New York Times Continues Unfounded Attack on Falun Gong Beliefs, Community
The paper’s latest article severely distorts Falun Gong and Shen Yun Performing Arts
New York Times Melanjutkan Serangan Tak Berdasar terhadap Keyakinan dan Komunitas Falun Gong
Artikel terbaru surat kabar tersebut sangat memutarbalikkan Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts.
Diterbitkan: 30 Desember 2024
Sebagai tanggapan terhadap artikel New York Times yang diterbitkan pada 29 Desember, Falun Dafa Information Center mengeluarkan pernyataan berikut sebagai organisasi yang mewakili komunitas Falun Gong dan memelihara kontak dengan Himpunan Falun Dafa di Amerika Serikat serta di seluruh dunia. Silakan lihat di sini untuk pernyataan dari Shen Yun Performing Arts.
Pembaca yang Budiman,
Kami terbangun di hari Minggu dengan kenyataan yang menyedihkan—ada lagi artikel dari New York Times (NYT) yang menyalahartikan keyakinan para praktisi Falun Gong. Terlebih lagi, tulisan tersebut sepertinya sengaja mencoba menggambarkan pendiri Falun Gong, kegiatan seni nirlaba Shen Yun, dan komunitas Falun Gong secara luas dengan cara yang benar-benar salah. Gambaran kasar yang diberikan—bahwa kami adalah sekelompok pengikut buta yang ditipu agar menyumbangkan seluruh tabungan hidup kami—sangatlah jauh dari kenyataan dan pengalaman hidup sebagian besar praktisi Falun Gong.
Perlu kami perjelas, kami melakukan latihan Falun Gong karena manfaat kesehatan yang luar biasa dan pertumbuhan spiritual pribadi yang kami rasakan sendiri. Bukan karena kami ditipu. Kami merelakan waktu kami—dan ada yang memberikan sumbangan dengan niat baik—kepada organisasi nirlaba dan berbagai upaya untuk mengungkap penganiayaan karena kami menyaksikan keluarga dan teman-teman kami di Tiongkok disiksa dan dibunuh selama lebih dari 25 tahun. Bukan karena kami ditipu. Kami mendukung Shen Yun karena kemampuannya dalam menginspirasi jutaan orang, membawa harapan, dan menghidupkan kembali budaya tradisional yang hampir dihancurkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Bukan karena kami ditipu. Tuduhan bahwa praktisi latihan Falun Gong adalah orang-orang fanatik yang bodoh dan mudah dibohongi merupakan penghinaan bagi kecerdasan puluhan juta orang di seluruh dunia.
Pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain dan membagikan prinsip-prinsip latihan spiritual ini kepada masyarakat luas. Master Li tidak menerima uang sepeser pun dari perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan Falun Gong, termasuk Shen Yun yang merupakan organisasi nirlaba. Semua buku dan video panduan Falun Gong juga tersedia gratis di internet dalam lebih dari 40 bahasa, dan semua konferensi Falun Gong bisa diikuti tanpa biaya. Jelas bahwa mencari uang sama sekali bukan tujuannya.
Sebelum PKT memulai penganiayaan bermotif politik terhadap Falun Gong pada tahun 1999, Master Li sempat menerima berbagai penghargaan dari pemerintah Tiongkok karena sumbangannya ke berbagai dana sosial dan pengobatan gratis bagi masyarakat pada tahun 1990-an. Setelah penindasan dimulai di Tiongkok, upaya perlawanan damai yang beliau lakukan telah mendapat pengakuan internasional, termasuk empat nominasi Hadiah Nobel Perdamaian, Penghargaan Kebebasan Beragama Internasional dari Freedom House, serta nominasi Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Berpikir dari Parlemen Eropa.
Hal yang paling mencolok dalam artikel NYT ini adalah apa yang justru tidak mereka tuliskan. Meskipun seluruh isi tulisan itu bertujuan memberikan kesan salah bahwa organisasi-organisasi yang berhubungan dengan Falun Gong adalah alat mencari uang bagi Master Li, tidak ada bukti nyata yang menunjukkan hal tersebut. Artikel itu hanya mengandalkan beberapa cerita singkat dan transaksi keuangan pribadi yang tidak saling terkait, lalu menggunakannya untuk menuduh adanya keuntungan finansial tanpa bukti atau fakta yang kuat.
Kami juga sangat merasa terganggu dengan waktu pemuatan berita NYT ini—yang muncul di saat adanya kampanye besar-besaran di bawah arahan pejabat tinggi PKT, Youtuber binaan Beijing, dan ancaman-ancaman kasar yang hampir terjadi setiap hari terhadap praktisi latihan Falun Gong serta pemain dan gedung pertunjukan Shen Yun. Pejabat Tiongkok secara terang-terangan menyatakan tujuan mereka untuk merusak reputasi Falun Gong dan Shen Yun guna “melenyapkan” latihan ini di seluruh dunia—termasuk melalui laporan media yang terlihat seolah tidak punya hubungan dengan rezim tersebut. Selama bertahun-tahun, surat kabar ini telah mengabaikan penderitaan para praktisi latihan Falun Gong di Tiongkok. Menurut kesaksian mantan jurnalis NYT, mereka bahkan sengaja membatasi berita tentang kekejaman yang dialami jutaan warga biasa Tiongkok yang melakukan latihan Falun Gong.
Selama 25 tahun terakhir, saat jutaan orang ditahan, disiksa, hingga tewas di seluruh Tiongkok, NYT tidak pernah memberikan waktu dan sumber daya sebesar ini untuk meliput kisah terkait Falun Gong. Namun ironisnya, sekarang surat kabar tersebut justru mengerahkan kemampuan “investigasi” mereka untuk menyerang para korban, tepat di saat para pejabat Tiongkok telah menyatakan niat mereka untuk memicu pemberitaan negatif dengan menggerakkan agen-agen PKT dan berbagai siasat lainnya.
Kami berharap orang-orang yang berhati baik dapat melihat kebenaran di balik distorsi yang dilakukan oleh PKT dan NYT. Kami membagikan poin-poin berikut dengan semangat untuk memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai Falun Gong serta tantangan yang dihadapi para praktisi bagi pihak-pihak yang merasa resah dengan pemberitaan NYT. Kami tidak akan pernah berhenti menjalankan keyakinan kami, berupaya menyelamatkan sesama rekan seiman dan orang-orang terkasih di Tiongkok, serta melawan propaganda berbahaya PKT melalui segala cara yang damai dan kreatif.
Terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda,
Levi Browde, Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center (FDIC)
Dr. Larry Liu, Wakil Direktur Bidang Hubungan Pemerintah dan Advokasi, FDIC
Lima poin utama yang perlu diperhatikan:
Kekejaman penganiayaan di Tiongkok adalah fakta nyata yang dihadapi praktisi Falun Gong sedunia setiap harinya
Setiap praktisi Falun Gong, baik yang berada di dalam Tiongkok, di Amerika Serikat, maupun di negara lain, terus merasakan dampak dari penganiayaan PKT yang brutal dan melanggar hukum. Banyak praktisi yang kini menetap di luar negeri merupakan penyintas yang pernah merasakan dinginnya sel tahanan, siksaan fisik, hingga intimidasi di Tiongkok. Tidak sedikit dari mereka yang anggota keluarganya—baik itu suami, ibu, anak, maupun kerabat lainnya—saat ini masih mendekam di penjara, disiksa, atau bahkan telah tewas di tangan PKT demi mempertahankan keyakinan mereka. Bahkan bagi praktisi non-Tionghoa sekalipun, banyak dari mereka yang memiliki lingkaran terdekat yang menjadi korban langsung dan hingga kini masih berjuang memulihkan diri dari trauma mendalam.
Berbagai praktik pelanggaran HAM yang sistematis ini telah dicatat dengan sangat baik oleh para pengacara di Tiongkok, lembaga HAM internasional, pakar independen, hingga laporan resmi pemerintah Amerika Serikat. Fakta-fakta ini bahkan sempat muncul di situs web resmi pemerintah di Tiongkok.
NYT dan media arus utama lainnya selama bertahun-tahun seolah mengabaikan berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan rezim Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong.
Selain sebuah artikel pada tahun 2009 yang membahas peringatan 10 tahun penganiayaan, dalam dua dekade terakhir NYT tidak pernah secara serius menginvestigasi pelanggaran yang merajalela dan mengancam nyawa yang dilakukan PKT terhadap praktisi di Tiongkok. Dalam situasi seperti ini, para praktisi Falun Gong berupaya mengorganisir diri dan mencari cara-cara damai yang kreatif untuk membantu keluarga serta rekan seiman mereka di Tiongkok. Mereka juga berusaha menyadarkan rakyat Tiongkok dan masyarakat dunia agar tidak lagi terlibat dalam penganiayaan, serta mampu melihat kebenaran di balik propaganda PKT yang menyesatkan. Upaya ini berakar dari keyakinan spiritual yang mendalam—bahwa perbuatan baik akan membuahkan balasan baik, sementara perbuatan buruk, terutama penyiksaan dan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah, akan menerima ganjaran, jika tidak di dunia ini, maka di kehidupan setelah kematian.
Sangat janggal dan memprihatinkan melihat NYT tidak pernah mengerahkan sumber daya sebesar ini untuk mendokumentasikan kenyataan tersebut, namun kini justru tampak sangat berambisi mencoba mengungkap apa yang mereka sebut sebagai “rahasia gelap” di dalam komunitas Falun Gong.
Sebagai sebuah jalan spiritual, Falun Gong sebenarnya jauh lebih fleksibel dan tidak mengekang jika dibandingkan dengan hampir semua keyakinan lainnya.
Di sini tidak dikenal adanya sistem kependetaan, bangunan rumah ibadah, kewajiban iuran, maupun keanggotaan formal dan upacara pertobatan. Falun Gong sepenuhnya gratis dan terbuka bagi siapa saja. Ajaran spiritualnya dapat diakses secara bebas melalui internet, dan siapa pun bisa mempelajari gerakan latihan melalui video daring atau mendatangi tempat latihan yang dikelola secara sukarela.
Dalam komunitas Falun Gong, dilarang keras untuk meminta-minta sumbangan. Master Li dalam ajarannya telah menegaskan bahwa praktisi tidak diperbolehkan memberikan hadiah kepada anggota keluarganya. Selain itu, mereka yang memiliki pekerjaan tetap pun tidak diperkenankan untuk menyumbangkan dana bagi Shen Yun.
Menekuni latihan Falun Gong adalah pilihan pribadi. Sebagaimana komunitas besar pada umumnya, praktisinya datang dari beragam latar belakang yang berbeda. Meski mayoritas merasakan manfaat luar biasa—baik dari segi kesehatan fisik, ketenangan batin, maupun keharmonisan hubungan sosial—tentu ada segelintir orang yang merasa tidak cocok. NYT tampaknya sengaja mencari sosok-sosok seperti ini—termasuk narasumber yang terhubung dengan Youtuber pendukung Beijing—lalu memilih-milih pernyataan mereka untuk memojokkan Falun Gong dan membesar-besarkan kekecewaan mereka.
Para praktisi Falun Gong bukanlah orang-orang terkelabui.
Praktisi Falun Gong tidak mengikuti ajaran Master Li atas dasar kepercayaan buta semata. Jika hanya bermodalkan fanatisme kosong, Falun Gong mustahil bisa bertahan melewati penganiayaan agama paling brutal di era modern ini. Sayangnya, NYT justru berupaya membangun narasi seolah-olah Falun Gong adalah aliran sesat dan Shen Yun hanyalah alat untuk meraup kekayaan. Narasi ini jelas mengabaikan fakta lapangan serta kajian para pakar tentang apa itu Falun Gong sebenarnya. Sama halnya dengan penganut keyakinan lain, mereka memiliki pengalaman batin dan perjalanan hidup yang mendalam yang semakin memperkokoh keyakinan mereka.
Komunitas ini pun sangat majemuk. Kontras dengan apa yang ditulis NYT, banyak praktisi yang berlatar belakang pendidikan tinggi dan menyandang gelar doktor di bidang sains dari universitas bergengsi dunia. Mereka menyaksikan sendiri pertunjukan Shen Yun dan merasa tersentuh secara pribadi. Mereka juga melihat betapa penonton dari berbagai latar belakang keyakinan memberikan pujian tulus atas pesan spiritual dan harapan yang dibawakan. Inilah yang memicu semangat kerelawanan untuk mendukung pertunjukan tersebut, baik dengan menjadi penyelenggara maupun membantu penjualan tiket. Praktisi Falun Gong bukanlah orang-orang fanatik yang kurang wawasan dan sedang diperdaya, seperti yang dikesankan oleh sindiran NYT.
NYT telah mengabaikan fakta yang sebenarnya, dan ini justru menguntungkan PKT.
Sadar atau tidak, pemberitaan ini sangat kental dengan pengaruh PKT dan hanya mengulang narasi media pemerintah Tiongkok yang terus mendiskreditkan Falun Gong, serta memicu kebencian, pengucilan, hingga tindak kekerasan. Sungguh memprihatinkan melihat media besar Amerika Serikat mengadopsi pola pikir tersebut dan menyebarkan diskriminasi terhadap Falun Gong di Amerika.
NYT seolah berupaya memutarbalikkan sesuatu yang seharusnya diapresiasi—seperti semangat kerelawanan dan prestasi kelompok tari kelas dunia yang membawakan pesan harapan—menjadi narasi miring tentang eksploitasi dan pengejaran materi. Mereka melakukan ini tanpa memikirkan dampak buruk yang ditimbulkan. Laporan yang tidak bertanggung jawab ini jelas melukai praktisi Falun Gong, terutama mereka yang ada di Tiongkok, di mana rezim di sana menggunakan terjemahan artikel tersebut untuk membenarkan kebencian dan kekerasan. Dampaknya bahkan lebih luas; narasi yang menyimpang ini merugikan masyarakat dunia yang ingin menikmati keindahan seni Shen Yun, serta menghalangi orang-orang untuk mengenal bagaimana latihan spiritual Falun Gong dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka.
Dalam kampanye terbarunya untuk menghancurkan Falun Gong di seluruh dunia, Partai Komunis Tiongkok (PKT) seolah mendapatkan sekutu yang sempurna dalam diri New York Times (NYT).
Sumber tambahan untuk dipelajari:
- “Melancarkan Pukulan Mematikan: Kampanye PKT yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya untuk Menyabotase Shen Yun, Melenyapkan Falun Gong secara Global”
- PELACAK INSIDEN: Memantau Kampanye Disinformasi dan Penindasan Transnasional Terbaru PKT terhadap Falun Gong dan Shen Yun
- Kesalahpahaman: Apa yang ada di balik label ‘aliran sesat’?
- 12 Hal yang Perlu Diketahui Tentang “Investigasi” The New York Times terhadap Shen Yun dan Falun Gong
- VIDEO: Dalam Kata-kata Mereka Sendiri


