Agen-agen Tiongkok menggunakan ketakutan virus corona untuk menyerang Shen Yun yang berbasis di AS.

Departemen Kesehatan AS Prihatin tentang Memicu Ketakutan Rasis

Copyright © 2020 Shen Yun Performing Arts

Copyright © 2020 Shen Yun Performing Arts

Selama seminggu terakhir, sekelompok individu yang terkoordinasi dan kemungkinan besar bekerja sebagai agen Tiongkok telah melancarkan kampanye untuk menyingkirkan Shen Yun Performing Arts di Amerika Serikat dengan secara keliru mengklaim bahwa anggota perusahaan tari tersebut baru saja kembali dari Tiongkok dan menimbulkan ancaman kesehatan bagi para penonton teater.

Faktanya, Shen Yun berbasis di New York dan dilarang di Tiongkok. Tak satu pun dari para pemainnya yang kembali ke Tiongkok selama bertahun-tahun.

Kampanye Sabotase

Staf di beberapa teater di seluruh AS tempat Shen Yun dijadwalkan untuk tampil telah melaporkan menerima panggilan telepon dari orang-orang Tiongkok yang membuat tuduhan palsu ini. Staf teater juga telah membagikan email yang mereka terima dari individu dengan nama Tiongkok yang membuat klaim palsu serupa.

Seorang operator yang menjual tiket Shen Yun melalui telepon mengatakan bahwa beberapa penelepon memberikan nama-nama Hispanik meskipun berbicara dengan aksen Tionghoa yang kental.

Beberapa diskusi grup WeChat mengungkapkan adanya individu yang berkoordinasi dan membuat rencana untuk menghentikan Shen Yun tampil di kota-kota AS, termasuk rencana untuk menghubungi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit).

Desas-desus tersebut menjadi begitu buruk di Salt Lake City sehingga Departemen Kesehatan Utah mengeluarkan cuitan untuk meyakinkan masyarakat bahwa desas-desus tersebut tidak benar: “Kami mengetahui beberapa desas-desus mengenai pertunjukan grup tari Shen Yun di SLC. Kami telah menyelidikinya dan tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa ada anggota grup tari Shen Yun yang terinfeksi COVID-19. Pertunjukan ini tidak menimbulkan risiko bagi penduduk Utah.”

Menurut laporan Daily Beast, seorang juru bicara departemen kesehatan masyarakat Philadelphia mengatakan bahwa klaim palsu tersebut “sangat disayangkan… Shen Yun sama sekali bukan ancaman.”

Kampanye ini tampaknya juga meluas ke luar negeri.

Seorang manajer teater di Korea mengatakan bahwa ia menerima telepon dari seorang reporter yang diberitahu oleh staf konsulat Tiongkok bahwa beberapa artis Shen Yun berasal dari Wuhan, Tiongkok (pusat penyebaran virus Corona), dan akan “berbahaya” untuk mengizinkan Shen Yun tampil..

“Rumor-rumor ini jelas direkayasa oleh agen-agen Tiongkok yang telah menggunakan berbagai teknik selama bertahun-tahun yang bertujuan untuk menyabotase Shen Yun,” kata juru bicara Pusat Informasi Falun Dafa, Erping Zhang. “Sayangnya, mereka bahkan memanfaatkan bahaya nyata yang ditimbulkan oleh virus ini untuk menyebarkan kebohongan dalam upaya membungkam orang dan memicu diskriminasi.”

Shen Yun, berbasis di New York, dilarang di Tiongkok.

Siaran pers yang dikeluarkan oleh Shen Yun pekan lalu menyoroti ironi dari tuduhan bahwa staf Shen Yun baru saja kembali dari Tiongkok: “Para penampil Shen Yun—penari, musisi, serta kru teknis—semuanya tinggal dan berlatih di New York. Secara individu, mereka juga dilarang bepergian ke Tiongkok, sejak lama telah masuk daftar hitam oleh pemerintah Tiongkok karena keterlibatan mereka di Shen Yun. Tidak ada penampil yang kembali ke Tiongkok selama bertahun-tahun,” demikian penjelasan dalam siaran pers tersebut.

Menurut situs web resmi Shen Yun, perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 oleh seniman Tionghoa perantauan “untuk menghidupkan kembali budaya Tiongkok yang sejati dan terinspirasi secara ilahi serta membagikannya kepada dunia.”

Siaran pers terbaru tersebut selanjutnya menjelaskan, “Misi semacam itu hanya dapat dilakukan di luar Tiongkok. Hal itu karena di Tiongkok, rezim komunis telah menghabiskan tujuh puluh tahun terakhir untuk secara sistematis menghancurkan budaya, nilai-nilai, dan seni tradisional.”

Pola Serangan terhadap Shen Yun

Leeshai Lemish (pria), seorang pembawa acara untuk Shen Yun, telah mendokumentasikan taktik yang digunakan oleh agen-agen Tiongkok untuk menggagalkan Shen Yun di seluruh dunia. Di situs webnya, Tuan Lemish mendokumentasikan 70 taktik yang digunakan di 25 negara — semuanya bertujuan untuk mencegah Shen Yun tampil.

Selain menggunakan diplomat asing untuk menekan teater dan pemerintah daerah agar membatalkan pertunjukan Shen Yun, Lemish mengatakan “taktik yang digunakan berkisar dari serangan siber terhadap situs web penjualan tiket Shen Yun, hingga menyewa preman lokal untuk menusuk ban bus Shen Yun, hingga memobilisasi komentator daring untuk memposting ulasan negatif tentang Shen Yun. Mereka bahkan mengorganisir orang-orang untuk berpura-pura sebagai praktisi Falun Gong untuk mengirim surat ke teater dengan isi yang mengada-ada dan tidak masuk akal untuk memberikan kesan negatif kepada tempat-tempat tersebut tentang Shen Yun dan Falun Gong,”

Laporan Lainnya

Share