Falun Dafa Memperkaya Kehidupan Anak-Anak di Seluruh Dunia
Peserta Summer Camp Minghui 2022 di Toronto melakukan latihan bersama setiap hari. (Sumber: Minghui)
Baik di Sekolah Minghui khusus—tempat para siswa sepenuhnya mendalami kurikulum yang didedikasikan untuk kebudayaan dan nilai-nilai tradisional Tiongkok kuno—Summer Camp Sekolah Minghui, maupun Klub Minghui di sekolah dasar, anak-anak yang berdisiplin ini belajar untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip Falun Dafa, sebuah latihan yang sangat memperkaya kehidupan mereka. Tiga karakteristik utama Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong), sebuah latihan spiritual jiwa-raga kuno yang berakar dari tradisi Buddha, adalah Kebenaran, Kasih Sayang, dan Kesabaran (atau, dalam bahasa Mandarin, Zhen 真, Shan 善, Ren 忍).
Di tengah penggunaan hiburan digital dan media sosial berlebihan, Sekolah, Summer Camp, serta Klub Minghui yang didirikan oleh praktisi Falun Gong memberikan tempat beristirahat menenangkan bagi peserta muda. Dalam lingkungan bersih ini, anak-anak mempelajari teks spiritual Dafa yang mendalam bersama-sama tanpa gangguan teknologi, sekaligus mendalami warisan budaya Tiongkok berharga. Cara ini menciptakan kondisi tepat agar kebaikan dan kemurnian alami terbaik dari dalam diri anak-anak muncul dan berkembang.
Kesaksian dari Taiwan

Pada 2010, Wengting, siswi kelas enam di Hsinchu, Taiwan, meraih Penghargaan Teladan Kecerdasan Moral dalam upacara yang dipimpin mantan wali kota Hsinchu, Hsu Ming-tsai (menjabat 2009–2014). Menurut para gurunya, siswi kelas enam ini layak mendapat penghargaan karena selalu menjaga sikap positif terhadap teman-teman sekelasnya di tengah berbagai perubahan situasi. Saat menghadapi tantangan atau kesulitan, alih-alih menyalahkan hal-hal di luar dirinya, Wengting bertanggung jawab serta bertindak dengan sabar dan tenang.
Ibu Wengting menceritakan bagaimana putrinya sempat menderita penyakit ketika masih kecil. Namun, setelah melakukan latihan Falun Dafa, penyakitnya hilang dan dia belajar menjadi pribadi penuh kasih sayang. Wengting sendiri mengaitkan prestasi akademisnya dengan keyakinannya pada Falun Dafa, terutama prinsip dasar dan panduan hidup Zhen 真, Shan 善, Ren 忍.
Di sebuah Klub Minghui di sekolah dasar di Hualian, Taiwan, para siswa mempelajari ajaran Falun Dafa bersama, membaca ceramah dari Zhuan Falun dengan nyaring dan menghafal bait-bait puisi dari Hong Yin. Anak-anak mengatakan bahwa Klub tersebut terasa seperti keluarga, dan ajaran Dafa membuat tubuh serta pikiran mereka menjadi lebih baik.
Huang Guanquan berkata tentang Klub Minghui Hualian: “Saya bergabung dengan Klub Minghui saat bersekolah di SD Mingyi. Saya belajar banyak hal dari klub ini, dan saya belajar cara bergaul dengan orang lain. Para guru sangat baik dan sabar. Mereka mengajari kami untuk menerapkan Kebenaran-Kasih Sayang-Kesabaran setiap hari. Yang saya pahami adalah ‘Kebenaran’ berarti kita harus menyelesaikan tugas yang telah kita mulai dan tidak boleh berbuat sesuka hati, ‘Kasih Sayang’ berarti membantu orang lain dan berbuat kebaikan, dan ‘Kesabaran’ berarti bertahan, bahkan saat tugas terasa berat atau melelahkan.”
Hong Yujie, seorang siswa muda lainnya, berkomentar, “Saya pikir ini adalah latihan yang sangat bagus karena membantu kami meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran kami. Gurunya sangat luar biasa. Dia menceritakan kisah-kisah yang belum pernah saya dengar sebelumnya, kisah-kisah dengan makna yang mendalam.”
Summer Camp Minghui di Kanada
Christine, ibu dari seorang anak perempuan yang mengikuti Summer Camp Sekolah Minghui di Toronto, mengatakan bahwa kemah tersebut membantu menenangkan putrinya yang sebelumnya kesulitan fokus: “Anak-anak hiperaktif seperti dia duduk tenang dan mendengarkan di kelas. Guru juga mengajari mereka cara menghormati orang lain sekaligus merawat barang-barang pribadi mereka dengan baik.” Aspek moral-filosofis dari ajaran Falun Dafa, serta lima gerakan latihan yang lembut, membantu anak-anak fokus dan berkonsentrasi pada tugas di hadapan mereka, sekaligus mempererat hubungan antar sesama anak.
Albert, seorang siswa Kanada berusia 12 tahun, merupakan peserta lama Summer Camp Sekolah Minghui di Toronto. Kemah musim panas 2022 berlangsung selama dua bulan dengan sekitar 50 peserta. Selain melakukan lima gerakan latihan bersama dan mempelajari ajaran Dafa, anak-anak belajar tarian klasik Tiongkok, musik, lukis, kaligrafi, menggambar, serta kebudayaan tradisional Tiongkok berdasarkan karya sastra klasik Kisah Tiga Kerajaan dan Perjalanan ke Barat.
Selain membuat karya seni sendiri, anak-anak mengunjungi Pameran Seni Internasional Zhen Shan Ren di Balai Kota Toronto untuk mengamati secara perlahan dan dekat lukisan-lukisan buatan para seniman berbakat yang berkarya dalam lingkup seni tradisional.
Di kemah musim panas tersebut, Albert memahami pentingnya meningkatkan xinxing (“watak pikiran,” “watak hati,” “karakter moral”), salah satu ajaran moral Falun Dafa yang memungkinkan peningkatan spiritual. Pada beberapa hari pertama kemah, ia menyadari dirinya sering terlibat percekcokan dengan guru atau sesama siswa. Namun, setiap kali konflik terjadi, ia menyesali perilakunya, mencari ke dalam diri, dan berjanji pada diri sendiri untuk bersikap lebih baik ke depannya: “Saya belajar memperbaiki diri alih-alih melihat kesalahan orang lain. Ketika teman-teman menunjukkan hal yang seharusnya saya lakukan dengan lebih baik, saya tahu mereka sedang membantu saya.”
Lingkungan Bebas Teknologi yang Bebas Gangguan
Eric, seorang praktisi Falun Dafa berusia 12 tahun, menyampaikan bahwa Summer Camp Minghui membantunya menjadi praktisi yang lebih gigih. Sebelum mengikuti kemah, ia tidak bisa duduk posisi sila ganda saat meditasi. Namun, setelah dua minggu berada di lingkungan kemah, ia berhasil bermeditasi dengan posisi sila ganda. Selain itu, Eric mengapresiasi lingkungan kemah yang bebas dari ponsel pintar setelah sebelumnya menghabiskan banyak waktu menonton video atau bermain gim video: “Setelah bersama peserta lain, saya menyadari hal itu membuang waktu dan kontennya bisa berbahaya. Jadi, saya benar-benar berhenti bermain gim video dan sekarang jarang melihat media sosial.”
Penawar bagi Masa Kecil yang Terikat Ponsel Pintar
Dalam bukunya The Anxious Generation: How the Great Rewiring of Childhood Is Causing an Epidemic of Mental Illness, psikolog sosial Jonathan Haidt menjelaskan dampak buruk dari “masa kecil yang terikat ponsel pintar”, dampak yang masih ditanggung Generasi Z – anak-anak kelahiran setelah 1995 – hingga hari ini. Perlindungan berlebihan di dunia nyata, yang berarti hilangnya kesempatan bermain fisik dan berinteraksi sosial, dipadukan dengan kurangnya perlindungan di dunia maya, yang berarti akses tanpa batas ke media sosial serta konten tidak pantas dan mengganggu, merupakan dua tren yang memperparah krisis kesehatan mental di kalangan usia muda.
Lingkungan yang berusaha dibangun oleh Summer Camp Minghui adalah lingkungan yang memaksimalkan potensi hubungan sejati dan meminimalkan risiko terjerumus ke dalam perilaku serta kebiasaan yang merusak, kompulsif, atau adiktif.
Michael Wang, yang saat itu akan masuk kelas lima SD dan menjadi peserta Summer Camp Minghui 2018 di Toronto, sama seperti Eric, juga menyampaikan efek pemulihan dari konsistensi menjaga lingkungan bebas teknologi yang dibangun di kemah tersebut: “Saya benar-benar berhenti total tahun lalu. Ibu selalu menyuruh saya untuk tidak bermain gim video. Saya tahu itu tidak baik untuk saya, dan saya tahu saya menjadi mudah marah setiap kali selesai bermain gim. Saya tidak bisa mengendalikan diri dan terdorong melakukan hal-hal buruk seperti mengambil barang tanpa izin atau bertengkar dengan orang lain. Saya tidak ingin dikendalikan oleh iblis, jadi saya bulatkan tekad untuk berhenti. Awalnya memang sulit. Kadang saya berlari atau berjalan-jalan di luar saat benar-benar ingin bermain gim video. Butuh waktu 2 minggu seperti itu sampai saya bisa berhenti total. Saya merasa jauh lebih lega sejak berhenti bermain gim video. Emosi saya juga jadi jauh lebih baik.”
Mencari ke Dalam Diri, Konflik Pun Sirna
Annie Cheng, anak berusia delapan tahun dari Minnesota, merasa kecewa ketika ibunya datang untuk menjemput dan membawanya pulang ke Amerika Serikat di akhir musim panas. Ia menyampaikan bahwa waktu di kemah terasa berlalu sangat cepat, rasanya baru seminggu berlalu sejak dimulai. Ia telah mendapatkan begitu banyak teman baik hingga tidak ingin pulang: “Saya sangat suka di sini karena kami semua bisa belajar Fa dan melakukan latihan bersama. Sesama siswa jarang berdebat atau bertengkar. Kami semua mencari ke dalam diri dan berkata ‘ini salah saya.’ Konflik pun sirna setelah itu.”
Bagi Emma He yang berusia sembilan tahun, kemah musim panas telah mengajarkannya untuk lebih bertenggang rasa kepada orang lain. Emma belajar cara memainkan Erhu (alat musik gesek tradisional Tiongkok) dan membawakan tarian klasik Tiongkok. Ia telah mendengarkan Fa sejak lahir dan lingkungan Summer Camp Minghui memungkinkannya untuk melanjutkan latihan dan memperdalam pemahamannya tentang Fa. Meringkas pelajaran tentang toleransi yang ia dapatkan di kemah, Emma berkata: “Saya juga bersikap toleran kepada ibu saya ketika beliau sedang marah. Saya menahan diri saat dinasihati dan tidak menjawab. Jika tidak, ibu akan semakin marah. Kadang saya mengingatkannya untuk tidak kesal atau pergi sejenak jika belum bisa tenang. Pernah suatu kali saat saya sedang berlatih Erhu, ibu datang ke samping saya dan mulai memberi tahu bahwa saya membuat kesalahan. Saya tahu ibu tidak bisa memainkan Erhu, tetapi saya tetap diam. ibu kemudian berhenti,” senyumnya. “Saya tahu ibu memedulikan saya.”
Lisa yang berusia dua belas tahun menyampaikan kemurnian lingkungan di kemah musim panas tersebut, dengan mengungkapkan bahwa hal itu menciptakan kondisi baginya untuk mencapai ketenangan batin: “Saya merasakan kedamaian batin yang luar biasa karena para praktisi memang seharusnya belajar Fa dan melakukan latihan. Selain itu, kami mempelajari kebudayaan tradisional Tiongkok dan aksara tradisional Tiongkok di sini. Kami saling mengingatkan untuk mencari ke dalam diri.”
Lisa memperhatikan banyak perbedaan antara lingkungan Minghui dan lingkungan di sekolah menengahnya. Ketika mengalami konflik interpersonal dengan seseorang di sekolah biasa, norma yang berlaku adalah memperbesar konflik dengan mengeluhkan kesalahan atau kekurangan orang lain, yang pada hakikatnya bergosip dan memperparah perselisihan awal. Hal ini kemudian memicu terbentuknya kelompok-kelompok atau klik di antara para siswa. Sebaliknya, di lingkungan Minghui, para siswa mematuhi ajaran Dafa sehingga secara alami mencari kesalahan dalam diri sendiri terlebih dahulu saat mengalami konflik sosial, meminta maaf, dan mencari ke dalam diri.
Di sekolah menengah Lisa, ada seorang anak perempuan yang memiliki luka parut di pergelangan tangannya dan telah beberapa kali mencoba bunuh diri akibat perundungan. Ketika Lisa memintanya untuk berlatih toleransi, salah satu karakteristik Dafa, dan mengingatkannya bahwa para perundung tersebut sedang melakukan hal buruk sehingga merugikan diri mereka sendiri, kondisi temannya membaik dan kepercayaan dirinya meningkat. Lisa mengenalkan Falun Dafa kepadanya dan menyarankan untuk membaca Zhuan Falun.
Falun Dafa di India
Di India, terdapat lebih dari 80 sekolah terdokumentasi yang telah mengintegrasikan Falun Dafa ke dalam kurikulum pendidikan jasmani mereka, yang membuahkan hasil signifikan dalam ketenangan dan kejelasan pikiran para siswa mereka. Salah satu sekolah tersebut adalah Sekolah Jyothi di Bangalore, kota terpadat ketiga di India. Kepala Sekolah Jyothi, Pastur Varkey Valiadeth, adalah seorang imam Katolik yang pengalaman pribadinya dengan efek ajaib Dafa menginspirasinya untuk mempromosikan latihan spiritual ini di berbagai pertemuan dan konferensi. Di tengah masyarakat yang kekurangan akses terhadap sumber daya medis, efek penyembuhan dari latihan Falun Gong telah menjadi berkah yang luar biasa.
Interviews compiled from original Minghui articles: https://en.minghui.org/emh/articles/2008/10/3/101168p.html
https://en.minghui.org/html/articles/2022/8/30/203039.html
https://en.minghui.org/html/articles/2018/8/13/171495.html
https://en.minghui.org/html/articles/2024/6/14/218619.html
https://en.minghui.org/html/articles/2008/2/9/94167p.html








