Apakah Falun Gong Bersifat “Rahasia”?

Poin-Poin Utama

  • Ajaran Falun Gong dan puluhan ribu artikel berisi pengalaman para praktisi dalam menjalankan latihan ini bisa diakses secara bebas oleh siapa saja di internet.
  • Seluruh tempat latihan Falun Gong di berbagai belahan dunia dikelola oleh sukarelawan, terbuka bagi siapa saja, dan tidak dipungut biaya.
  • Falun Gong tidak memiliki sebuah “kompleks tertutup”. Para praktisi Falun Gong membangun sebuah kawasan bernama Dragon Springs di bagian utara New York, yang merupakan lokasi bagi beberapa kuil bergaya Dinasti Tang, dua sekolah tarian klasik Tiongkok, serta markas besar Shen Yun Performing Arts.
  • Mengingat terdapat pelajar maupun pengungsi politik dari Tiongkok yang tinggal, belajar, atau bekerja di Dragon Springs, prosedur keamanan standar diberlakukan di pintu-pintu masuk kawasan tersebut.
  • Selama lebih dari 20 tahun, agen-agen Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah mengancam, melecehkan, dan menyerang para praktisi Falun Gong di wilayah Amerika Serikat. Oleh karena itu, prosedur keamanan standar yang diterapkan oleh Dragon Springs juga ditujukan untuk mencegah ancaman dari para agen PKT tersebut.

Agen-Agen Tiongkok Menjadi Ancaman di Amerika Serikat dan Negara-Negara Lain

Tempat-tempat latihan Falun Gong terbuka untuk siapa saja dan dikelola sepenuhnya oleh para sukarelawan. Meskipun demikian, masalah keamanan telah lama menjadi perhatian dalam komunitas Falun Gong.

Mengapa demikian?

PKT melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong di seluruh dunia, tidak hanya di Tiongkok. Benar sekali, para praktisi Falun Gong di Amerika Serikat dan negara-negara lain telah dilecehkan, diancam, dan diserang oleh preman-preman suruhan maupun “diplomat” Tiongkok di wilayah Amerika Serikat.

Dewan Perwakilan Rakyat AS secara bulat mengesahkan resolusi H.Con.Res.304 dengan dukungan 75 sponsor dari kedua partai (bi-partisan) pada tahun 2004, untuk mengecam penindasan yang dilakukan oleh PKT terhadap Falun Gong, baik di Amerika Serikat maupun di Tiongkok. Resolusi tersebut menyoroti beberapa insiden di mana para praktisi Falun Gong diserang secara fisik oleh agen-agen PKT di wilayah Amerika, serta menjadi korban dari taktik jahat lainnya seperti pembobolan rumah.

Pada tahun 2006, Forbes melaporkan bahwa Peter Yuan Li, seorang praktisi Falun Gong sekaligus spesialis teknologi kunci, diserang dan dipukuli secara brutal oleh agen PKT di rumahnya di Duluth, Georgia. Sejumlah komputer dan perangkat elektronik miliknya menjadi satu-satunya barang yang diambil dari rumahnya selama penyerangan tersebut.

Pada tahun 2008, Konsul Jenderal Tiongkok di New York, Peng Keyu, tertangkap dalam rekaman yang menyatakan bahwa ia secara diam-diam menghasut protes terhadap para praktisi Falun Gong. Hal ini termasuk serangan berdarah oleh massa pro-PKT di Flushing, New York, pada 20 Mei yang berujung pada 16 penangkapan.

Para praktisi Falun Gong telah berulang kali diserang oleh preman Tiongkok saat melakukan demonstrasi damai di luar konsulat Tiongkok di San Francisco, Chicago, dan New York.

Sejak tahun 2024, lebih dari 140 kasus ancaman kekerasan telah menargetkan para praktisi Falun Gong, anak-anak mereka, Shen Yun Performing Arts, dan kampus Dragon Springs. Ancaman-ancaman ini sering kali mencakup penggambaran grafis tentang pengeboman, penembakan massal, kekerasan seksual, pembakaran sengaja, dan kecelakaan mobil.

Serangan-serangan ini menjadi lebih berat karena banyak praktisi Falun Gong di Amerika Serikat dan negara lain masih memiliki keluarga di Tiongkok. Jika PKT mengetahui identitas mereka, keluarga yang berada di Tiongkok akan terancam bahaya besar.

Keamanan Berdasarkan Akal Sehat, Bukan ‘Rahasia’

Para praktisi Falun Gong mendirikan sebuah kampus di New York yang disebut Dragon Springs. Di dalam kampus ini terdapat beberapa kuil bergaya Dinasti Tang, dua sekolah tarian klasik Tiongkok, dan kantor pusat Shen Yun Performing Arts.

Kampus tersebut memiliki pos penjagaan di pintu-pintu masuk utamanya.

Para praktisi Falun Gong dan seniman yang tinggal di Dragon Springs telah menerima ancaman pembunuhan yang kredibel dari agen PKT. Dan bukan hanya tindakan kekerasan saja yang harus mereka khawatirkan. Banyak dari mereka yang tinggal atau bekerja di Dragon Springs masih memiliki keluarga di Tiongkok. Jika mereka teridentifikasi oleh agen PKT berada di Dragon Springs, hal itu menempatkan keluarga mereka di Tiongkok dalam risiko besar. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi polisi Tiongkok untuk mengancam, melecehkan, atau bahkan memenjarakan keluarga di Tiongkok dari mereka yang berada di luar negeri yang berbicara bebas mengenai kejahatan rezim komunis tersebut.

Mengapa pengelola lokasi tersebut harus mengundang penonton yang penasaran dan agen PKT untuk melanggar privasi orang-orang yang bekerja dan belajar di sana? Mengingat adanya orang dewasa muda yang tinggal dan bekerja di kampus tersebut, ditambah dengan kehadiran para pengungsi dari Tiongkok, langkah-langkah keamanan seperti itu sepenuhnya merupakan hal yang wajar berdasarkan akal sehat, dan tidak menunjukkan adanya sesuatu yang bersifat “rahasia”.

Faktanya, keamanan yang ada di pintu masuk kampus Dragon Springs hampir identik dengan pos-pos keamanan di pintu masuk sekolah swasta, universitas, dan kampus perusahaan di seluruh dunia. Pos-pos keamanan ini berfungsi dengan cara yang sesuai dengan standar industri: mereka yang memiliki janji temu atau alasan sah lainnya untuk mengunjungi kampus, lalu lintas harian truk pos, FedEx/UPS, dan pengiriman barang serta jasa umum lainnya, melewati gerbang keamanan tersebut setiap hari.

Tidak ada dasar untuk mencirikan keamanan di Dragon Springs sebagai sesuatu yang bersifat “rahasia”, kecuali jika tujuannya adalah untuk secara sengaja memicu kecurigaan terhadap Falun Gong.

Daftar lengkap kesalahpahaman »

Share

BACA BERIKUTNYA