Warga Berusia 75 Tahun Tewas dalam Tahanan di Penjara Wanita Heilongjiang
Mou Yongxia wanita berusia 75 tahun tewas pada 13 Juli 2023 di tangan penjaga penjara Tiongkok dan narapidana di Penjara Wanita Provinsi Heilongjiang. Korban mengalami penganiayaan dan penyiksaan karena menolak melepaskan keyakinannya terhadap latihan spiritual Falun Gong.
Selama lebih dari dua dekade, para praktisi Falun Gong telah menderita pemenjaraan skala besar dan penganiayaan dalam tahanan karena keyakinan mereka atau karena menyebarkan informasi untuk melawan penganiayaan terhadap latihan spiritual tersebut. Lebih dari 5.000 kematian telah didokumentasikan sebagai akibat dari penganiayaan di dalam tahanan, komplikasi kesehatan akibat perlakuan buruk, atau penolakan perawatan medis.
Dalam kasus Mou Yongxia, penganiayaan dari para penjaga dan narapidana menyebabkan penurunan kondisi mental dan fisik yang akhirnya membuat ia tewas. Menurut keterangan para narapidana yang sebelumnya ditahan bersama Mou, ia menghabiskan bulan-bulan terakhir hidupnya dalam kondisi linglung dan menderita akibat penindasan serta pemukulan yang terus-menerus.
Narapidana Dihasut untuk Melakukan Penganiayaan terhadap Praktisi Falun Gong
Provinsi Heilongjiang telah lama menjadi salah satu provinsi dengan tingkat penganiayaan terhadap Falun Gong yang paling parah. Demikian pula, penjara-penjara di bawah yurisdiksi Biro Administrasi Penjara Heilongjiang, termasuk Penjara Wanita Provinsi Heilongjiang tempat Mou tewas, termasuk di antara yang paling kejam dalam melakukan penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong.
Selain penyiksaan yang dilakukan oleh penjaga penjara itu sendiri terhadap para praktisi Falun Gong, para penjaga di penjara-penjara ini secara rutin menghasut narapidana untuk berpartisipasi dalam penyiksaan dan penindasan terhadap tahanan Falun Gong. Hal ini dilakukan dengan memberikan imbalan kepada narapidana yang bersedia melakukannya atau menghukum seluruh narapidana jika praktisi Falun Gong menolak untuk melepaskan keyakinan mereka.
Menurut laporan koresponden Minghui di Heilongjiang, “Ketika tiba waktunya bagi semua orang untuk menyikat gigi, para penjaga melarang seluruh narapidana melakukannya dengan alasan praktisi Falun Gong di sel tersebut tidak mau melepaskan keyakinannya. Dengan cara ini, penjaga memicu kebencian terhadap para praktisi. Seorang praktisi, Wu Xi, dipukuli setiap hari selama lebih dari dua bulan. Narapidana juga mencakar wajah, leher, dan tangannya menggunakan kuku mereka.”
Beberapa narapidana ditugaskan untuk mengawasi Mou selama masa hukumannya. Pang Shoumei, Wang Xin, dan Zhao Chao adalah beberapa di antara mereka yang berpartisipasi dalam penindasan terhadap Mou dan secara rutin memukuli wanita berusia 75 tahun tersebut.
Dua pejabat PKT, Tan Zunhua dan Yi Jianming, yang masing-masing menjabat sebagai Direktur Biro Administrasi Penjara Heilongjiang, termasuk di antara 17 pejabat PKT yang terdaftar oleh Minghui agar pemerintah internasional menjatuhkan sanksi pada tahun 2023.
Lokasi Dirahasiakan dari Pihak Keluarga
Sejak penahanannya pada September 2019, otoritas Heilongjiang menolak untuk memberitahukan lokasi penahanan Mou kepada pihak keluarga hingga April 2023. Bahkan setelah keluarga mengetahui ia ditahan di Penjara Wanita Heilongjiang, mereka dilarang menjenguknya sampai ia dirawat di rumah sakit pada Juni 2023. Pada saat itu, ia sudah tidak mampu mengenali orang. Ketika putranya mengajukan pertanyaan, ia hanya bisa menggelengkan kepala dengan lemah. Mou tewas pada 13 Juli 2023 di usia 75 tahun.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa penganiayaan terhadap beberapa individu di Penjara Wanita Heilongjiang berkurang setelah anggota keluarga mereka mengajukan pengaduan hukum. Meskipun tindakan hukum semacam itu memiliki risiko tersendiri, pengaduan tersebut kemungkinan dapat mencegah jatuhnya korban tewas lebih lanjut seperti yang dialami Mou.










