Mengapa ini Penting?
Saat mendengar tentang sebuah latihan spiritual dari negeri yang jauh dan membaca laporan tentang rakyat Tiongkok yang disiksa di kamp kerja paksa yang terpencil, beberapa pembaca mungkin akan bertanya, “Apa pengaruh hal ini bagi hidup saya atau bagi seluruh dunia?”
Berikut adalah beberapa jawabannya:
Nilai-nilai universal yaitu Sejati, Baik, dan Sabar sedang diserang, dan hal ini berdampak pada kita semua.
Inti dari keyakinan Falun Gong adalah pemahaman bahwa alam semesta pada dasarnya bersifat baik, yang diwakili oleh nilai Sejati, Baik, dan Sabar. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam pikiran dan tindakan, praktisi Falun Gong berharap bisa mencapai tingkat kebaikan dan kebijaksanaan spiritual yang lebih tinggi. Tujuan utama penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) bukan hanya untuk menghapus sebuah kelompok agama atau menghilangkan ancaman politik. Tujuannya adalah untuk menghancurkan nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi oleh para praktisi. Karena alasan inilah, banyak penyiksaan yang dialami praktisi difokuskan untuk memaksa mereka melepaskan Falun Gong dan keyakinan intinya—sebuah proses yang oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) disebut sebagai “transformasi”.
Oleh karena itu, kisah Falun Gong pada intinya adalah sebuah pertempuran besar antara kebaikan dalam diri manusia—yang oleh orang Timur sering disebut sebagai “sifat ke-Buddhaan”—melawan rezim kejam yang bertekad untuk melenyapkannya. Dalam pertempuran ini, kita semua terlibat (baik Anda praktisi Falun Gong atau bukan) dan memiliki pilihan yang harus diambil: apakah kita berdiri bersama mereka yang berjuang mempertahankan kebaikan, atau justru membantu mereka yang ingin menghancurkannya, entah itu melalui dukungan langsung atau melalui sikap diam kita?
Dilakukan di lebih dari 70 negara, latihan Falun Gong membantu orang-orang di seluruh dunia meningkatkan kesehatan mereka serta membimbing hati menuju kebaikan dan kejujuran.
Apa pun pekerjaan atau bidang minat kita, kita semua pasti pernah merasakan sakit atau nyeri, dan beberapa orang bahkan memiliki masalah kesehatan yang serius atau kronis. Kita juga pasti pernah merasa marah, benci, atau tergoda untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Falun Gong—dengan kombinasi menyeluruh antara gerakan “qigong” dan ajaran spiritual yang menekankan nilai Sejati, Baik, dan Sabar—telah terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kesehatan, kondisi mental, dan perilaku orang yang menjalaninya, bahkan terkadang memberikan hasil yang ajaib. Berbagai studi medis dan survei pun telah menegaskan hal ini.
Puluhan juta keluarga di Tiongkok terus menghadapi kesewenang-wenangan dan kekejaman.
Pada tahun 1999, ada sekitar 100 juta orang yang berlatih Falun Gong (artinya 1 dari setiap 12 orang) saat Jiang Zemin memulai penganiayaan. Sejak saat itu, kehidupan mereka dan keluarga mereka hancur karena Partai Komunis Tiongkok (PKT) menggunakan segala cara untuk menindas mereka. Upaya penindasan ini meliputi: kampanye kebohongan besar-besaran untuk menjelek-jelekkan Falun Gong, pembangunan kamp kerja paksa baru untuk menampung banyaknya tahanan, pembentukan pasukan polisi khusus yang kebal hukum, hingga sistem sensor internet untuk menutupi kebenaran. Jutaan orang baik dan pekerja keras dari berbagai kalangan dipecat dari pekerjaannya, dan banyak yang dikirim ke kamp kerja paksa untuk dipaksa mengubah keyakinan mereka.
Sampai hari ini, polisi rahasia masih terus menculik orang-orang dari rumah mereka untuk dipenjara hanya karena mereka berlatih Falun Gong, meskipun mereka hanya berlatih secara diam-diam di rumah sendiri. Akibatnya, praktisi Falun Gong menjadi kelompok tahanan politik terbesar di Tiongkok, dan setiap minggu selalu ada laporan baru tentang praktisi yang meninggal akibat disiksa di dalam penjara.
Penganiayaan ini telah memicu krisis moral dan krisis kepemimpinan bagi masyarakat Tiongkok.
Dampak dari keputusan Jiang Zemin untuk memusnahkan Falun Gong tidak hanya dirasakan oleh para praktisi dan keluarganya, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Tiongkok. Para pejabat yang aktif menyiksa dan membunuh orang-orang yang berkeyakinan Falun Gong justru mendapatkan kenaikan jabatan. Warga masyarakat bahkan ditawari hadiah uang jika mereka melaporkan tetangganya sendiri. Sementara itu, orang-orang yang menolak untuk bekerja sama atau yang berani melawan kampanye ini berisiko dipecat, diculik, dipenjara, bahkan dibunuh. Penegakan hukum dan kebebasan berkeyakinan telah rusak parah. Akibatnya, penganiayaan ini memicu pindahnya orang-orang pintar ke luar negeri (brain drain), krisis moral, dan pelanggaran hak asasi manusia dalam skala yang sangat besar di dalam negeri.
Produk hasil korupsi dan kerja paksa di Tiongkok menyebar ke seluruh dunia.
Di dunia yang saling terhubung saat ini, kejadian di negara mana pun pasti akan berdampak secara global, apalagi jika terjadi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Sumpit yang kita beli di luar negeri mungkin saja dibungkus oleh praktisi Falun Gong di kamp kerja paksa Beijing. Mainan yang dimainkan anak-anak kita mungkin saja berbahaya karena merosotnya standar moral di Tiongkok. Bahkan, anggota delegasi Tiongkok yang kita temui—baik dari kalangan bisnis, akademisi, maupun politik—kemungkinan besar telah terdampak oleh penganiayaan ini, entah sebagai pelaku, korban, atau orang yang hanya diam melihatnya.
Partai Komunis berusaha memperluas penganiayaannya hingga ke luar Tiongkok.
Kampanye penindasan yang dilakukan Partai Komunis kini semakin berdampak langsung pada kehidupan orang-orang di luar Tiongkok. Pejabat-pejabat Tiongkok telah berulang kali memicu pelecehan dan serangan terhadap para praktisi di berbagai negara, mulai dari Israel, Vietnam, Rusia, hingga Amerika Serikat. Dalam situasi seperti ini, setiap dari kita suatu saat mungkin akan dihadapkan pada pilihan: membela hak-hak praktisi Falun Gong atau justru ikut melanggarnya. Inilah alasan kuat mengapa kita harus benar-benar memahami apa sebenarnya Falun Gong itu.
Dalam menanggapi penganiayaan ini, para praktisi Falun Gong telah muncul sebagai kekuatan besar bagi kebebasan dan keadilan di Tiongkok maupun di seluruh dunia.
Bukannya menyerah pada tekanan PKT, para praktisi Falun Gong di berbagai tempat justru tetap teguh pada keyakinan mereka. Mereka terus bekerja keras dengan berbagai cara kreatif untuk menghentikan penganiayaan. Di dalam negeri Tiongkok, mereka mencetak selebaran sendiri, membuat rekaman DVD, dan memasang spanduk. Tujuannya adalah membantu rakyat Tiongkok menyadari kebohongan Partai Komunis agar mereka tidak ikut melakukan kejahatan yang nantinya akan disesali. Materi-materi ini disebarkan hingga ke ribuan desa terpencil. Di luar Tiongkok, para praktisi Falun Gong membuat film dokumenter, menciptakan perangkat lunak untuk menembus sensor internet, menelepon langsung ke kamp-kamp kerja paksa, hingga menuntut para pelaku utama ke pengadilan. Mereka juga membentuk tim tarian naga dan kelompok genderang tradisional untuk memperkenalkan budaya asli Tiongkok kepada masyarakat dunia.
Tindakan para praktisi Falun Gong menginspirasi lebih banyak rakyat Tiongkok untuk berani membela kebebasan dan keadilan.
Setelah mulai menyadari kebohongan Partai Komunis, banyak warga Tiongkok mulai menunjukkan dukungan mereka secara diam-diam. Contohnya, ada polisi yang membocorkan informasi kepada tetangganya yang praktisi Falun Gong bahwa akan ada penangkapan. Ada juga penjaga penjara yang berpura-pura tidak melihat saat ada praktisi yang sedang bermeditasi. Bahkan, ada pejabat yang diam-diam keluar dari keanggotaan Partai menggunakan nama samaran sebagai bentuk protes terhadap kekerasan. Di sisi lain, semakin banyak orang di seluruh Tiongkok yang kini berani melawan bahaya demi menentang penganiayaan ini secara terang-terangan. Para pengacara mulai berani membela praktisi Falun Gong di pengadilan dan mempertanyakan aturan pemerintah yang tidak sah. Warga biasa pun mulai berani menandatangani petisi dengan nama asli mereka untuk menuntut pembebasan tetangga, teman, atau rekan kerja mereka. Meski penganiayaan belum berakhir, setiap tindakan berani ini perlahan-lahan memperlemah kekuatan PKT dalam melakukan penindasan.
Suara dunia internasional—termasuk suara Anda—dapat menyelamatkan nyawa.
Bukan hanya keberanian rakyat Tiongkok saja yang berarti. Pengalaman telah berulang kali membuktikan bahwa perhatian dunia dan kecaman masyarakat luar terhadap kekejaman PKT benar-benar bisa membawa perubahan. Menandatangani petisi, menulis surat dukungan, membagikan informasi di media sosial, atau bahkan sekadar doa yang tulus, sangat membantu kita melangkah menuju dunia yang lebih baik. Kita semua mendambakan masa di mana tidak ada lagi kamp kerja paksa di Tiongkok yang penuh dengan tahanan nurani. Kita berharap Tiongkok bisa kembali seperti awal tahun 1990-an, di mana pemandangan ribuan orang bermeditasi dengan tenang di taman-taman menjadi hal yang biasa kembali.


