Ancaman Baru dan Penyamaran Targetkan Falun Gong serta Institusi Amerika Serikat (29 Mei – 17 Juni)

Ancaman Pembunuhan Anonim Targetkan Falun Gong, Shen Yun, dan Para Pendukungnya

Ancaman Pembunuhan Anonim Targetkan Falun Gong, Shen Yun, dan Para Pendukungnya

Antara 29 Mei hingga 17 Juni, serangkaian pesan anonim berisi ancaman kekerasan dikirimkan kepada Falun Dafa Information Center (FDIC) melalui formulir kontak daring. Ditulis dalam bahasa Mandarin dan sering kali menggunakan identitas palsu—termasuk mencatut identitas praktisi Falun Gong yang sedang berlatih, pendiri Falun Gong, hingga pembelot Tiongkok—pesan-pesan tersebut menargetkan institusi utama Amerika Serikat, termasuk Gedung Putih, kampus pelatihan Shen Yun di New York, dan sebuah parade militer di Washington, D.C. Secara spesifik: 

  • Pada 29 Mei, sebuah pesan berisi ancaman pengeboman terhadap Gedung Putih muncul, menuntut agar Amerika Serikat berhenti memberikan dukungan kepada Falun Gong.
  • Pada 8 Juni, ancaman kedua muncul dengan mencatut identitas Dr. Zheng Zhi—seorang mantan dokter militer Tiongkok sekaligus whistleblower terkemuka terkait praktik perampasan organ paksa oleh PKT. Pesan tersebut berisi ancaman pengeboman terhadap kampus Shen Yun di New York.
  • Pada 14 Juni, pesan ketiga yang mencatut nama pendiri Falun Gong dikirimkan menggunakan alamat surel milik seorang editor The Epoch Times. Pesan tersebut berisi ancaman penembakan massal dan pengeboman pada sebuah parade di Washington, D.C. yang akan dilakukan oleh orang-orang yang menyamar sebagai praktisi Falun Gong yang sedang berlatih. Pesan tersebut berbunyi:


“Kami akan berpura-pura menjadi pengikut Falun Gong besok dengan mengenakan pakaian kalian. Setelah parade militer dimulai, kami akan menembak dan membunuh semua orang di Washington, D.C., serta melempar bom! Melempar bom molotov!”

Rentetan insiden ini menambah total ancaman anonim yang menargetkan atau mengatasnamakan Falun Gong sejak Maret 2024 menjadi 154 kasus. Meski tidak ada kekerasan fisik yang terjadi, ancaman-ancaman tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan untuk mengintimidasi dan mendiskreditkan Falun Gong. Seluruh insiden telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan.

Penyintas perampasan organ alami penyusupan rumah mencurigakan untuk kedua kalinya

Pada 17 Juni, Cheng Peiming—satu-satunya penyintas perampasan organ oleh PKT yang diketahui—melaporkan keberadaan seorang pria mencurigakan yang mencoba mendekati kendaraannya saat terparkir di rumah. Setelah alarm sistem keamanan rumahnya berbunyi, rekaman pengawas (CCTV) memperlihatkan seorang pria etnis Tionghoa yang mencurigakan sedang menyembunyikan wajahnya. Pria tersebut tampak mendekati mobil Cheng sebelum akhirnya melarikan diri. Modus operandi ini serupa dengan aksi vandalisme yang berulang kali menimpa mobil milik Cheng. Peristiwa ini merupakan insiden mencurigakan kedua yang terjadi di kediamannya di New York. Sebelumnya, pada November 2024, sejumlah orang tak dikenal dilaporkan telah membobol rumahnya pada malam hari.

“PKT ingin membunuh saya,” ujar Cheng kepada seorang reporter berita. “Sebab, saya adalah satu-satunya saksi hidup dari praktik perampasan organ paksa yang dilakukan oleh PKT.”

Share