Apa itu Falun?
Poin-poin Penting
Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org
Simbol Falun Dafa di sebut “Falun,” dalam istilah bahasa Mandarin dapat diterjemahkan secara bebas sebagai “Roda Hukum.” Terdiri dari dua elemen utama: simbol yin-yang, dari aliran Tao, dan srivatsa dari aliran Buddha. Srivatsa atau swastika sering terlihat dalam agama Buddha di Asia.
Swastika yang terlihat di Falun merupakan simbol dari Buddha..
Simbol Kuno dan Universal
Swastika adalah simbol kuno pembawa keberuntungan yang telah digunakan selama berabad-abad di seluruh dunia. Namun, saat ini banyak orang masih ingat betul bagaimana Hitler menyalahgunakan swastika selama Perang Dunia II, sehingga mereka menghubungkannya dengan kekejaman Holocaust. Hitler merampas swastika dan memutarbalikkan maknanya bagi jutaan orang. Akibatnya, banyak yang terkejut saat melihat swastika menjadi bagian dari Falun, lambang dari Falun Dafa.
Padahal, swastika sudah sejak lama menjadi simbol yang kuat dan positif di berbagai budaya di seluruh dunia. Dalam budaya Timur, swastika adalah simbol Buddha. Di Tiongkok, swastika juga melambangkan konsep kekekalan, ketidakterbatasan, dan alam semesta. Dalam bahasa Mandarin, simbol ini disebut wan, dan dalam bahasa Sanskerta dikenal sebagai srivatsa.



Swastika Merupakan Simbol Keberuntungan di Barat Sebelum Perang Dunia II
Kebanyakan orang sudah lupa bahwa swastika pernah memiliki citra yang positif, bahkan di Amerika Utara. Kartu pos seperti yang ada di bawah ini mengingatkan kita pada masa-masa sebelum Hitler dan peristiwa Holocaust memberikan makna yang sepenuhnya berbeda terhadap simbol keberuntungan yang abadi ini bagi kebanyakan orang di dunia Barat.

Kartu pos tahun 1907 oleh E. Phillips, sebuah penerbit kartu di Amerika Serikat.

Semua penanda jalan raya negara bagian Arizona menggunakan simbol swastika sebelum Perang Dunia II. Simbol swastika sangat dihormati oleh banyak budaya penduduk asli Amerika, termasuk suku Navajo dan suku Hopi di Arizona.


