Jane Dai Fadu Dai

Kesaksian Pribadi

Penganiayaan terhadap Falun Gong menargetkan 100 juta orang di Tiongkok, serta menghancurkan keluarga dan komunitas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Tiongkok. Di bawah ini, kami menyajikan gambaran mengenai dampak kemanusiaan dari penganiayaan tersebut melalui kisah-kisah pribadi yang mendalam dari mereka yang tewas, mereka yang selamat, dan mereka yang tengah berjuang demi kebebasan sesama. Inilah kisah mereka…

The persecution of Falun Gong targeted 100 million people in China, and decimated countless families and communities across China. These are their stories…

Berselang 15 Tahun: Lebih dari 20 Praktisi Falun Gong di Kabupaten Yongxing Ditangkap Secara Massal

Dalam suatu kejadian berulang terkait penganiayaan agama yang memprihatinkan, penangkapan massal di Provinsi Hunan—yang berselang lima belas tahun—telah menargetkan kelompok praktisi Falun Gong yang sama. Di antara mereka terdapat Li Qun’e dan Cao Shuiju, yang telah mengalami penahanan berkepanjangan, kekerasan, pemerasan, serta vonis hukum yang tidak adil akibat latihan spiritual damai yang mereka jalankan.

Baca Selengkapnya »

Praktisi Falun Gong Berusia 71 Tahun Tewas Akibat Penganiayaan dalam Tahanan

Pada 9 Mei, Wang Yan, seorang praktisi Falun Gong berusia 71 tahun dari Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, meninggal dunia saat dipenjara di Penjara Wanita Liaoning (sebelumnya dikenal sebagai Penjara Wanita Shenyang Dabei). Kematiannya menambah jumlah kematian praktisi Falun Gong yang terkonfirmasi akibat penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadi lebih dari 5.205 orang, menurut Minghui.org.

Baca Selengkapnya »

Pasangan Lansia Dipenjara karena Latihan Falun Gong, Sang Suami Meninggal di Tahanan 

Wang Ligong, seorang mantan peneliti berusia 76 tahun dari Kota Changchun, Provinsi Jilin, meninggal dunia pada November 2024 saat menjalani hukuman penjara karena menjalankan latihan Falun Gong—sebuah disiplin spiritual yang mengalami penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sejak 1999. Kematiannya diakibatkan oleh serangkaian pelanggaran terhadap prosedur hukum dan saran medis, termasuk pengabaian penilaian medis yang menyatakan bahwa ia tidak layak untuk ditahan.

Baca Selengkapnya »

Xu Na

Pada tanggal 19 juli 2020, Xu ditangkap bersama sepuluh jurnalis warga lainnya di Beijing karena menerbitkan foto-foto online tentang Beijing selama pandemi COVID-19. Pengacara mereka ditolak hak-hak tertentu yang dilindungi oleh hukum Tiongkok, termasuk menyalin dan meminta dokumen pengadilan, serta hadir dalam persidangan kasus yang penting.

Ia didakwa pada 2 april 2021 dan ditahan di penjara wanita Beijing hingga vonis hukumannya pada 14 januari 2022. Ia kemudian dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Baca Selengkapnya »
Share