Seminar Falun Gong Pertama di Barat

Mantan Duta Besar Tiongkok di Paris Mengadakan Ceramah oleh Bapak Li Hongzhi di Kedutaan Besar

Duta Besar Tiongkok di Paris Saat Itu Menyelenggarakan Ceramah oleh Master Li Hongzhi di Kedutaan Besar

Diterbitkan 11 Mei 2026

Pada bulan Maret 1995, Master Li Hongzhi, pendiri Falun Dafa (yang juga dikenal sebagai Falun Gong), berkunjung ke Paris atas undangan Kedutaan Besar Tiongkok. Kunjungan ini menjadi awal pengenalan resmi pertama dari latihan tersebut di luar Tiongkok, sekaligus menjadi tonggak sejarah penting dalam penyebarannya di seluruh dunia.

Undangan Kedutaan Besar dan seminar Paris

Master Li memperagakan latihan Falun Dafa selama seminar di Paris.(Minghui.org)

Pada tanggal 12 Maret 1995, Master Li menyampaikan ceramah pengenalan di pusat kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok, yang beralamat di Jalan Van Loo Nomor 19, arondisemen ke-16 Paris. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang, termasuk staf dari berbagai departemen kedutaan serta Duta Besar Tiongkok saat itu, Cai Fangbai, bersama istrinya.

Bapak Li mengenalkan prinsip-prinsip Falun Dafa—yang berfokus pada peningkatan moral dan latihan meditasi—lalu memperagakan lima perangkat latihan setelah ceramah selesai. Pada waktu itu, Falun Gong dikenal luas di Tiongkok sebagai metode qigong yang bermanfaat, dan pelaksanaannya di tempat diplomatik resmi mencerminkan bentuk pengakuan tersebut.

Setelah acara di kedutaan selesai, rangkaian ceramah selama tujuh hari digelar dari tanggal 13 hingga 19 Maret di sebuah gedung olahraga bela diri di Jalan Daumesnil, arondisemen ke-12 Paris. Sekitar 70 peserta, baik warga Tiongkok maupun Barat, menghadiri apa yang menjadi kelas pengajaran Falun Dafa pertama di luar Tiongkok. Fasilitasnya sangat sederhana—hanya sebuah gedung olahraga dengan perabot seadanya—namun para peserta merasakan suasana yang begitu tenang dan fokus. Ceramah diberikan setiap hari, yang kemudian dilanjutkan dengan latihan bersama.

Kenangan para peserta yang diterbitkan pada tahun 2020

Menurut Minghui.org, kisah-kisah pribadi yang dicatat bertahun-tahun kemudian memberikan gambaran yang jelas mengenai pengalaman tersebut.

Seorang peserta yang tinggal di Paris, Ibu Zhou, mengenang kesan pertamanya:

“Mereka menunjukkan seorang pria muda yang tinggi kepada saya dan mengatakan bahwa beliau adalah Guru. Saya cukup terkejut. Master qigong biasanya dalam benak saya adalah orang tua berjanggut abu-abu. Guru Li tidak terlihat jauh lebih tua dari 30-an tahun, tetapi beliau tampak sangat baik.”

Peserta lainnya, Bapak Tang, menceritakan kehadiran Master Li pada ceramah pembukaan:

“Guru Li masih muda dan tinggi, mengenakan setelan jas biru dan mantel abu-abu dengan sepatu gelap. Beliau tampak sangat ramah dan berwibawa.”

Para peserta juga menceritakan bagaimana cara pengajaran yang diberikan. Bapak Cheng di kemudian hari mengenang:

“Agar semua orang bisa melihat beliau, Guru berdiri di atas dua kursi saat memperagakan gerakan latihan. Pada hari pertama, waktu saya meregangkan lengan, saya bisa merasakan diri saya seperti melayang. Seluruh tubuh saya terasa ringan. Energi di sekitar saya sangat kuat.”

Saat merenungkan ajaran tersebut, ia menambahkan: “Fa ini luar biasa… sesuatu yang istimewa.”

Peserta lain lebih menekankan pada perubahan jangka panjang. Seorang peserta menyampaikan bahwa setelah belajar Falun Dafa, ia mulai memahami bahwa kultivasi berarti “meningkatkan karakter seseorang”, bukan sekadar melakukan formalitas belaka —sebuah pemahaman yang menurutnya membawa perubahan nyata dalam watak dan pandangan hidupnya.

“Master qigong yang paling diterima masyarakat”

Master Li diwawancarai oleh China Central Television, 30 Juli 1993.(Minghui.org)

Sebelum seminar di Paris diadakan, Falun Gong dan Master Li telah mendapat penerimaan yang luas dari masyarakat di Tiongkok, termasuk di kalangan instansi pemerintah, pejabat, dan media pemerintah.

Antara Mei 1992 hingga akhir tahun 1994, Master Li mengadakan 56 rangkaian ceramah di lebih dari 20 kota di seluruh Tiongkok. Setiap sesi biasanya berlangsung sekitar 10 hari, dengan total jumlah kehadiran melampaui 60.000 peserta.

Seiring dengan banyaknya orang yang melaporkan adanya peningkatan dalam kesehatan dan moral mereka, latihan ini pun menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut.

Master Li juga diundang dalam berbagai kesempatan untuk melakukan wawancara di televisi dan radio, guna mengenalkan Falun Gong kepada khalayak yang lebih luas.

Master Li menjawab pertanyaan para penelepon interaktif di Stasiun Radio Tianjin, 18 Maret 1994.(Minghui.org)
Master Li berbincang dengan para peserta dalam acara Oriental Health Expo 1993 di Beijing.(Minghui.org)

Pada ajang Pekan Raya Kesehatan Oriental Beijing 1993 yang digelar di International Exhibition Center, Master Li menerima Penghargaan Kemajuan Batas Ilmu Pengetahuan (Edge Science Progress Award)—yang merupakan penghargaan tertinggi dalam pameran tersebut. Beliau juga dianugerahi Penghargaan Emas Khusus dan gelar “Master Qigong yang Paling Diterima Masyarakat”.

Seminar Paris tahun 1995 ini perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas mengenai pengakuan massal yang diterima Falun Gong, jauh sebelum adanya perubahan kebijakan pemerintah yang memicu penindasan pada tahun 1999.

Dampak awal dan warisan sejarah

Seminar pada bulan Maret 1995 tersebut menandai dimulainya penyebaran Falun Dafa ke luar Tiongkok. Segera setelah rangkaian acara selesai, para peserta di Paris mulai mengadakan kegiatan latihan bersama di ruang publik, salah satunya di Taman Luksemburg (Luxembourg Gardens). Kegiatan serupa pun segera bermunculan di berbagai wilayah lain di Prancis dan secara bertahap meluas ke seluruh Eropa.

Ekspansi internasional ini terus berlanjut sepanjang akhir era 1990-an, hingga Falun Dafa menjangkau masyarakat di Amerika Utara, kawasan Asia-Pasifik, dan wilayah lainnya. Saat ini, latihan tersebut telah hadir di lebih dari 100 negara—mulai dari Boston hingga Berlin, Moskow hingga Mumbai, serta Yerusalem hingga Jacksonville—di mana para praktisi membentuk komunitas sukarela yang mengelola tempat latihan, lokakarya, dan acara kebudayaan.

Perkembangan global ini memiliki arti yang semakin penting setelah tanggal 20 Juli 1999, ketika Partai Komunis Tiongkok meluncurkan kampanye berskala nasional untuk menindas latihan tersebut. Meski dihadapkan pada penangkapan, pemenjaraan, dan berbagai bentuk penganiayaan lainnya yang terdokumentasi selama beberapa dekade terakhir, para praktisi baik di dalam maupun di luar Tiongkok tetap konsisten melanjutkan aktivitas mereka.

Selama kurang lebih 27 tahun sejak dimulainya penganiayaan, Falun Dafa terus mempertahankan eksistensi internasionalnya, di mana para praktisi aktif terlibat dalam berbagai inisiatif peningkatan kesadaran masyarakat, program budaya, serta advokasi yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan hak asasi manusia.

Jika menengok kembali ke belakang, seminar Paris pada bulan Maret 1995 bukan sekadar sebuah pertemuan sederhana yang dihadiri oleh puluhan peserta saja, melainkan titik awal dari sebuah perjalanan global—yang menghubungkan metode spiritual yang tengah berkembang di Tiongkok dengan khalayak internasional, sekaligus meletakkan fondasi bagi eksistensinya yang terus bertahan di seluruh dunia.

Artikel ini merujuk pada beberapa laporan dari Minghui.org di bawah ini:
https://id.minghui.org/html/articles/2010/4/2/2008.html
https://id.minghui.org/html/articles/2025/4/9/143869.html
https://id.minghui.org/html/articles/2021/8/4/122691.html

Share