Kampus Shen Yun Menyambut 100 Pemimpin Pemerintah dan Masyarakat

Tamu Undangan Menyaksikan Film Dokumenter Pemenang Penghargaan “Unbroken” dan Bahas Penindasan Lintas Negara

Diskusi panel saat pemutaran film UNBROKEN di Dragon Springs, markas Shen Yun Performing Arts, di Cuddebackville, N.Y., pada 17 Okt 2026. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Diskusi panel saat pemutaran film UNBROKEN di Dragon Springs, markas Shen Yun Performing Arts, di Cuddebackville, N.Y., pada 17 Okt 2026. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Sabtu, 17 Oktober, komunitas Falun Gong di Dragon Springs menyambut lebih dari 100 tamu undangan, termasuk pejabat pemerintah, tokoh bisnis, media, pengacara, dan seniman. para pengunjung berkumpul di kawasan tersebut, menyaksikan film dokumenter Unbroken: The Untold Story of Shen Yun, serta bertemu dengan para penari dan pemusik Shen Yun, termasuk beberapa di antaranya yang tampil dalam film tersebut.

Dragon Springs adalah kawasan seluas sekitar 162 hektar di Kota Deerpark, wilayah Lembah Hudson, Orange County. Kawasan ini mencakup kuil bergaya Dinasti Tang, pusat pelatihan Shen Yun Performing Arts, serta dua sekolah terdaftar di New York, yaitu Fei Tian Academy of the Arts dan Fei Tian College, tempat banyak penampil kelompok tersebut dilatih.

Dragon Springs di Lembah Hudson, New York. (Foto: Shen Yun Performing Arts)

Tamu yang hadir di antaranya Jaksa Distrik Orange County David Hoovler; Anggota Dewan Negara Bagian New York Karl Brabenec, yang wilayah pilihnya mencakup Dragon Springs; Wali Kota Middletown Joe DeStefano; mantan Hakim Pengadilan Orange County Richard Guertin; serta mantan Anggota Kongres AS dan Duta Besar untuk Denmark Richard Swett. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa film tersebut membuka mata mereka tentang penindasan lintas negara yang dihadapi para seniman dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Kesan para Tamu

Kunjungan diawali dengan tur menyusuri bangunan kuil dan area sekolah, lalu dilanjutkan dengan pemutaran film Unbroken di teater kampus. Setelah itu, Steve Lance, jurnalis investigasi sekaligus produser eksekutif film tersebut, memandu diskusi panel bersama para seniman Shen Yun, dan para tamu berinteraksi langsung dengan para penampil dalam acara ramah-tamah.

Penonton pada pemutaran film UNBROKEN di Dragon Springs, markas Shen Yun Performing Arts, Cuddebackville, N.Y., 17 Oktober 2026. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Guertin, yang kini menjadi pengacara di Middletown, terkesan dengan tekad dan keyakinan para penampil. “Saya sedih melihat ada upaya terencana dari komunis Tiongkok untuk merusak sesuatu yang sangat baik ini,” ujarnya.

Swett mengaku pertama kali berkunjung ke lokasi itu lebih dari 20 tahun lalu, saat areanya “hanya lereng bukit,” dan takjub melihat perkembangannya saat ini. Menurutnya, kisah Shen Yun harus menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. “Kita semua … harus ikut membantu mewujudkannya,” tambahnya.

Frank Dellapolla, mantan penari utama Metropolitan Opera Ballet, mengaku terkesan dengan “besarnya tantangan yang dihadapi kelompok ini,” terutama karena kelompok tersebut “memegang prinsip yang sangat dihargai dan diperjuangkan oleh warga Amerika sejati.”

Rod Martin, pengusaha sekaligus pendiri Martin Capital, menyebut dokumenter tersebut luar biasa dan menyoroti keberanian para penampil. “Ini memperlihatkan betapa rapuhnya Partai Komunis [Tiongkok] sampai harus mengkhawatirkan sebuah kelompok tari. Sungguh menyedihkan,” ujarnya.

Suasana pemutaran film UNBROKEN di Dragon Springs, markas Shen Yun Performing Arts, Cuddebackville, N.Y., 17 Oktober 2026. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Seniman Ungkap Ancaman Bertahun-tahun

Sekitar dua lusin penari dan musikus kelompok tersebut bergabung dengan para tamu, beberapa di antaranya siswa sekolah di kampus tersebut. Sejumlah penampil menceritakan dampak ancaman terhadap Shen Yun dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Penari utama Justina Wang masih mengingat guncangan akibat ancaman bom pertama. Setelah itu, ancaman terus berdatangan. “Ada begitu banyak ancaman bom setiap tahunnya,” ujarnya, menggambarkan serangan terhadap kelompoknya sebagai hal yang “cukup berat.”

Penari utama Jared Ren menyebut insiden semacam itu kian marak beberapa tahun terakhir. “Kejadiannya terus bermunculan satu per satu,” ujarnya. Pemeriksaan keamanan kini menjadi rutinitas: “Tiba-tiba saja, anjing pelacak bom jadi bagian dari kehidupan harian kami.”

Penari Sunni Zhou tumbuh besar di Toronto, tempat ia pertama kali menonton Shen Yun sewaktu kecil. Musim semi lalu, ancaman bom memaksa pertunjukan di sana dibatalkan menjelang pementasan. “Bagaimana mungkin ini terjadi?” tanyanya. “Di sanalah awal mula perjalanan saya, dan sekarang pertunjukannya malah dibatalkan.”

Penari Shen Yun berbincang dengan para tamu saat pemutaran film UNBROKEN di Dragon Springs, markas Shen Yun Performing Arts, Cuddebackville, N.Y., 17 Oktober 2026. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Para seniman juga menyinggung pemberitaan media tentang kelompok mereka. “The New York Times dan beberapa media lain menerbitkan berita bohong soal kami,” kata penari utama Tiffany Lin kepada NTD Television. “Kami berharap warga sekitar mempahami kondisi sebenarnya dan mendukung kami.”

Para seniman menilai dokumenter tersebut membuka mata mereka bahwa rangkaian insiden yang terjadi saling berkaitan, bukan acak. “Ini membuktikan seluruh serangan ini dirancang secara terorganisasi dan sistematis,” ujar penari utama Andrew Fung.

Kisah di Balik “Unbroken”

Unbroken tayang perdana di New York pada 24 Maret 2026, lalu diputar di lebih dari 20 kota di Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, Australia, Selandia Baru, dan Jerman. Disutradarai Fiona Young dan diproduksi Sincere Pictures, karya ini menjadi dokumenter panjang pertama tentang Shen Yun.

Film ini menyoroti satu keluarga: penari Shen Yun, Jesse dan Lucas Browde, bersama ayah mereka, Levi Browde, Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa. Alur cerita mereka beriringan dengan penyelidikan Lance membongkar ancaman bom dan serangan media terhadap Shen Yun, yang terbukti didalangi PKT.

Keluarga Browde, yang tampil dalam dokumenter Unbroken: The Untold Story of Shen Yun, menghadiri pemutaran khusus di Dragon Springs pada 17 Oktober 2026. Levi Browde (kiri), Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa, hadir bersama istrinya (tengah depan) serta dua putra mereka yang merupakan penari Shen Yun dan mahasiswa tari Fei Tian College, Lucas Browde (tengah belakang) dan Jesse Browde (kanan). (Dai Bing/The Epoch Times)

“Dokumenter ini tak cuma merekam pencapaian seni luar biasa Shen Yun selama 20 tahun, tetapi juga ketangguhan di baliknya,” ujar Wakil Presiden Shen Yun, Ying Chen.

Shen Yun didirikan di New York pada 2006 oleh para praktisi Falun Gong, yang sebagian besar melarikan diri dari penindasan di Tiongkok. Pertunjukannya menampilkan adegan yang menggambarkan penindasan yang dimulai sejak 1999 tersebut. Menurut Pusat Informasi Falun Dafa, sekitar 100 seniman Shen Yun beserta keluarga mereka terdampak langsung oleh penindasan ini.

Tiongkok berupaya menghentikan Shen Yun sejak awal berdiri, terutama lewat tekanan diplomat Tiongkok ke pihak teater agar membatalkan pertunjukan. Pusat Informasi Falun Dafa mencatat 389 insiden yang mengincar Shen Yun sejak 2006. Sejak Maret 2024, tekanan itu mencakup 318 ancaman bom dan pembunuhan anonim terhadap praktisi Falun Gong, Shen Yun, serta pejabat pendukungnya, satu di antaranya memaksa evakuasi Kennedy Center. Kepolisian di Taiwan dan Vancouver melacak sebagian ancaman ini berasal dari Tiongkok.

Bocoran catatan rapat Kementerian Keamanan Publik PKT tahun 2024 mengungkap instruksi untuk menghasut opini publik dan lembaga AS agar memusuhi Falun Gong serta Shen Yun.

Sejak Agustus 2024, The New York Times menerbitkan beruntun artikel tentang Shen Yun dan Falun Gong. Artikel tersebut menyudutkan Shen Yun dan menggambarkan komunitas Falun Gong sebagai penganut fanatik yang tertipu. Shen Yun tegas membantah tuduhan ini. Tinjauan Pusat Informasi Falun Dafa pun menemukan kejanggalan serius yang melanggar etika jurnalistik dan merugikan kelompok minoritas yang sudah ditindas di Tiongkok.

Artikel ini merujuk pada beberapa laporan dari The Epoch Times dan NTD. Laporan aslinya dapat ditemukan di TheEpochTimes.com, EpochTimes.com (bahasa Tionghoa), dan NTDTV.com (bahasa Tionghoa).

Share