Menjelang Imlek, Markas Besar Shen Yun dan Anggota Kongres AS Mendapat Ancaman Pembunuhan Mengerikan
NEW YORK — Sebuah pesan tanpa identitas yang dikirim pada 27 Januari berisi ancaman pembunuhan yang sangat mengerikan. Ancaman ini ditujukan kepada markas besar Shen Yun Performing Arts di New York, kelompok tari klasik Tiongkok yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong. Selain itu, pesan tersebut juga mengincar para anggota Kongres AS yang selama ini mendukung Falun Gong. Ancaman dalam bahasa Mandarin ini dikirim melalui email ke Falun Dafa Information Center (FDIC) dan juga lewat formulir kontak di situs FalunDafa.org. Dengan judul pesan “Bakar di hari pertama Tahun Baru Imlek,” ancaman tersebut memperingatkan:
“Saya sudah menyiapkan banyak sekali bom molotov yang terbuat dari botol kaca dan alkohol. Pada hari pertama Imlek, kami akan menyelinap ke Dragon Springs Temple [lokasi markas dan pusat latihan Shen Yun], membakar kendaraan di sana, lalu membantai para penjaga, menerobos masuk ke dalam, dan melemparkan bom bensin ke bangunan-bangunan kayu! Kami akan membunuh siapa pun yang kami lihat! Di saat yang sama, tim kami juga akan menyerang para anggota kongres yang mendukung Falun Gong!”

Pihak FDIC dan Shen Yun telah melaporkan ancaman tersebut kepada aparat penegak hukum dan Polisi Capitol. Meskipun alamat IP pesan itu terdeteksi berada di Prancis, pelaku kemungkinan besar menggunakan VPN untuk menyamarkan lokasi asli mereka.
Pesan ini adalah yang terbaru dari rentetan teror anonim—mulai dari ancaman bom, penembakan massal, hingga kekerasan seksual—yang selama setahun terakhir terus mengincar praktisi Falun Gong, para seniman Shen Yun, serta keluarga dan pendukung mereka. Sejak 12 Januari 2025, ini sudah kelima kalinya anggota Kongres turut dicantumkan sebagai target serangan.
“Memanfaatkan momen Tahun Baru Imlek, yang seharusnya menjadi waktu istimewa untuk merayakan kegembiraan dan reuni keluarga, demi menebar rasa takut menunjukkan betapa jahatnya niat mereka yang ingin menyabotase dan membungkam Shen Yun serta komunitas Falun Gong,” ujar Levi Browde, Direktur Eksekutif FDIC. “Melihat pola ancaman yang terkoordinasi terhadap Falun Gong dan Shen Yun selama setahun belakangan, hampir bisa dipastikan bahwa semua ini ada hubungannya dengan Beijing.”
Sejak Maret 2024, FDIC telah mencatat 17 kali ancaman yang mengincar Dragon Springs di Orange County, New York. Tempat ini adalah pusat segala aktivitas Shen Yun—mulai dari markas besar, fasilitas latihan, hingga sekolah tempat para penari berlatih—serta kompleks kuil bergaya Dinasti Tang. Banyak dari ancaman ini menggambarkan aksi kekerasan yang sangat sadis terhadap para korban (termasuk siswa muda dan keluarga para artis), ancaman bom di sekitar area kampus, penembakan massal, hingga kecelakaan mobil yang disengaja. Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, muncul orang-orang mencurigakan yang mencoba mengambil foto di depan pintu gerbang atau berusaha menerobos barikade keamanan.
Frekuensi ancaman ini semakin sering sejak akhir Desember 2024. Dalam lima pesan yang dikirim sejak 12 Januari saja, para anggota Kongres pun turut dijadikan target. Sebagai contoh, sebuah pesan anonim pada 13 Januari memperluas ancaman bom dan penembakan di Dragon Springs hingga mencakup rencana pembunuhan terhadap “anggota Kongres AS, pejabat pemerintah lainnya, serta selebritas yang mendukung Falun Gong.”
Ancaman pembunuhan juga menargetkan lembaga lain yang terkait. Pada Agustus 2024, FDIC menerima ancaman penembakan yang ditujukan kepada staf dan keluarga mereka. Selain itu, ada sedikitnya 14 ancaman yang dikirim ke berbagai teater yang mementaskan Shen Yun di Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Taiwan. Meski untungnya tidak ada satu pun ancaman yang benar-benar terjadi, hal ini tetap memaksa pihak perusahaan untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk keamanan, serta menguras sumber daya aparat penegak hukum demi memastikan keselamatan orang-orang yang terancam.
Ancaman pembunuhan yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun selama setahun terakhir mengalami peningkatan tajam dibandingkan sebelumnya, baik dari segi frekuensi maupun nada kekerasannya, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang sangat serius. Meskipun dikirim secara anonim, ancaman-ancaman ini muncul bersamaan dengan kampanye besar-besaran PKT untuk melenyapkan Falun Gong dan Shen Yun di luar Tiongkok, yang menunjukkan adanya indikasi kuat keterlibatan Beijing. Kampanye ini melibatkan peningkatan intimidasi, pelecehan, dan penyebaran disinformasi yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun, terutama di Amerika Serikat. Hal tersebut mencakup unggahan yang menyesatkan, tidak akurat, dan menghasut kebencian di media sosial seperti X dan YouTube, hingga artikel-artikel di media arus utama Barat.
“Propaganda mematikan dan kekerasan rezim Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong kini mulai merambah ke mereka yang berada di Amerika Serikat, termasuk para pendukung mereka di Kongres,” ujar Browde. “Sangat mendesak bagi pemerintah AS untuk segera memulai investigasi kontra-intelijen secara menyeluruh demi mengidentifikasi dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ancaman ini sebelum sebuah tragedi benar-benar terjadi.”
Versi Mandarin: 中國新年前神韻總部和美國國會議員收到駭人死亡威脅










