Laporan HAM Deplu AS 2022: Sorotan Penindasan Falun Gong di Tiongkok dan Rusia
Bagian mengenai Tiongkok dalam “Laporan Praktik Hak Asasi Manusia di Berbagai Negara Tahun 2022” yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada 20 Maret 2023, memberikan sorotan khusus pada penindasan terhadap Falun Gong dan praktik pengambilan organ paksa dari para praktisinya. Selain laporan mengenai Tiongkok, penindasan terhadap Falun Gong juga disebutkan dalam laporan mengenai Rusia, terkait penyalahgunaan larangan ekstremisme oleh pemerintah setempat terhadap kelompok-kelompok agama yang damai.
Laporan Negara mengenai Tiongkok
Laporan setebal 87 halaman tentang Tiongkok tersebut mencantumkan 25 jenis pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sepanjang tahun lalu. Pelanggaran tersebut meliputi pembunuhan bermotif politik, penghilangan orang secara paksa, penyiksaan, penangkapan atau penahanan sewenang-wenang, hingga penolakan terhadap proses peradilan yang adil. Sebagian besar pelanggaran ini bersumber dari upaya PKT untuk membungkam kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul secara damai, dan kebebasan berkeyakinan.
Mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong, laporan tersebut menyatakan: “Otoritas menggunakan penahanan administratif untuk mengintimidasi para pembela hak politik dan agama serta mencegah adanya aksi protes publik.” Salah satu bentuk penahanan ini adalah dengan menjebloskan “aktivis politik serta penganut agama dan spiritual, terutama praktisi Falun Gong” ke dalam pusat-pusat “pendidikan hukum”.
Laporan itu juga mencatat bahwa banyak tahanan hati nurani dan pengacara HAM yang berusaha membela kasus-kasus tersebut masih dipenjara atau ditahan dalam bentuk lain. Hingga saat ini, Bian Lichao—seorang guru yang juga praktisi Falun Gong—masih mendekam di tahanan bersama ribuan orang lainnya. Sejumlah pengacara HAM yang membela kasus-kasus Falun Gong, seperti Gao Zhisheng, Xu Zhiyong, Tang Jitian, dan Chang Weiping, juga tetap ditahan setelah didakwa “mengganggu ketertiban umum” akibat pembelaan hukum yang mereka lakukan.

Laporan tersebut juga membahas masalah perampasan organ paksa. Laporan HAM tahun 2022 tentang Tiongkok menyatakan:
Sejumlah aktivis dan organisasi menuduh pemerintah (PKT) melakukan perampasan organ secara paksa dari para tahanan hati nurani, termasuk penganut agama dan spiritual seperti praktisi Falun Gong serta tahanan Muslim di Xinjiang.
Laporan Hak Asasi Manusia 2022, Departemen Luar Negeri AS
Secara khusus, jurnal ilmiah American Journal of Transplantation menerbitkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa para dokter di Tiongkok melanggar “aturan donor mati” (dead donor rule). Aturan ini mewajibkan donor organ harus dinyatakan mati otak secara resmi sebelum organ apa pun diambil. “Penulis laporan tersebut menganalisis 2.838 artikel dari publikasi transplantasi berbahasa Mandarin dan menemukan 71 kasus di mana penyebab kematiannya adalah tindakan pengambilan organ itu sendiri, yang dilakukan sebelum dokter menetapkan kematian otak secara sah,” tulis laporan tersebut.
Laporan Negara mengenai Rusia
Departemen Luar Negeri AS juga menyebutkan upaya penindasan terhadap Falun Gong yang dilakukan oleh pemerintah Rusia pada tahun 2022. Otoritas Rusia menyalahgunakan undang-undang anti-terorisme dan anti-ekstremisme, serta berbagai kebijakan lainnya, untuk melabeli kelompok spiritual damai seperti Falun Gong secara tidak adil sebagai kelompok “ekstremis”, “tidak diinginkan”, atau “teroris”.
“Di antara mereka yang ditetapkan tanpa bukti yang kuat mengenai tindakan atau niat kekerasan adalah… sebuah cabang regional Falun Gong dan tujuh LSM yang terkait dengan Falun Gong,” demikian yang didokumentasikan dalam laporan negara tentang Rusia tersebut. Akibatnya, pelabelan ini secara efektif berujung pada pelarangan aktivitas praktisi Falun Gong. Komunitas yang dilarang tersebut kemudian menjadi sasaran pemenjaraan dalam waktu lama, kondisi penahanan yang kejam, tahanan rumah, penggeledahan rumah, diskriminasi, pelecehan, hingga penyelidikan kriminal.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren penganiayaan sepanjang tahun 2022, silakan baca ringkasan dari Falun Dafa Information Center di bawah ini.









