Raksasa Pengawasan Hikvision Membantu Polisi Melacak Falun Gong

Perusahaan pengawasan video Tiongkok, Hikvision, membuat “alarm” pada perangkat lunak pengawas yang dapat melacak praktisi Falun Gong dan memberi tahu polisi. Firma riset pengawasan IPVM (Internet Protocol Video Market) menemukan serangkaian alarm yang tercantum dalam dokumen teknis di situs web Hikvision untuk perangkat lunak “kepolisian pintar” miliknya, Infovision IoT. Daftar tersebut mencakup alarm seperti “Falun Gong”, “agama”, dan beberapa alarm terkait protes seperti “mengumpulkan massa untuk menyerbu organ negara”, “mengumpulkan massa untuk mengganggu lalu lintas”, serta “perkumpulan, iring-iringan, dan demonstrasi yang melanggar hukum”.

Falun Gong, atau Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang terdiri dari ajaran moral dan latihan meditasi. Pada Juli 1999, mantan pemimpin Partai Komunis, Jiang Zemin, memulai kampanye brutal untuk memberantas latihan ini yang masih berlanjut hingga hari ini.

Selama bertahun-tahun, teknologi telah menjadi sarana yang kian berkembang bagi polisi dan Kantor 610 yang bersifat diluar jalur hukum dalam memantau dan menahan praktisi Falun Gong. Alarm yang tercantum dalam dokumen perangkat lunak pengawasan Hikvision menunjukkan perluasan penggunaan kamera pengenal wajah dan teknologi lainnya yang digunakan untuk melacak Falun Gong dan pihak lainnya.

Dokumen tersebut tidak menjelaskan cara kerja alarm tersebut, namun menyebutkan “metode alarm” yang mencakup “penemuan saat bertugas”, “alarm peralatan”, dan panggilan ke polisi.

Dokumen tersebut juga menunjukkan kemampuan untuk melacak atribut pribadi individu dalam sebuah “kamus personel”. Atribut yang tercantum meliputi agama, suku bangsa, dan status politik. Dokumen ini juga memuat ciri-ciri fisik seperti apakah seseorang berambut pendek atau panjang, apakah mereka memakai kacamata, apa warna mantel mereka, rentang usia mereka, dan apakah mereka tersenyum.

Pemerintah Amerika Serikat memasukkan Hikvision ke dalam daftar hitam departemen perdagangan pada tahun 2019 karena menyediakan peralatan pengawasan yang digunakan untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, termasuk penahanan massal warga Uyghur di Xinjiang.

Senator AS Marco Rubio telah menyerukan sanksi terhadap perusahaan tersebut dan pihak lainnya yang terlibat dalam represi.

“Teknologi Hikvision memainkan peran sentral dalam mendukung pelanggaran hak asasi manusia dan genosida menjijikkan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok, termasuk terhadap kelompok-kelompok seperti Falun Gong dan Uyghur,” kata Rubio dalam sebuah pernyataan kepada The Guardian.

IPVM dan The Guardian menghubungi Hikvision dan meminta mereka memberikan tanggapan terkait alarm tersebut. Hikvision tidak menanggapi permintaan tersebut, tetapi menghapus alarm Falun Gong dan agama dari situs web mereka setelah permintaan tersebut diajukan.

Share