
Setelah 11 Tahun Dipenjara dan Disiksa, Pria Jilin Meninggal Dunia
Seorang praktisi Falun Gong dari Kabupaten Nong’an, Provinsi Jilin, meninggal dunia pada 26 Agustus 2020, satu setengah bulan setelah ditangkap dalam operasi penangkapan Falun Gong
Penganiayaan terhadap Falun Gong menargetkan 100 juta orang di Tiongkok, serta menghancurkan keluarga dan komunitas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Tiongkok. Di bawah ini, kami menyajikan gambaran mengenai dampak kemanusiaan dari penganiayaan tersebut melalui kisah-kisah pribadi yang mendalam dari mereka yang tewas, mereka yang selamat, dan mereka yang tengah berjuang demi kebebasan sesama. Inilah kisah mereka…
The persecution of Falun Gong targeted 100 million people in China, and decimated countless families and communities across China. These are their stories…

Seorang praktisi Falun Gong dari Kabupaten Nong’an, Provinsi Jilin, meninggal dunia pada 26 Agustus 2020, satu setengah bulan setelah ditangkap dalam operasi penangkapan Falun Gong

Bian Lichao (kiri) dan mendiang istrinya Zhou Xiuzhen (kanan) keduanya adalah guru sekolah menengah di Provinsi Hebei.

Menjadi sasaran karena vokal, Guru Berusia 53 Tahun meninggal setelah mengalami penyiksaan satu dekade: mencakup upaya aborsi paksa, patah tulang, dan injeksi zat perusak saraf

He Lifang, seorang praktisi Falun Gong asal Kota Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, meninggal dunia pada 2 Juli 2019.

Nn. Luo Dan meninggal pada 1 Desember 2019, setelah mengalami penganiayaan bertahun-tahun akibat keyakinannya pada Falun Gong

Jin Shunnu jatuh koma pada 6 Oktober 2018 saat berada dalam tahanan karena aktivitasnya memberikan penjelasan kepada publik mengenai Falun Gong, sebuah ajaran spiritual yang tengah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok.

Seorang tahanan hati nurani Ren Dongsheng, menderita akibat tangannya dibakar dengan korek api, wajahnya ditampar, dan jari kakinya diinjak hingga kuku-kukunya terlepas. Ia dipaksa memakan

Keluarga Zhao Chunyan terpaksa memanggil ambulans saat pembebasan, korban akhirnya meninggal 12 hari kemudian di usia 65 tahun

Yang Yuyong dirawat di rumah sakit setelah disiksa saat dalam tahanan (Radio Free Asia)

Sign up today and join our monthly email list.