Jane Dai Fadu Dai

Kesaksian Pribadi

Penganiayaan terhadap Falun Gong menargetkan 100 juta orang di Tiongkok, serta menghancurkan keluarga dan komunitas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Tiongkok. Di bawah ini, kami menyajikan gambaran mengenai dampak kemanusiaan dari penganiayaan tersebut melalui kisah-kisah pribadi yang mendalam dari mereka yang tewas, mereka yang selamat, dan mereka yang tengah berjuang demi kebebasan sesama. Inilah kisah mereka…

The persecution of Falun Gong targeted 100 million people in China, and decimated countless families and communities across China. These are their stories…

Xu Na

Pada tanggal 19 juli 2020, Xu ditangkap bersama sepuluh jurnalis warga lainnya di Beijing karena menerbitkan foto-foto online tentang Beijing selama pandemi COVID-19. Pengacara mereka ditolak hak-hak tertentu yang dilindungi oleh hukum Tiongkok, termasuk menyalin dan meminta dokumen pengadilan, serta hadir dalam persidangan kasus yang penting.

Ia didakwa pada 2 april 2021 dan ditahan di penjara wanita Beijing hingga vonis hukumannya pada 14 januari 2022. Ia kemudian dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Baca Selengkapnya »

Eric Jia

Eric Jia dan ibunya melarikan diri ke Australia ketika ia berusia 11 tahun. Itu adalah terakhir kalinya ia melihat ayahnya, Ye Jia. Kini seorang mahasiswa, Eric bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan ayahnya.

Baca Selengkapnya »

Minghui Wang

Minghui Wang (tengah) bersama orang tuanya pada acara nyala lilin memperingati 20 tahun permohonan damai Falun Dafa terhadap penganiayaan rezim komunis Tiongkok, 20 Juli 2019, La Jolla, California.

Baca Selengkapnya »

Stephanie Zhang

Stephanie Zhang dengan foto ayahnya, korban penganiayaan Falun Gong di Tiongkok. “Saya selalu membawa potret ayah saya ke acara doa bersama dengan lilin yang diadakan setiap tahun,” kata Stephanie Zhang, sambil menatap foto ayahnya dengan air mata di matanya.

Baca Selengkapnya »

Xu Xinyang

Xu Xinyang menghadiri forum bertajuk “Memburuknya Hak Asasi Manusia dan Gerakan Tuidang di Tiongkok” yang digelar di Washington D.C. pada 2018. Dokumentasi: Samira Bouaou/The Epoch Times.

Baca Selengkapnya »
Share