10 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Falun Gong pada Peringatan 26 Tahun Penganiayaan oleh Beijing

Saat para praktisi Falun Gong dan pendukungnya berkumpul minggu ini di Washington D.C. serta di seluruh dunia untuk memperingati 26 tahun sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan kejam terhadap kelompok tersebut pada 20 Juli 1999, Falun Dafa Information Center merilis daftar 10 fakta kunci terkait Falun Gong yang perlu diketahui oleh setiap warga yang peduli, pembuat kebijakan, maupun jurnalis.

“Bagi sebagian orang, penganiayaan PKT terhadap Falun Gong mungkin terdengar seperti cerita lama. Namun bagi para praktisi di Tiongkok dan di seluruh dunia, kekejaman rezim ini adalah kenyataan tragis yang benar-benar mereka alami dan masih terus terjadi setiap hari,” ujar Levi Browde, Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center. “Keputusan fatal PKT untuk melenyapkan Falun Gong pada musim panas tahun 1999 telah membawa dampak yang menghancurkan bagi puluhan juta keluarga di Tiongkok. Terlebih lagi, dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah memanipulasi lembaga-lembaga luar negeri—termasuk beberapa media di AS dan sistem hukum—untuk mengekspor penindasan mereka terhadap Falun Gong ke dunia Barat.”

“Masalah Falun Gong bukan lagi sekadar soal menghentikan pelanggaran HAM yang mengerikan di Tiongkok. Ini juga menjadi ujian bagi negara-negara demokrasi Barat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional mereka di hadapan penindasan lintas negara oleh PKT yang tidak kenal lelah dan semakin canggih,” kata Browde. “Sekarang, kita perlu memahami masalah Falun Gong lebih dari sebelumnya. Oleh karena itu, kami menyusun daftar 10 hal yang perlu diketahui oleh semua orang.”

  1. Falun Gong adalah sebuah latihan meditasi dan spiritual yang berlandaskan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Falun Gong tidak memiliki sistem kependetaan maupun keanggotaan formal, dan selalu diajarkan secara gratis. Puluhan juta orang menjalankan latihan ini di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Baca selengkapnya.
  1. Falun Gong sangat populer di Tiongkok selama tahun 1990-an; bahkan media negara dan pejabat pemerintah sering memberikan pujian tinggi terhadap latihan tersebut. Namun, setelah survei pemerintah menemukan bahwa jumlah orang yang berlatih Falun Gong jauh melampaui jumlah anggota partai komunis, PKT melarang latihan ini pada Juli 1999 dan melancarkan kampanye brutal untuk menghancurkannya. Baca selengkapnya..
  1. PKT gagal melenyapkan Falun Gong di Tiongkok. Falun Gong tetap bertahan dan terus menjadi target utama bagi PKT serta aparat keamanannya, baik di dalam negeri Tiongkok maupun di luar negeri. Hal ini terbukti dari pidato-pidato resmi pejabat serta informasi di situs web pemerintah daerah mereka. Selain itu, perburuan terhadap para praktisi Falun Gong di Tiongkok dan di seluruh dunia justru semakin meningkat sejak tahun 2022. Baca selengkapnya. 
  1. Rezim Tiongkok secara rutin melakukan penangkapan massal terhadap para praktisi di Tiongkok dan menjatuhkan hukuman penjara yang berat tanpa proses hukum yang benar, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali ditangkap. Baca selengkapnya.
  1. Penganiayaan rezim ini terhadap praktisi Falun Gong bersifat mematikan. Mereka yang berada dalam tahanan polisi atau penjara selalu terancam akan kehilangan nyawa akibat penyiksaan, tanpa perawatan medis, serta terancam organ tubuhnya dirampas secara paksa kapan saja. Baca selengkapnya..
  1. Taktik mata-mata—baik secara langsung maupun menggunakan teknologi canggih—menjadi cara utama aparat keamanan Tiongkok untuk mendeteksi, melacak, menahan, dan memenjarakan para praktisi Falun Gong. Baca selengkapnya. 
  1. Meski penganiayaan dilakukan dengan sangat kejam, orang-orang di seluruh Tiongkok tetap teguh pada keyakinan mereka terhadap Falun Gong, dan terus melakukan gerakan akar rumput untuk membongkar propaganda palsu PKT, menyelamatkan praktisi yang dipenjara, dan membangun jalan masa depan bagi Tiongkok yang berlandaskan kebaikan serta tanpa kekerasan. Pelajari selengkapnya
  1. Penganiayaan PKT terhadap Falun Gong tidak terbatas hanya di dalam negeri Tiongkok. Rezim ini melancarkan penindasan lintas negara dan kampanye fitnah yang menjangkau seluruh dunia. Sejak tahun 2022, atas arahan Xi Jinping, rezim tersebut menjalankan kampanye yang lebih agresif dan canggih untuk mengintimidasi, mengancam, dan membungkam Falun Gong serta lembaga seperti Shen Yun Performing Arts, terutama di Amerika Serikat. Berbagai insiden yang tercatat dengan jelas meliputi upaya menyuap pejabat AS agar memusuhi Shen Yun, memanipulasi sistem hukum di Amerika, mengirimkan lebih dari 100 ancaman bom tanpa nama, hingga kampanye manipulasi di media sosial. Baca selengkapnya.
  1. Pendiri Falun Gong dan para praktisinya telah menerima dukungan luas dari pejabat pemerintah, tokoh ternama, aktivis Tiongkok, hingga warga biasa di seluruh dunia. Berdasarkan sebuah catatan, Falun Gong telah mendapatkan pengakuan melalui lebih dari 13.000 proklamasi, surat dukungan, dan resolusi yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah secara global selama 26 tahun masa penganiayaan ini. Baca selengkapnya.
  1. Isu Falun Gong tetap menjadi kunci utama untuk memahami Tiongkok modern serta pengaruh PKT di luar negeri. Seperti pada tahun 1999, saat PKT meluncurkan kampanye untuk memusnahkan Falun Gong, siapa pun yang ingin benar-benar memahami kondisi Tiongkok saat ini harus memahami kenyataan hidup para praktisi Falun Gong di Tiongkok dan di seluruh dunia. Untuk melihat bagaimana cara PKT memaksakan agendanya di negara asing, cukup perhatikan strategi mereka dari berbagai sisi yang kian canggih dalam menyabotase dan membungkam Falun Gong di luar negeri. Baca selengkapnya.

Share