“Menghindari Obat-obatan”?
Poin-Poin Utama
Salah satu kebohongan umum yang digunakan oleh pemerintah Tiongkok, dan diikuti oleh beberapa jurnalis Barat, adalah bahwa pengikut Falun Gong dilarang minum obat sehingga nyawa mereka terancam.
Apakah Falun Gong melarang minum obat?
Sama sekali tidak. Tidak ada bahasa atau pernyataan seperti itu dalam ajaran Falun Gong.
Ajaran Falun Gong menjelaskan hubungan antara karma seseorang dengan penyakit, serta menunjukkan bahwa memiliki tubuh yang sehat adalah kondisi alami seseorang dan merupakan kondisi yang selaras dengan alam semesta.
Dalam 20 tahun terakhir, pengobatan arus utama modern telah membuat kemajuan signifikan dalam memahami hubungan antara pikiran dan tubuh, yakni pikiran yang sehat akan menghasilkan tubuh yang sehat. Banyak pengobatan alternatif dan perawatan holistik yang efektif, termasuk Qigong (Falun Gong adalah salah satu bentuk Qigong), juga sedang berkembang di negara-negara Barat.
Meskipun Falun Gong mengajarkan bahwa penderitaan akibat penyakit membantu menghilangkan elemen negatif dari tubuh seseorang—serupa dengan pandangan agama Buddha tentang penyakit—ajaran tersebut juga menyatakan dengan jelas bahwa rumah sakit dan obat-obatan memang efektif, dan orang-orang harus pergi ke rumah sakit jika mereka merasa perlu. Adalah pilihan masing-masing individu untuk menemui dokter dan minum obat atau tidak, sama seperti seseorang memiliki pilihan antara pengobatan tradisional Tiongkok dan pengobatan Barat.
Dalam hal bagaimana hal ini sebenarnya diwujudkan, beberapa praktisi pergi ke rumah sakit dan meminum obat dengan lebih sering, sementara yang lain menggunakan fasilitas rumah sakit dan obat-obatan lebih jarang atau tidak sama sekali karena mereka merasa tidak membutuhkannya. Tidak ada aturan baku yang melarang hal ini, melainkan sebuah sistem ajaran yang dapat diterapkan oleh setiap individu berdasarkan pemahaman masing-masing. Hal yang mendasar dalam Falun Gong adalah membuat keputusan sendiri.
Apakah nyawa terancam, sebagaimana yang ditegaskan oleh propaganda pemerintah Tiongkok? Tidak ada studi yang pernah dilakukan untuk mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, sebuah survei tahun 1998 menemukan bahwa 97,9% dari 12.000 praktisi yang diwawancarai menyatakan kesehatan mereka membaik sebagai hasil dari latihan tersebut, menurut penelitian akademis. Banyak pengikut Falun Gong melaporkan manfaat kesehatan dari latihan dan gerakan senam sebagai alasan utama mereka berlatih. Para praktisi, termasuk mereka yang merupakan dokter medis, melaporkan telah sembuh dari penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker. Terdapat juga beberapa makalah penelitian medis yang mendokumentasikan manfaat kesehatan dan efek penyembuhan dari Falun Gong.
Menurut laporan U.S. News & World pada 14 Februari 1999 (5 bulan sebelum penganiayaan dimulai), seorang pejabat dari Komisi Olahraga Nasional Tiongkok (bagian dari pemerintah Tiongkok) memuji manfaat kesehatan Falun Gong:
“Falun Gong dan jenis-jenis qi gong lainnya dapat menghemat biaya medis setiap orang sebesar 1.000 yuan per tahun. Jika ada 100 juta orang yang melakukan latihan ini, berarti ada 100 miliar yuan yang dihemat per tahun untuk biaya medis,” ujar seorang pejabat yang terlibat dalam proses peninjauan nasional. Mengutip sebuah memo internal, ia menambahkan, “Perdana Menteri Zhu Rongji sangat senang akan hal itu. Negara bisa menggunakan uang tersebut saat ini.”
Sebagai alasan untuk melakukan penganiayaan, propaganda komunis Tiongkok sering menggunakan angka 1.400 praktisi Falun Gong yang meninggal setelah berlatih, yang katanya karena menolak perawatan medis. Angka-angka ini tidak pernah diverifikasi oleh sumber mana pun di luar media pemerintah Tiongkok. Di sisi lain, dari total populasi lebih dari 70 juta praktisi, 1.400 kematian selama tujuh tahun (1992-1999) sebenarnya menunjukkan tingkat kematian yang sangat rendah. Terlebih lagi jika mengingat bahwa sebagian besar praktisi berusia di atas 50 tahun, dan banyak yang awalnya tertarik pada Falun Gong justru karena mereka memiliki penyakit serius.
Selain itu, Falun Gong sudah tersebar di lebih dari 70 negara, namun tidak pernah ada laporan mengenai nyawa yang terancam. Sumber bahaya yang sebenarnya bagi para praktisi Falun Gong justru adalah penyiksaan di tangan Partai Komunis Tiongkok.


