Jane Dai Fadu Dai

Kesaksian Pribadi

Penganiayaan terhadap Falun Gong menargetkan 100 juta orang di Tiongkok, serta menghancurkan keluarga dan komunitas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Tiongkok. Di bawah ini, kami menyajikan gambaran mengenai dampak kemanusiaan dari penganiayaan tersebut melalui kisah-kisah pribadi yang mendalam dari mereka yang tewas, mereka yang selamat, dan mereka yang tengah berjuang demi kebebasan sesama. Inilah kisah mereka…

The persecution of Falun Gong targeted 100 million people in China, and decimated countless families and communities across China. These are their stories…

Pemilik Restoran Meninggal Akibat Penyiksaan di Kamp Kerja Paksa

Seorang pemilik restoran pangsit berusia 42 tahun di Tiongkok Timur Laut meninggal di rumahnya pada akhir Februari, karena tidak bisa pulih dari penyiksaan fisik dan mental selama satu setengah tahun di kamp Pendidikan Ulang Melalui Kerja Paksa (RTL), demikian yang dilaporkan oleh Pusat Informasi Falun Dafa. Kematiannya adalah salah satu dari lebih dari 400 kematian penganut Falun Gong yang terdokumentasi di provinsi Liaoning sejak tahun 1999.

Baca Selengkapnya »

Yu Yungang, 48 Tahun, Heilongjiang

Pada Februari 2009, Winter Universiade ke-24, sebuah ajang olahraga mahasiswa internasional, diadakan di Harbin. Menjelang acara tersebut, penganiayaan dan penculikan terhadap praktisi Falun Gong setempat meningkat. Oleh karena itu, Yu Yungang dan beberapa praktisi lainnya mencoba menggunakan pengeras suara kecil untuk memberi tahu para peserta mengenai pelanggaran-pelanggaran ini. Polisi menahannya bersama lebih dari 20 praktisi lainnya. Bulan Juli, ia “divonis” 8 tahun penjara. Sekitar jam 3 sore pada 1 Maret 2011, Yu dilaporkan pingsan akibat penyiksaan, dan dilarikan ke Rumah Sakit No. 2 yang berafiliasi dengan Universitas Jiamusi. Ia menjalani operasi pada tengkoraknya, namun tidak pernah pulih dan meninggal dunia pada 5 Maret 2011, saat polisi berusaha menutupi kasusnya. Yu berusia 48 tahun ketika meninggal dunia. Ia adalah praktisi kedua dari penjara Jiamusi yang meninggal dalam kurun waktu dua minggu.

Baca Selengkapnya »

Shi Hongbo, 42 Tahun, Liaoning

Seorang pemilik restoran pangsit berusia 42 tahun di Tiongkok Timur Laut meninggal dunia di rumahnya pada akhir Februari. Ia tidak mampu pulih setelah mengalami penyiksaan fisik dan mental selama satu setengah tahun di kamp Re-edukasi Melalui Kerja Paksa (RTL), menurut informasi yang diterima oleh Falun Dafa Information Center. Kasusnya merupakan salah satu dari 400 lebih kematian praktisi Falun Gong yang terdokumentasi di provinsi Liaoning sejak tahun 1999.

Baca Selengkapnya »

Qin Yueming, 47 tahun, Heilongjiang

Qin Yueming diculik dari rumahnya pada April 2002. Ia dipukuli dengan kejam dan disiksa di atas bangku harimau, hingga tulang rusuk dan kakinya patah dan ia tidak bisa berjalan. Meskipun demikian, ia kemudian divonis sepuluh tahun penjara dalam persidangan yang hasilnya telah ditentukan sebelumnya oleh pejabat Partai Komunis. Ia dibawa ke Penjara Jiamusi. Pada malam hari tanggal 26 Februari 2011, istri Qin menerima panggilan telepon dari Penjara Jiamusi yang memberitahunya bahwa Qin telah meninggal dunia.

Baca Selengkapnya »

Zhu Ying, Henan

Dua wanita paruh baya, dari provinsi Hunan dan Henan, meninggal dunia pada akhir November, hanya dalam beberapa minggu setelah diculik oleh otoritas karena melakukan latihan Falun Gong, menurut informasi yang baru-baru ini diterima oleh Falun Dafa Information Center.

Baca Selengkapnya »
Share