade Hari Kemerdekaan Evanston, sebuah kegiatan yang rutin mereka ikuti setiap tahun sejak 2001. Seorang warga, Mary Rosinski, mengaku selalu takjub dengan kendaraan hias kelompok tersebut. Ia menuturkan bahwa di tengah dunia yang kacau saat ini, prinsip Sejati-Baik-Sabar adalah “nilai-nilai yang memang kita butuhkan.” Penonton lainnya, Rob Maihofer, menyebut kendaraan hias teratai milik para praktisi sebagai “yang terbaik di seluruh parade,” seraya memuji perpaduan harmonis antara warna, demonstrasi latihan yang tenang, serta prinsip-prinsip yang diusung kelompok tersebut.
Kontingen Falun Gong juga tampil di Montpelier, Vermont, sebagai salah satu dari 55 kelompok dalam parade di ibu kota negara bagian tersebut. Michelle, seorang penonton dari luar kota, menyebut para praktisi “membawa energi yang indah ke dalam parade ini.” Sementara itu, seorang pengunjung muda bernama Aaron mendatangi mereka untuk mencari tahu lebih lanjut, seraya berkomentar bahwa para praktisi tampak sebagai orang yang bahagia dan baik hati.
Para praktisi juga berpartisipasi dalam perayaan di Redwood City, California; Columbus, Ohio; dan Delaware. Di lokasi-lokasi tersebut, warga turut mencoba latihan dan menandatangani petisi menentang penganiayaan.
Partisipasi ini membawa pesan ganda. Para praktisi bersyukur atas kebebasan beragama yang mereka nikmati di Amerika Serikat, sekaligus menyoroti penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok yang berlangsung sejak 1999, serta aksi penindasan lintas negara yang terus menekan mereka hingga ke tanah Amerika.
Banyak praktisi yang berbaris pernah mengalami penganiayaan di Tiongkok sebelum mengungsi ke Amerika. Lisa Rudek, praktisi di Chicago kelahiran Polandia yang tumbuh di bawah rezim komunis Eropa Timur, menyatakan bahwa warga Amerika bebas membentuk karakter dan keyakinan “tanpa hidup dalam ketakutan dan kendali total,” kebebasan yang menurutnya mustahil diraih praktisi di Tiongkok. “Kekuatan kebenaran,” ujarnya, “terletak pada keberanian untuk menyuarakannya.”
Artikel ini berdasarkan laporan dari Minghui.org, situs resmi Falun Dafa yang mempublikasikan kesaksian langsung dari praktisi di Tiongkok dan dunia. Laporan asli dapat diakses melalui Minghui.org.










