“Kontroversial”?

Di Tiongkok, Falun Gong sama sekali tidak dianggap sebagai sesuatu yang "kontroversial", apalagi dicap sebagai "ajaran sesat", sebelum terjadinya penganiayaan pada tahun 1999.

Antara tahun 1992 sampai 1999, Falun Gong adalah sesuatu yang sangat umum dan populer di masyarakat: menurut laporan New York Times tahun 1999, lebih dari 70 juta orang melakukan latihan ini. Angka tersebut menjadikannya metode kesehatan dan spiritual yang paling banyak diikuti dalam sejarah Tiongkok. Di hampir setiap taman, setiap pagi kita bisa melihat puluhan hingga ratusan orang berlatih Falun Gong; pengikutnya pun beragam, mulai dari ilmuwan ternama, perwira militer, pejabat pemerintah, hingga kaum terpelajar.

Apa yang membuat Falun Gong begitu menarik? Alasan utamanya adalah manfaat kesehatan, baik untuk fisik, mental, maupun moral. Latihan ini membawa pengaruh positif dan mengajarkan nilai-nilai kebajikan kuno. Selain itu, Falun Gong sangat inklusif karena terbuka bagi siapa saja dan tidak dipungut biaya. Sifatnya pun sangat transparan karena dilakukan di tempat umum (seperti taman) dan semua materi ajarannya bisa diunduh gratis di internet.

Karena hal-hal positif tersebut, Falun Gong mendapat banyak pujian dari berbagai lembaga resmi pemerintah, termasuk kementerian keamanan dan komisi olahraga nasional. Bahkan, beberapa pejabat menganggap latihan ini sebagai solusi hebat untuk mengatasi beban biaya kesehatan di negara yang penduduknya mulai menua tersebut.

Ketika pemerintah komunis Tiongkok melarang Falun Gong pada tahun 1999, mereka menghadapi masalah besar terkait nama baik mereka, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini dikarenakan Falun Gong sangat populer dan tidak pernah terbukti melakukan kesalahan apa pun. Faktanya, Biro Keamanan Publik sudah pernah menyelidiki kelompok ini sebanyak tiga kali dan hasilnya menyatakan tidak ada aturan yang dilanggar.

Lalu apa yang dilakukan partai? Mereka mulai menyerang Falun Gong dengan kampanye fitnah melalui media pemerintah dan upaya pencitraan di luar negeri. Hal ini juga punya tujuan lain: untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah sosial yang sangat serius serta korupsi pejabat yang mulai mengancam keutuhan negara.

Jika Anda bingung dengan tuduhan yang terus diulang-ulang oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) bahwa Falun Gong itu merusak dan berbahaya, ada tiga poin penting yang perlu dicatat:

Pertama, hampir semua tuduhan buruk tentang Falun Gong baru dimunculkan oleh pihak partai setelah mereka memutuskan untuk memulai penganiayaan terhadap kelompok tersebut.

Kedua, jurnalis independen yang mencoba menyelidiki tuduhan tersebut justru diganggu, diancam, bahkan ditangkap. Ketika mereka berhasil mewawancarai sumber secara langsung, terbukti bahwa tuduhan PKT adalah bohong, bahkan banyak yang murni hasil karangan.

Ketiga, mengapa tuduhan buruk yang sama tidak pernah ada di lebih dari 70 negara lainnya di mana Falun Gong bebas dilakukan? Di Taiwan yang demokratis misalnya, ada ratusan ribu orang yang melakukan latihan Falun Gong setiap hari, dan di sana mereka justru mendapatkan banyak pujian dan penghargaan.

Jadi, apa masalah yang sebenarnya? Masalah utamanya adalah pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh penguasa komunis Tiongkok terhadap warga negara yang taat hukum, cinta damai, dan tidak berpolitik.

Pemerintah Beijing ingin Anda sibuk mempertanyakan siapa orang-orang ini, supaya Anda tidak fokus pada penganiayaan kejam yang sedang mereka lakukan terhadap para praktisi tersebut.

Daftar lengkap kesalahpahaman »

Share