Praktisi Falun Gong di Serbia Ditahan Menjelang Kunjungan Xi Jinping

Praktisi Falun Gong Serbia membentangkan spanduk di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Beograd (Minghui.org, 2019)

Praktisi Falun Gong Serbia membentangkan spanduk di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Beograd (Minghui.org, 2019)

NEW YORK — Polisi Serbia menahan enam praktisi Falun Gong dan dua kerabatnya menjelang kunjungan Xi Jinping ke Beograd pada Selasa, 7 Mei. Para praktisi tersebut kemudian dibebaskan pada malam hari tanggal 8 Mei setelah Xi meninggalkan Serbia menuju Budapest.

“Sangat memalukan melihat sebuah negara yang dulunya bangga akan sejarahnya dalam meninggalkan sistem komunis, kini justru merangkul PKT dengan menahan praktisi Falun Gong secara tidak sah,” ujar juru bicara Pusat Informasi Falun Dafa, Erping Zhang. “Jelas, hal ini dipicu oleh PKT, yang telah mengekspor penindasan domestiknya ke luar negeri.”

Sara Marković, putri dari salah satu orang yang ditahan, Dejan Marković, mengatakan kepada Radio Free Europe, “Mereka dibawa ke kantor polisi tanpa alasan yang jelas. Mereka hanya diberitahu bahwa mereka akan diinterogasi.” Para praktisi dan anggota keluarga mereka ditahan di beberapa lokasi selama 24 jam. Setelah Xi berangkat, keenam orang tersebut dibebaskan.

“Mereka tahu bahwa kami damai,” ujar Tn. Markovic kepada The Epoch Times. Seorang kepala polisi berkata kepada mereka, “Saya tahu bahwa kalian adalah orang-orang baik. Saya tidak akan menginterogasi kalian. Saya tidak perlu melakukannya. Namun, jaksa wilayah meminta kami untuk melakukan penahanan selama 48 jam.”

Pada tahun 2014, sebelas praktisi Falun Gong ditahan menjelang aksi protes saat kunjungan Li Keqiang dalam rangka KTT Tiongkok-Eropa Tengah dan Timur.

Bersamaan dengan penahanan praktisi Falun Gong di Rusia baru-baru ini, insiden ini menggambarkan tren yang mengkhawatirkan dari beberapa negara yang tunduk pada tekanan PKT untuk menekan suara para praktisi Falun Gong.

Pada tahun 2015, Meng Jianzhu, mantan anggota Komite Sentral PKT dan kepala Komite Urusan Politik dan Hukum, membanggakan keberhasilan langkah-langkah untuk mencegah aksi protes dan seruan Falun Gong selama perjalanan Xi Jinping, serta menganggap penahanan semacam itu sebagai “terobosan dalam perjuangan di luar negeri.”

Untuk pertanyaan, hubungi kami di [email protected]

Share