Nenek Berusia 77 Tahun di Liaoning Mengalami Pelecehan Setelah Bandingnya Ditolak
Foto Wei Xiuying yang telah diperjelas. (Sumber: Minghui.org)
Pada 20 September 2024, aparat keamanan Tiongkok mencoba menangkap kembali Wei Xiuying (77 tahun) asal Kota Jinzhou, Liaoning. Penangkapan ini dilakukan setelah bandingnya ditolak atas hukuman lima tahun penjara karena melakukan latihan Falun Gong. Sebelumnya, Wei sempat dibebaskan dengan jaminan karena kondisi fisiknya yang sangat lemah akibat penyiksaan selama menjalani hukuman penjara tujuh tahun yang lalu.
Wei telah berulang kali ditahan karena menuntut haknya untuk melakukan latihan Falun Gong. Setelah ditangkap pada April 2009, ia dihukum tujuh tahun penjara. Di sana, ia disiksa hingga nyaris tewas dan baru dibebaskan dua tahun lebih awal pada 2014. Kasus Wei telah dilaporkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB sejak Agustus 2009.
Disiksa Selama Masa Hukuman Sebelumnya
Selama di penjara, penjaga memerintahkan narapidana yang paling kejam untuk menyiksa Wei. Ia dipaksa tidak tidur, dipukuli, dan ditampar wajahnya. Saat ia mengeluh sakit dada, para narapidana justru memukul dadanya dan menendang kemaluannya. Setelah ia pingsan akibat pemukulan tersebut, mereka memaksa Wei menandatangani surat pernyataan melepaskan Falun Gong dengan memegang tangannya secara paksa. Sebanyak 19 narapidana ditugaskan khusus untuk mengawasi dan menyiksanya setiap hari.
Penyiksaan itu telah membuat tubuh Wei cacat dan sangat lemah. Selain itu, PKT juga menindas ekonominya dengan mencabut uang pensiun dan tunjangan pemanas miliknya.
Penderitaan Keluarga
Penganiayaan terhadap Wei juga menghancurkan keluarganya. Putrinya, Zhao Bing, sempat ditahan dan disiksa secara fisik dan verbal. Trauma itu membuat Zhao depresi berat, badannya kurus kering, dan jiwanya terguncang. Hingga kini, Zhao masih harus terus dirawat akibat dampak jangka panjang dari kekerasan yang ia alami.
Dampak Falun Gong terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan Wei
Sebelum latihan Falun Gong, Wei menderita banyak penyakit, seperti cacat kaki, masalah jantung, paru-paru, hingga gangguan leher. Ia sering ke rumah sakit dan terbebani biaya medis yang mahal. Namun, setelah mulai melakukan latihan gerakan lambat dan ajaran spiritual Falun Gong pada 1997, kesehatannya pulih. Ia juga berubah dari orang yang pemarah menjadi pribadi yang sabar dan penuh kasih.
Penganiayaan Kembali Terjadi
Bahkan setelah bebas dari masa penjara sebelumnya, aparat keamanan Tiongkok tidak membiarkan Wei hidup tenang. Ia ditangkap kembali pada 25 Mei 2021 setelah dikuntit oleh polisi. Meskipun sempat dibebaskan dengan jaminan karena kondisi kesehatannya yang buruk, petugas terus mengganggunya. Pada tahun 2022, kasusnya diserahkan ke Kejaksaan Kota Linghai.
Pada 24 Februari 2023, Wei kembali dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar 10.000 yuan (sekitar 1.400 USD). Sejak saat itu, aparat berulang kali mencoba untuk menjebloskannya kembali ke dalam tahanan, dengan upaya terbaru yang terjadi pada 20 September 2024.









